Ad

Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja: Fakta Kasusnya

Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja, Ngaku Salah Kirim  | kumparan.com
Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja: Fakta Kasusnya

RADARGORONTALO.COM - Sebuah kasus dugaan pelecehan melalui media elektronik menggemparkan warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Seorang camat berinisial D dilaporkan telah mengirimkan konten pornografi kepada mantan pegawai wanita berusia 19 tahun yang merupakan warga setempat.

Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 ini memicu reaksi keras dari korban serta desakan agar aparat pemerintah mengambil tindakan tegas. Korban merasa dilecehkan atas tindakan oknum pejabat tersebut yang mengirimkan video tak senonoh melalui aplikasi WhatsApp.

Kronologi Pengiriman Video Pornografi oleh Oknum Camat

Korban mengaku pernah bekerja di toko roti milik Camat D sebelum akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Tak disangka, setelah tidak lagi bekerja di sana, ia justru menerima kiriman video porno sebanyak dua kali pada hari yang sama, yakni sekitar pukul 11.00 WIB dan 12.00 WIB.

Menurut penuturan korban pada Rabu (8/7), video berdurasi sekitar 9 detik tersebut ternyata memperlihatkan sosok Camat D sendiri. Ia mengaku sempat menunggu respons atau penjelasan dari pelaku, namun hingga malam hari tidak ada iktikad baik yang ditunjukkan oleh sang pejabat.

Respon Korban dan Upaya Mediasi Pemkab Boyolali

Merasa direndahkan oleh perbuatan tersebut, korban akhirnya memutuskan untuk memblokir nomor telepon pelaku dan melaporkan kejadian ini ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boyolali. Dalam proses mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah daerah, Camat D berdalih bahwa video tersebut adalah hasil salah kirim yang seharusnya ditujukan kepada istrinya.

Kronologi Pengiriman Video Pornografi oleh Oknum Camat

Korban sangat menyayangkan pembelaan tersebut baru muncul setelah kasusnya mencuat ke publik dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali. Ia juga mengungkapkan bahwa sempat mendapatkan ancaman dari terlapor yang memintanya untuk meminta maaf atas tuduhan mencemarkan nama baik terkait masalah gaji.

Tindakan Tegas Pemerintah Kabupaten Boyolali

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M. Syawalludin, mengonfirmasi bahwa pihak BKPSDM telah melakukan pemanggilan terhadap pelapor maupun terlapor. Berdasarkan klarifikasi sementara, Pemkab Boyolali menilai tidak ada komunikasi lanjutan yang mencurigakan setelah pengiriman video tersebut, sehingga sementara ini pihak pemerintah menganggapnya sebagai kesalahan pengiriman.

Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Boyolali memastikan bahwa tindakan tersebut tetap akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi berupa teguran dari Bupati akan diberikan kepada Camat D sebagai bentuk peringatan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial di masa depan.

Harapan Korban Terhadap Proses Hukum

Korban berharap agar kasus yang dialaminya diproses secara adil sesuai dengan aturan hukum dan etika birokrasi yang berlaku. Selain itu, ia juga mengimbau jika terdapat korban lain dengan modus serupa, agar berani melapor kepada pihak berwenang guna mencegah kejadian berulang.

Kasus Camat di Boyolali kirim video porno ini menjadi pengingat penting bagi para pejabat publik mengenai tanggung jawab moral dalam menjaga etika. Masyarakat kini menanti langkah lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Boyolali terkait sanksi disiplin yang akan diberikan kepada oknum camat tersebut.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja: Fakta Kasusnya
  • Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja: Fakta Kasusnya
  • Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja: Fakta Kasusnya
  • Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja: Fakta Kasusnya
  • Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja: Fakta Kasusnya
  • Camat di Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja: Fakta Kasusnya

Posting Komentar