Ad

Panduan Lengkap: Umat Muslim Bersiap Amalkan Tiga Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2026

Umat Muslim Bersiap Amalkan Tiga Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2026
Panduan Lengkap: Umat Muslim Bersiap Amalkan Tiga Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2026

RADARGORONTALO.COM - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, antusiasme umat Muslim di Indonesia semakin meningkat dalam menyambut sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Fenomena spiritual ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui puasa sunnah, sebuah praktik yang dinilai memiliki keutamaan luar biasa berdasarkan berbagai riwayat hadis.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, secara resmi telah menetapkan kalender hijriah untuk bulan Zulhijah tahun ini. Berdasarkan hasil sidang isbat yang dilaksanakan di Jakarta pada Minggu (17/5/2026), diputuskan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, yang secara otomatis menetapkan perayaan Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Zulhijah

Waktu sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah sering disebut sebagai hari-hari yang paling dicintai Allah SWT untuk beramal saleh. Rasulullah SAW menegaskan kemuliaan waktu ini dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijah).”

Keagungan waktu ini tidak hanya berhenti di situ, sebagaimana diperkuat dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan disahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir. Umat Islam dianjurkan untuk mengisi hari-hari tersebut dengan berbagai ibadah, termasuk memperbanyak dzikir, doa, bersedekah, serta yang paling utama adalah menunaikan ibadah puasa sunnah. Amalan-amalan ini diyakini mampu melipatgandakan pahala dan mendekatkan diri kepada sang pencipta sebelum tiba hari raya kurban.

Tiga Jenis Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha

Dalam tradisi Islam di Indonesia, terdapat tiga jenis puasa sunnah yang sangat disarankan untuk dilaksanakan menjelang Idul Adha. Ketiga puasa tersebut adalah puasa Zulhijah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah, yang masing-masing memiliki urgensi dan keutamaan spiritual tersendiri.

1. Puasa Zulhijah

Puasa Zulhijah dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 7 Zulhijah untuk mengisi hari-hari utama sebelum puncak ibadah kurban. Pada tahun 2026, ibadah puasa Zulhijah ini berlangsung mulai Senin, 18 Mei 2026 sampai Minggu, 24 Mei 2026, memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk menyucikan diri selama satu pekan penuh.

Niat puasa ini adalah: Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta‘ala (Saya berniat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta'ala). Tata cara pelaksanaannya sama dengan puasa pada umumnya, yakni dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

2. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Zulhijah atau sehari sebelum puasa Arafah, yang pada tahun 2026 jatuh pada Senin, 25 Mei 2026. Penamaan Tarwiyah sendiri memiliki akar historis yang merujuk pada tradisi masa lalu ketika para jamaah haji bersiap mengumpulkan persediaan air sebelum mereka melakukan perjalanan menuju Padang Arafah.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Zulhijah

Niat puasa Tarwiyah adalah: Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta‘aalaa (Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta'ala). Melaksanakan puasa di hari kedelapan ini dianggap sebagai bentuk persiapan spiritual yang mendalam, selaras dengan semangat jamaah haji yang sedang bersiap menjalankan wukuf.

3. Puasa Arafah

Puasa Arafah diselenggarakan pada 9 Zulhijah, bertepatan dengan momen wukuf para jamaah haji di Padang Arafah, yang pada tahun 2026 jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Ibadah sunnah ini memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Niat puasa Arafah adalah: Nawaitu shauma ghadin fii yaumi ‘arafata sunnatan lillaahi ta‘aalaa (Saya berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta'ala). Ini adalah kesempatan emas bagi umat Muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji untuk mendapatkan pengampunan dosa dan meraih keberkahan yang sama dengan mereka yang sedang berada di tanah suci.

Ketentuan dan Etika Berpuasa Sunnah

Secara umum, ketentuan tata cara pelaksanaan ketiga puasa sunnah tersebut tidak berbeda dengan ibadah puasa wajib maupun sunnah lainnya dalam Islam. Langkah-langkah utama meliputi pembacaan niat sebelum waktu Subuh tiba, serta konsistensi untuk menahan diri dari segala bentuk makan, minum, dan perilaku yang membatalkan puasa hingga waktu berbuka tiba di waktu Maghrib.

Selama berpuasa, umat Islam juga diwajibkan untuk menjaga lisan, pikiran, dan perbuatan dari hal-hal yang tidak bermanfaat, sekaligus memperbanyak doa dan dzikir. Puasa sunnah pada bulan Zulhijah bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah latihan mental dan spiritual untuk membentengi diri dari nafsu duniawi yang dapat mengurangi pahala ibadah.

Pengecualian bagi Jamaah Haji

Penting untuk dicatat bahwa terdapat pengecualian khusus bagi jamaah haji terkait puasa Arafah. Mayoritas ulama menyepakati bahwa bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji, sangat tidak disarankan untuk menjalankan puasa Arafah.

Aturan ini bukan tanpa alasan, melainkan bertujuan agar kondisi fisik para jamaah tetap prima dan terjaga selama menjalani puncak ibadah wukuf di Padang Arafah. Dengan kondisi fisik yang kuat, jamaah haji dapat lebih fokus dan maksimal dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah yang berat di tanah suci, sehingga mereka bisa meraih predikat haji mabrur tanpa terkendala kelelahan atau masalah kesehatan.

Kesimpulan

Menjelang Idul Adha 2026, umat Muslim di Indonesia memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas spiritual melalui serangkaian puasa sunnah di bulan Zulhijah. Dengan memahami jadwal, niat, dan keutamaan dari puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah, diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan penuh kesadaran.

Keputusan Kementerian Agama mengenai penanggalan yang jatuh pada 18 Mei hingga 27 Mei 2026 menjadi panduan resmi yang harus diikuti. Mari manfaatkan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah ini sebagai momen refleksi diri, memperbanyak amal saleh, dan meraih ridha Allah SWT sebelum merayakan Idul Adha dengan penuh suka cita.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan jadwal puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah tahun 2026?

Berdasarkan ketetapan Kementerian Agama untuk tahun 2026, puasa Zulhijah dilaksanakan mulai 18 Mei hingga 24 Mei 2026. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 25 Mei 2026, dan puasa Arafah dilaksanakan pada 26 Mei 2026.

Apakah boleh membaca niat puasa di pagi hari?

Untuk puasa sunnah, diperbolehkan membaca niat di pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (seperti makan atau minum) dan belum masuk waktu zawal (matahari tergelincir).

Kenapa jamaah haji tidak disarankan berpuasa Arafah?

Jamaah haji tidak disarankan berpuasa Arafah agar mereka memiliki energi dan stamina yang cukup untuk melaksanakan ibadah wukuf dan rangkaian ibadah haji lainnya secara optimal tanpa terganggu kondisi fisik yang lemah.

Apa keutamaan utama dari Puasa Arafah?

Keutamaan utama dari Puasa Arafah bagi umat Muslim yang tidak berhaji adalah penghapusan dosa selama satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang, berdasarkan hadis riwayat Muslim.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Panduan Lengkap: Umat Muslim Bersiap Amalkan Tiga Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2026
  • Panduan Lengkap: Umat Muslim Bersiap Amalkan Tiga Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2026
  • Panduan Lengkap: Umat Muslim Bersiap Amalkan Tiga Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2026
  • Panduan Lengkap: Umat Muslim Bersiap Amalkan Tiga Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2026
  • Panduan Lengkap: Umat Muslim Bersiap Amalkan Tiga Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2026
  • Panduan Lengkap: Umat Muslim Bersiap Amalkan Tiga Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2026

Posting Komentar