Dewa United Tahan Imbang Persija, JOR Apresiasi Karakter Tim
Halo, pecinta sepak bola Indonesia! Ada kabar seru nih dari lapangan hijau yang bikin kita makin semangat mengikuti BRI Super League 2025/2026. Dewa United berhasil menahan imbang Persija Jakarta dengan skor 1-1 dalam laga tunda pekan ke-21, yang digelar Minggu (15/3/2026) malam di Jakarta International Stadium (JIS).
Hasil seri ini tentu menjadi sorotan, apalagi bagi pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, yang terang-terangan melayangkan apresiasi tinggi untuk performa timnya. Ia merasa sangat puas melihat Hugo Gomes dkk. menunjukkan semangat juang yang luar biasa di markas Macan Kemayoran.
Jalannya Laga Penuh Drama di JIS
Pertandingan antara Dewa United dan Persija ini memang berlangsung cukup sengit dan menyuguhkan drama yang tak terduga. Ribuan suporter yang memadati JIS pasti dibuat deg-degan sepanjang 90 menit penuh.
Persija Jakarta, yang bertindak sebagai tuan rumah, sempat membuat para pendukungnya bersorak lebih dulu. Mereka berhasil unggul di akhir babak pertama lewat gol dari pemain andalannya, Maxwell, yang sukses membobol jaring Dewa United.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama setelah jeda turun minum, kok. Dewa United menunjukkan bahwa mereka bukanlah tim yang mudah menyerah begitu saja di babak kedua.
Tekanan terus dilancarkan oleh Tangsel Warriors, julukan Dewa United, hingga akhirnya usaha mereka membuahkan hasil manis. Alexis Messidoro tampil sebagai penyelamat tim dengan sepakan kerasnya di menit ke-55 yang berhasil menyamakan kedudukan.
Pujian Setinggi Langit dari Jan Olde Riekerink
Setelah peluit panjang berbunyi, wajah Jan Olde Riekerink tampak sumringah dan penuh kebanggaan. Ia mengungkapkan bahwa hasil imbang 1-1 ini terasa seperti kemenangan moral bagi pasukannya, bukan sekadar satu poin biasa.
Menurutnya, hasil ini membuktikan karakter kuat para pemain Dewa United yang mampu bangkit dari situasi sulit. Bayangkan saja, mereka harus menghadapi tim tangguh seperti Persija dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, tapi hasilnya tetap memuaskan.
Riekerink menekankan bahwa performa di JIS ini adalah cerminan dari mentalitas baja dan semangat pantang menyerah timnya. Ini adalah fondasi penting untuk bisa bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bangkit dari Keterpurukan AFC Challenge League
Kebangkitan Dewa United ini memang sangat layak diapresiasi, mengingat mereka baru saja melewati periode yang cukup berat. Sebelumnya, mereka menelan kekalahan mengecewakan di ajang AFC Challenge League.
Tim yang bermarkas di Tangerang Selatan ini harus tersingkir dari kompetisi antarklub Asia tersebut setelah takluk dari klub Filipina, Manila Diggers. Agregat 2-3 di perempat final membuat langkah mereka terhenti, tentu saja itu menjadi pukulan berat bagi tim.
Namun, tim asuhan Jan Olde Riekerink ini tak mau larut dalam kekecewaan terlalu lama. Mereka langsung fokus dan membuktikan bahwa mereka bisa belajar dari kekalahan untuk tampil lebih baik di liga domestik.
Momen ini menunjukkan bahwa Dewa United punya kematangan mental yang diperlukan untuk bersaing di level tinggi. Semoga saja performa apik ini bisa terus dipertahankan dan menjadi modal berharga untuk pertandingan-pertandingan berikutnya di BRI Super League!
Ditulis oleh: Doni Saputra

Posting Komentar