3 Hari Tanpa Air: Puskesmas Paguat Lumpuh, Pasien & Petugas Keluhkan Layanan Terhambat
RADARGORONTALO.COM - PAGUAT, GORONTALO – Kondisi memprihatinkan melanda Puskesmas Paguat, Gorontalo, setelah aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mati total selama tiga hari berturut-turut. Sejak Senin (12/8/2024) sore, fasilitas kesehatan vital ini tidak dapat memberikan pelayanan optimal kepada pasien yang membutuhkan, menimbulkan keluhan dari pasien maupun petugas medis.
Dampak dari gangguan pasokan air ini sangat signifikan, melumpuhkan berbagai aktivitas operasional di puskesmas. Ketiadaan air bersih menghambat prosedur medis dasar yang memerlukan kebersihan, seperti sterilisasi alat hingga sanitasi lingkungan.
Gangguan Layanan Akibat Krisis Air Bersih
Seorang petugas Puskesmas Paguat yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa pemadaman air telah berlangsung sejak Senin sore. "Sejak Senin sore sampai dengan hari ini airnya padam pak," ujarnya, menyampaikan keprihatinan atas situasi yang dihadapi.
Lebih lanjut, sumber tersebut menjelaskan bahwa masalah pasokan air PDAM di Puskesmas Paguat kerap terjadi, terutama saat curah hujan tinggi. Namun, kali ini situasi berbeda karena pemadaman terjadi tanpa adanya hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.
"Biasanya cuma pas hujan. Tapi, sekarang tidak ada hujan, air padam," keluhnya. Ia menambahkan bahwa akibat ketiadaan air, sejumlah pasien yang seharusnya menjalani rawat inap terpaksa meminta pulang paksa demi mencari fasilitas kesehatan lain.
Keluhan Pasien yang Terkendala Pelayanan
Seorang pasien bernama Didik mengaku sudah tiga kali bolak-balik ke Puskesmas Paguat untuk mendapatkan layanan cabut gigi. Namun, hingga kini, ia belum bisa mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.
"Sudah tiga kali saya ke sini untuk cabut gigi. Tapi, petugasnya belum melayani, karena alat yang akan digunakan belum dibersihkan karena tak ada air," ungkap Didik, menyoroti kendala sanitasi yang dihadapi petugas.
Pasien lain yang tengah menjalani perawatan di puskesmas, Zulkifli, juga turut merasakan dampak negatif dari krisis air ini. Ia mengungkapkan kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari selama berada di puskesmas.
"Dari kemarin dulu (Senin, 12/8/2024) saya disini pak. Mo buang air besar dengan kecil susah sekali," ujar Zulkifli pada Rabu (14/8/2024), menggambarkan betapa fundamentalnya kebutuhan air bersih bagi pasien.
Implikasi dan Seruan Perhatian Pemerintah Daerah
Kondisi yang terjadi di Puskesmas Paguat ini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah setempat. Puskesmas merupakan garda terdepan dalam penyediaan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, sehingga fungsinya harus dijaga keberlangsungannya.
Gangguan pelayanan kesehatan dapat berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan individu tetapi juga berpotensi mempengaruhi produktivitas masyarakat. Sektor kesehatan yang sehat adalah fondasi penting bagi roda perekonomian daerah.
Ketika masyarakat sakit dan tidak dapat beraktivitas, secara otomatis akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam mencari penghasilan. Oleh karena itu, pemulihan pasokan air PDAM di Puskesmas Paguat menjadi prioritas mendesak.
Analisis Penyebab dan Solusi Jangka Panjang
Pihak berwenang perlu segera menginvestigasi akar permasalahan pemadaman air PDAM yang berulang kali terjadi di wilayah ini. Apakah disebabkan oleh infrastruktur yang usang, masalah teknis pada instalasi pengolahan air, atau adanya kebocoran pada jaringan distribusi.
Selain perbaikan darurat, perlu juga dipikirkan solusi jangka panjang untuk memastikan pasokan air bersih yang stabil ke fasilitas publik, terutama puskesmas. Audit berkala terhadap sistem pasokan air dan pemeliharaan infrastruktur menjadi krusial.
Kolaborasi antara PDAM, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis air ini. Keterbukaan informasi mengenai progres perbaikan dan estimasi waktu pemulihan pasokan air juga penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret agar pelayanan di Puskesmas Paguat dapat kembali normal. Ketersediaan air bersih adalah hak dasar yang harus dipenuhi, terutama bagi institusi yang melayani kesehatan masyarakat.
Diharapkan insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, sehingga masyarakat dapat senantiasa mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai tanpa hambatan yang tidak perlu.
Ditulis oleh: Agus Pratama

Posting Komentar