Intip Kemeriahan Hari Ketupat di Dulomo Selatan Bersama Wawali Indra Gobel
RADARGORONTALO.COM - Tradisi Hari Ketupat di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Gorontalo, pada Sabtu, 28 Maret 2026, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat dan tanpa sekat. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, yang turut berbaur dengan warga.
Sejak pagi, kawasan permukiman hingga halaman masjid di Dulomo Selatan telah dipenuhi oleh warga. Mereka datang membawa ketupat serta aneka hidangan khas, lalu duduk bersama dalam nuansa kekeluargaan yang kental. Aktivitas warga terlihat sejak pukul 07.00 Wita, saling bersalaman dan berbagi makanan.
Momen Kebersamaan Pasca Idulfitri
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, turut hadir sekitar pukul 09.00 Wita, disambut antusias oleh masyarakat. Beliau berjalan santai menyapa warga satu per satu, tanpa menunjukkan jarak, sebelum akhirnya duduk dan menikmati ketupat bersama.
Dengan mengenakan kaus putih bertuliskan "Festival Atupato Tanggidaa", kehadiran Indra Gobel terlihat menyatu dengan masyarakat. Suasana semakin meriah dengan tawa warga yang terdengar dan aroma santan serta hidangan khas Lebaran yang menguar, memperkuat semangat silaturahmi.
Indra Gobel menyatakan bahwa kehadirannya tahun ini terasa lebih bermakna. Ia mengungkapkan kebahagiaannya dapat merasakan langsung makna tradisi ini setelah sebelumnya hanya hadir sekilas.
"Tahun lalu saya hadir, tapi belum sempat merasakan ketupatnya. Sekarang saya datang dari pagi dan saya benar-benar merasakan maknanya," ujar Indra Gobel.
Hari Ketupat: Lebih dari Sekadar Makan Bersama
Menurut Indra Gobel, Hari Ketupat bukanlah sekadar acara makan bersama biasa. Acara ini merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi setelah perayaan Idulfitri, serupa dengan konsep halal bihalal dalam versi budaya lokal.
"Setelah lebaran, orang biasanya sibuk ziarah dan silaturahmi keluarga. Nah, hari ketupat ini jadi waktunya berkumpul lebih luas, satu kampung, satu kelurahan, semua jadi satu," jelasnya.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama tradisi ini terletak pada semangat kebersamaan yang telah terlihat sejak tahap persiapan. Selama beberapa hari menjelang acara, masyarakat bergotong royong menyiapkan ribuan ketupat.
Peran Aktif Masyarakat dalam Tradisi
Partisipasi aktif warga terlihat jelas dalam berbagai tahapan persiapan. Sebagian warga menganyam janur, mengisi beras, hingga memasak lauk pauk dan menata lokasi acara. Hal yang cukup mencolok adalah keterlibatan kaum laki-laki dalam proses pengisian ketupat, menunjukkan gotong royong yang merata.
Ribuan ketupat dibagikan dalam perayaan ini, menciptakan pemandangan yang luar biasa. Kegiatan ini didukung oleh partisipasi masyarakat yang tinggi, menunjukkan kekompakan dan rasa memiliki terhadap tradisi lokal.
Potensi Pengembangan Menjadi Festival Budaya
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, mengapresiasi tradisi Hari Ketupat ini dan mendorong agar tradisi ini dikembangkan menjadi sebuah festival budaya berskala besar. Ia melihat potensi besar dalam acara ini untuk menarik perhatian lebih luas.
"Dengan partisipasi tinggi masyarakat, perayaan ini dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata di Gorontalo," ungkap Indra Gobel.
Pengembangan menjadi festival budaya diharapkan dapat melestarikan tradisi ini sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Gorontalo kepada khalayak yang lebih luas. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan pariwisata berbasis budaya.
Masa Depan Hari Ketupat
Perayaan Hari Ketupat di Dulomo Selatan menjadi contoh nyata bagaimana tradisi lokal dapat terus hidup dan berkembang. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga dan dukungan dari pemimpin daerah menjadi kunci keberlanjutan tradisi ini.
Dengan adanya dorongan untuk pengembangan lebih lanjut, Hari Ketupat berpotensi menjadi salah satu ikon pariwisata budaya Gorontalo yang menarik. Acara ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi penerus.
Keterlibatan semua elemen masyarakat, mulai dari panitia hingga peserta, menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki akar yang kuat di hati masyarakat Dulomo Selatan. Keguyuban yang tercipta menjadi modal berharga untuk masa depan tradisi ini.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan kebersamaan dapat terus terjaga dan dilestarikan. Hari Ketupat di Dulomo Selatan menjadi bukti bahwa tradisi dapat beradaptasi dan memberikan makna mendalam bagi kehidupan masyarakat.
Perayaan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang tak ternilai harganya, memperkuat ikatan sosial di antara warga. Kehangatan dan keakraban yang terpancar menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang.
Melihat antusiasme yang luar biasa, bukan tidak mungkin Hari Ketupat akan semakin dikenal luas dan menjadi daya tarik utama yang membanggakan bagi Gorontalo di masa mendatang.
Indra Gobel berharap, tradisi ini akan terus dilestarikan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga mengajak warga untuk terus berpartisipasi aktif dalam melestarikan warisan budaya ini.
Acara ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat yang ditunjukkan warga Dulomo Selatan patut diapresiasi.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan tradisi Hari Ketupat di Dulomo Selatan dilaksanakan pada tahun 2026?
Tradisi Hari Ketupat di Dulomo Selatan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Siapa pejabat yang hadir dalam perayaan Hari Ketupat di Dulomo Selatan?
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, turut hadir dalam perayaan tersebut.
Apa yang menjadi fokus utama perayaan Hari Ketupat di Dulomo Selatan?
Fokus utama perayaan adalah kebersamaan tanpa sekat antara warga dan pemimpin daerah, serta mempererat tali silaturahmi pasca Idulfitri.
Bagaimana pandangan Wakil Wali Kota Gorontalo terhadap tradisi Hari Ketupat?
Wakil Wali Kota Indra Gobel menilai tradisi ini bukan sekadar makan bersama, tetapi momentum mempererat silaturahmi dan mendorong agar dikembangkan menjadi festival budaya berskala besar.
Apa saja bentuk partisipasi masyarakat dalam persiapan Hari Ketupat?
Masyarakat bergotong royong menyiapkan ribuan ketupat, mulai dari menganyam janur, mengisi beras, memasak lauk, hingga menata lokasi. Keterlibatan laki-laki dalam pengisian ketupat juga terlihat mencolok.
Mengapa Hari Ketupat dianggap memiliki makna khusus setelah Idulfitri?
Hari Ketupat dianggap sebagai waktu berkumpul yang lebih luas bagi satu kampung atau kelurahan untuk mempererat silaturahmi, melengkapi tradisi ziarah dan silaturahmi keluarga pasca Idulfitri.
Apa potensi yang dilihat dari tradisi Hari Ketupat di Dulomo Selatan?
Dengan partisipasi tinggi masyarakat, perayaan ini dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata di Gorontalo dan dapat dikembangkan menjadi festival budaya berskala besar.
Ditulis oleh: Putri Permata

Posting Komentar