Ad

Tumbilotohe Huidu-Pone: Wabup Tonny Ajak Warga Siap Sambut 30 Ribu Tamu PENAS

Meriahkan Tumbilotohe di Huidu-Pone, Wabup Tonny Ajak Warga Bersiap Sambut 30 Ribu Tamu PENAS
Tumbilotohe Huidu-Pone: Wabup Tonny Ajak Warga Siap Sambut 30 Ribu Tamu PENAS

RADARGORONTALO.COM - LIMBOTO, DISKOMINFO – Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, menghadiri perayaan tradisi Tumbilotohe yang berlangsung meriah di perbatasan antara Desa Huidu dan Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, pada Senin, 16 Maret 2026. Kehadiran pemimpin daerah ini disambut antusias oleh ribuan warga yang memadati lokasi demi menyaksikan keindahan gemerlap lampu botol tradisional.

Dalam sambutannya, Tonny S. Junus mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas semangat gotong royong masyarakat. Ia mengapresiasi keberhasilan perayaan tradisi Tumbilotohe yang telah sukses terselenggara untuk kedua kalinya ini.

Semangat Gotong Royong dan Kesiapan Daerah

Menurut Wakil Bupati, kemeriahan dan ketertiban yang tercipta di Kecamatan Limboto Barat menjadi cerminan positif. Hal ini menunjukkan kesiapan mental masyarakat dalam menghadapi agenda-agenda besar yang akan diselenggarakan di tingkat daerah.

Situasi yang aman dan nyaman ini dinilai sebagai modal penting dalam kesuksesan penyelenggaraan acara-acara berskala besar. Keikutsertaan aktif warga dalam menjaga kelancaran acara menjadi bukti nyata semangat kebersamaan.

Sosialisasi Kesiapan Tuan Rumah PENAS XVII

Momentum perayaan Tumbilotohe juga dimanfaatkan oleh Wakil Bupati Tonny S. Junus. Beliau melakukan sosialisasi penting terkait persiapan Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII. Acara akbar ini dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.

Perkiraan jumlah tamu yang akan hadir mencapai 30 ribu orang. Mereka akan memadati pusat kegiatan yang berlokasi di GOR David-Tonny. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Tonny secara khusus meminta warga Limboto Barat untuk turut serta.

Peran Penting Limboto Barat sebagai Wilayah Penyangga

Sebagai wilayah penyangga utama acara PENAS XVII, warga Limboto Barat diharapkan dapat memberikan kesan terbaik sebagai tuan rumah. Persiapan matang dari masyarakat akan sangat menentukan kesuksesan perhelatan nasional ini.

Kesiapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyambutan tamu hingga pemeliharaan kebersihan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat sangatlah dibutuhkan.

Harapan Wabup untuk Keramahtamahan dan Kenyamanan

Wakil Bupati Tonny menekankan bahwa dukungan penuh dari masyarakat sangatlah krusial. Dukungan tersebut dibutuhkan untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh tamu yang hadir. Ia berharap keramahtamahan yang ditunjukkan pada malam Tumbilotohe ini juga dapat dirasakan oleh para peserta nasional nantinya.

Keramahtamahan lokal merupakan salah satu daya tarik utama pariwisata. Dengan menyambut peserta PENAS XVII secara hangat, Kabupaten Gorontalo dapat meninggalkan kesan positif yang mendalam.

Apresiasi dan Dukungan Finansial

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para panitia pelaksana dan antusiasme warga, Wakil Bupati Tonny S. Junus menyerahkan bantuan dana sebesar Rp2 juta. Bantuan ini diserahkan langsung kepada panitia pelaksana sebagai wujud dukungan konkret.

Selain bantuan dana, Wabup Tonny juga turut membagikan berbagai hadiah doorprize kepada masyarakat yang hadir. Aksi berbagi ini semakin menambah kehangatan dan suasana kekeluargaan dalam malam perayaan tradisi yang sarat makna religius.

Tradisi Tumbilotohe: Simbol Keagamaan dan Kebersamaan

Tradisi Tumbilotohe sendiri memiliki makna mendalam dalam kalender keagamaan masyarakat Gorontalo. Perayaan ini dilakukan menjelang masuknya bulan suci Ramadan, menjadi momen untuk merefleksikan diri dan mempererat silaturahmi.

Semangat Gotong Royong dan Kesiapan Daerah

Gemerlap lampu botol tradisional yang menghiasi sepanjang jalan menjadi simbol harapan dan penerangan. Cahaya lampu tersebut diharapkan dapat menerangi jalan menuju kebaikan dan kesucian.

PENAS KTNA XVII: Wadah Petani dan Nelayan Nasional

Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan KTNA merupakan agenda nasional yang sangat penting. Acara ini menjadi wadah bagi para petani, nelayan, dan pelaku agribisnis dari seluruh Indonesia untuk berkumpul, berbagi informasi, dan berinovasi.

Melalui PENAS, diharapkan dapat terjalin sinergi yang kuat antar pelaku pembangunan pertanian dan perikanan. Inovasi teknologi dan praktik terbaik dapat disebarluaskan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Implikasi Penyelenggaraan PENAS bagi Ekonomi Lokal

Menjadi tuan rumah PENAS XVII memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kabupaten Gorontalo, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kedatangan puluhan ribu tamu akan mendorong perputaran ekonomi melalui konsumsi dan aktivitas lainnya.

Penyelenggaraan acara berskala nasional ini juga menjadi kesempatan untuk mempromosikan potensi daerah, baik dari segi keindahan alam, kekayaan budaya, maupun produk-produk unggulan lokal.

Peran Teknologi dan Inovasi di Sektor Pertanian-Nelayan

PENAS KTNA XVII diharapkan menjadi ajang pertukaran gagasan mengenai pemanfaatan teknologi. Inovasi di bidang pertanian presisi, budidaya berkelanjutan, hingga diversifikasi produk menjadi topik penting yang akan dibahas.

Petani dan nelayan akan mendapatkan wawasan baru mengenai solusi terkini untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar global. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memodernisasi sektor agraris dan maritim.

Jadwal dan Lokasi Utama PENAS XVII

Puncak acara Pekan Nasional Petani Nelayan KTNA XVII ini akan diselenggarakan pada bulan Juli 2026. Pusat kegiatan utama terpusat di GOR David-Tonny, Kabupaten Gorontalo.

Panitia terus melakukan persiapan intensif untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses. Koordinasi antar lembaga dan pemangku kepentingan terus dilakukan secara berkala.

Membangun Citra Positif Gorontalo di Tingkat Nasional

Keberhasilan dalam penyelenggaraan acara-acara besar seperti Tumbilotohe dan kesiapan menjadi tuan rumah PENAS XVII akan membangun citra positif Kabupaten Gorontalo. Hal ini penting untuk menarik investor dan wisatawan di masa depan.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang dapat mengangkat potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama.

Tumbilotohe: Warisan Budaya yang Teruslestari

Perayaan Tumbilotohe merupakan bukti nyata pelestarian warisan budaya Gorontalo. Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, melainkan juga perekat sosial dan spiritual bagi masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat terus mengenal dan mencintai akar budaya mereka. Pelestarian tradisi menjadi tanggung jawab bersama untuk diwariskan kepada generasi mendatang.



Ditulis oleh: Doni Saputra

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tumbilotohe Huidu-Pone: Wabup Tonny Ajak Warga Siap Sambut 30 Ribu Tamu PENAS
  • Tumbilotohe Huidu-Pone: Wabup Tonny Ajak Warga Siap Sambut 30 Ribu Tamu PENAS
  • Tumbilotohe Huidu-Pone: Wabup Tonny Ajak Warga Siap Sambut 30 Ribu Tamu PENAS
  • Tumbilotohe Huidu-Pone: Wabup Tonny Ajak Warga Siap Sambut 30 Ribu Tamu PENAS
  • Tumbilotohe Huidu-Pone: Wabup Tonny Ajak Warga Siap Sambut 30 Ribu Tamu PENAS
  • Tumbilotohe Huidu-Pone: Wabup Tonny Ajak Warga Siap Sambut 30 Ribu Tamu PENAS

Posting Komentar