Ad

Ledakan Petasan Tewaskan Remaja 14 Tahun di Pekalongan, 2 Korban Putus Lengan

Ledakan Mercon di Pekalongan Tewaskan Remaja 14 Tahun, Dua Korban Putus Lengan
Ledakan Petasan Tewaskan Remaja 14 Tahun di Pekalongan, 2 Korban Putus Lengan

RADARGORONTALO.COM - Sebuah insiden tragis terjadi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ketika ledakan petasan merenggut nyawa seorang remaja berusia 14 tahun berinisial MSA. Peristiwa nahas yang terjadi pada Senin (23/3/2026) di kawasan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, ini juga menyebabkan dua remaja lainnya mengalami luka berat hingga harus kehilangan lengan.

Korban MSA dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bendan Pekalongan. Kondisinya memburuk usai mengalami luka parah akibat ledakan tersebut, meskipun tim medis telah berupaya menyelamatkannya.

Menurut keterangan Dokter Jaga IGD RSUD Bendan, Brian Abetnego, ketiga korban telah menerima penanganan awal sejak siang hari pasca-kejadian. Namun, takdir berkata lain untuk MSA yang meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB pada hari yang sama.

Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban

Peristiwa ledakan yang diduga berasal dari petasan ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di sebuah area kebun pisang di ujung Kampung Kuripan Kidul. Suara ledakan keras sontak membuat warga sekitar panik dan berhamburan mencari sumber suara.

Ledakan tersebut mengakibatkan tiga remaja mengalami luka-luka. Korban berinisial MSA (14) dan MMS (17) menderita luka serius. Keduanya mengalami cedera berat berupa putusnya lengan kiri, luka robek di tangan dan kaki, serta luka bakar di wajah.

Sementara itu, korban ketiga, berinisial MAA (14), mengalami luka ringan. Luka ringan tersebut dideritanya akibat serpihan petasan yang mengenai bagian kaki dan punggungnya.

Penanganan Medis dan Pernyataan Rumah Sakit

Pasca-kejadian, ketiga korban segera dilarikan ke RSUD Bendan untuk mendapatkan penanganan medis. Pihak rumah sakit segera memberikan pertolongan pertama dan melakukan perawatan intensif sesuai dengan tingkat keparahan luka yang dialami.

Dokter Brian Abetnego menjelaskan, "Untuk pasien ada tiga. Satu pasien meninggal dunia di IGD sekitar 19.30 WIB, atau Senin (23/3/2026) malam. Dua pasien lainnya masih dalam penanganan."

Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban

Lebih lanjut, Brian merinci kondisi dua korban lainnya. Satu pasien masih menjalani observasi intensif di IGD, sementara satu pasien lainnya harus menjalani operasi akibat luka yang dideritanya. Pihak rumah sakit belum bisa memberikan keterangan lebih detail mengenai identitas lengkap korban atau penyebab pasti insiden.

Penyelidikan Polisi dan Imbauan

Pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan ledakan tersebut.

Barang bukti yang ditemukan antara lain 22 selongsong petasan, satu unit petasan aktif dengan diameter sekitar 6 sentimeter dan panjang 16 sentimeter. Selain itu, turut diamankan dua buah korek api gas serta sisa bubuk belerang yang diduga digunakan dalam pembuatan petasan.

Petugas kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi pasti serta kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam kasus ini. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat luas agar tidak bermain atau merakit petasan, mengingat bahaya yang ditimbulkannya.

Bahaya Merakit dan Bermain Petasan

Insiden tragis ini kembali menegaskan betapa berbahayanya bermain dan merakit petasan, terutama bagi anak-anak dan remaja. Petasan, meskipun sering dianggap sebagai hiburan, menyimpan potensi bahaya yang sangat besar jika tidak ditangani dengan benar.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan petasan, seperti bubuk mesiu atau belerang, sangat mudah meledak dan dapat menyebabkan luka bakar serius, cedera permanen seperti kehilangan anggota tubuh, hingga hilangnya nyawa.

Oleh karena itu, kesadaran akan risiko dan kepatuhan terhadap imbauan pihak berwajib sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Pendidikan mengenai bahaya petasan perlu terus digalakkan di lingkungan keluarga dan sekolah.

Pihak kepolisian berharap dengan adanya penyelidikan ini, masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan, terutama saat menjelang momen-momen perayaan yang kerap diiringi dengan penggunaan petasan.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ledakan Petasan Tewaskan Remaja 14 Tahun di Pekalongan, 2 Korban Putus Lengan
  • Ledakan Petasan Tewaskan Remaja 14 Tahun di Pekalongan, 2 Korban Putus Lengan
  • Ledakan Petasan Tewaskan Remaja 14 Tahun di Pekalongan, 2 Korban Putus Lengan
  • Ledakan Petasan Tewaskan Remaja 14 Tahun di Pekalongan, 2 Korban Putus Lengan
  • Ledakan Petasan Tewaskan Remaja 14 Tahun di Pekalongan, 2 Korban Putus Lengan
  • Ledakan Petasan Tewaskan Remaja 14 Tahun di Pekalongan, 2 Korban Putus Lengan

Posting Komentar