Dua Remaja Meninggal Akibat Kecelakaan Motor di Jembatan Tito Sangihe
RADARGORONTALO.COM - Identitas dua remaja putri yang tewas dalam kecelakaan tunggal di Jembatan Tito, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, akhirnya terungkap. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026, dini hari, merenggut nyawa Silvana Fitri Mangule (15) dan Devita Makaluase (15).
Keduanya dinyatakan meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak trotoar. Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 00.55 Wita di Jalan Boulevard, Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur. Lokasi kejadian berada di Jembatan Tito, yang merupakan penghubung antara wilayah Tidore dan Towo, serta berjarak dekat dari Pelabuhan Tahuna.
Kronologi Kecelakaan Maut
Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Kepulauan Sangihe, IPTU Nelta Rengkung, kecelakaan bermula saat Silvana, yang mengendarai sepeda motor Honda Vario 160 berwarna merah tanpa nomor polisi, berboncengan dengan Devita. Mereka bergerak dari arah Kelurahan Tidore menuju Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna.
Saat melintasi Jembatan Tito, kondisi jalan yang menanjak bertemu dengan tikungan tajam ke kiri diduga menjadi pemicu hilangnya kendali. Pengendara, Silvana, dilaporkan tidak mampu menguasai laju kendaraannya di titik tersebut.
Akibatnya, sepeda motor keluar dari jalur idealnya dan masuk ke lajur kanan. Kendaraan tersebut kemudian menghantam sisi beton trotoar dengan keras. Benturan yang kuat menyebabkan kedua korban terpental dari sepeda motor.
Kedua remaja putri tersebut jatuh menghantam permukaan trotoar, mengalami luka parah. Sepeda motor yang mereka kendarai diketahui meluncur sejauh kurang lebih 12 meter dari titik tabrakan awal.
Identitas dan Kondisi Korban
Sebelumnya, identitas kedua korban sempat tidak diketahui saat pertama kali dievakuasi dari lokasi kejadian. Petugas dari unit Pamapta bersama piket fungsi Polres Kepulauan Sangihe, yang dipimpin oleh IPDA Edy Wanihi, segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Korban diketahui bernama Silvana Fitri Mangule dan Devita Makaluase, keduanya berusia 15 tahun dan berstatus sebagai pelajar. Mereka berasal dari Kampung Mala, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Saat ditemukan oleh petugas, kedua korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami luka fisik yang sangat parah. Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan perawatan medis segera.
Upaya Penyelamatan dan Pernyataan Dokter
Setibanya di RSUD Liun Kendage Tahuna, tim medis segera melakukan pemeriksaan terhadap kedua korban. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil mengembalikan denyut kehidupan mereka.
Dokter jaga di RSUD Liun Kendage Tahuna menyatakan bahwa kedua remaja putri tersebut telah meninggal dunia. Hal ini menambah kesedihan mendalam bagi keluarga dan komunitas mereka.
Faktor Penyebab dan Investigasi Kepolisian
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kedua korban diketahui tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Selain itu, sepeda motor yang digunakan dalam kecelakaan tersebut tidak dilengkapi dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor, serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang sah.
Saat ini, pihak kepolisian dari Polres Kepulauan Sangihe masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti dari kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa kedua remaja ini. Analisis mendalam terhadap kondisi jalan, kecepatan, serta faktor lain yang mungkin berkontribusi akan dilakukan.
Pihak berwajib mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengendara usia muda, untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Pengendaraan yang aman, penggunaan kelengkapan kendaraan yang sesuai, serta kepemilikan SIM yang sah menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Kecelakaan di Jembatan Tito ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi generasi muda yang memiliki kecenderungan lebih rentan terhadap risiko di jalan raya. Investigasi yang komprehensif diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas dan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
Ditulis oleh: Rudi Hartono

Posting Komentar