Puting Beliung Terjang Ponelo: 7 Rumah Rusak, 1 Warga Cedera
RADARGORONTALO.COM - Sebuah insiden angin puting beliung menerjang Desa Ponelo, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), pada Ahad, 3 Agustus 2025, sekitar pukul 14.30 Wita. Peristiwa alam yang datang tiba-tiba ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan warga dan mengakibatkan satu orang luka ringan.
Berdasarkan laporan awal, tujuh rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat sapuan angin kencang tersebut. Selain itu, sebuah bangunan homestay mengalami kerusakan berat, menunjukkan dampak signifikan dari fenomena cuaca ekstrem ini.
Kronologi Kejadian yang Mengejutkan
Kepala Desa Ponelo, Tomi Buheli, menyatakan bahwa musibah ini datang tanpa peringatan. Angin puting beliung dilaporkan mulai menerjang pada sekitar pukul 15.30 Wita, secara mendadak mengganggu aktivitas warga yang sedang beraktivitas seperti biasa.
“Kejadiannya tadi sekitar pukul 15:30 Wita. Tanpa ada tanda-tanda terlebih dulu, tiba-tiba angin puting beliung langsung menerjang,” ungkap Kepala Desa Tomi Buheli, menggambarkan detik-detik menegangkan tersebut.
Saat kejadian, sejumlah warga dilaporkan tengah berkumpul dan sebagian mungkin meremehkan potensi bahaya. Namun, situasi berubah drastis ketika angin puting beliung menerjang dengan kekuatan penuh.
Warga yang tengah berkumpul maupun yang berada di luar rumah segera berlarian mencari perlindungan. Kepanikan sempat terjadi saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari amukan angin.
Satu Warga Menjadi Korban
Salah satu warga yang terdampak langsung adalah Yahya Usman, berusia 69 tahun. Ia dilaporkan tertimpa material bangunan homestay yang rusak akibat terjangan angin.
“Ada satu warga yakni Yahya Usman (69) tertimpa homestay, sehingga yang bersangkutan mengalami cedera,” terang Kades Ponelo, mengonfirmasi kondisi korban.
Beruntung, korban hanya tertimpa sebagian badan dan material bangunan yang menimpanya terbuat dari kayu, sehingga luka yang dialami tidak parah meskipun tetap memerlukan penanganan medis.
Dampak Kerusakan yang Luas
Selain rumah warga, dua unit homestay juga dilaporkan mengalami kerusakan parah, bahkan salah satunya bergeser hingga dua meter dari posisi semula. Kondisi ini menunjukkan kekuatan angin yang luar biasa.
Atap tujuh rumah warga dilaporkan terangkat oleh angin, menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan. Kerusakan ini membutuhkan upaya perbaikan segera untuk memulihkan kondisi tempat tinggal warga.
Dampak kerusakan tidak berhenti pada bangunan. Sebanyak lima unit lampu lapangan dan lampu jalan dilaporkan roboh. Taman desa juga mengalami kerusakan parah, dan fasilitas Sanimas ikut terdampak oleh terjangan angin puting beliung tersebut.
Sejarah Kejadian Serupa di Ponelo
Menariknya, Kepala Desa Tomi Buheli menyebutkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada era 1990-an. Peristiwa ini mengingatkan kembali masyarakat akan potensi ancaman dari fenomena alam tersebut.
“Kejadian seperti ini pernah terjadi pada tahun 1990an sekitar 30 tahun lalu, di lokasi yang sama,” ujarnya, memberikan perspektif historis mengenai bencana ini.
Respons Cepat dan Tindakan Pembersihan
Meski menimbulkan kerusakan, syukurlah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin puting beliung ini. Respons cepat warga dalam mencari perlindungan diyakini sangat membantu mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak.
Pemerintah desa telah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah kecamatan. Segera setelah laporan diterima, masyarakat bersama pihak terkait langsung bergerak melakukan pembersihan untuk menormalisasi kondisi desa.
Ditulis oleh: Maya Sari

Posting Komentar