Culture Festival TelkomGroup 2026: Perkuat Peran Penggiat Budaya dalam Transformasi
RADARGORONTALO.COM - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sukses menyelenggarakan Culture Agent/Culture Booster Meet & Greet (CAMG) sebagai puncak rangkaian Culture Festival TelkomGroup 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Unshaken: Keeping Culture Relatable When Everything Shifts" untuk memperkuat peran penggiat budaya perusahaan.
Acara tersebut dihadiri oleh para senior leaders yang berperan sebagai role model di lingkungan TelkomGroup. Fokus utamanya adalah mengajak para Culture Agent dan Culture Booster menjadikan budaya perusahaan sebagai pegangan utama dalam menjalankan peran mereka sebagai agen perubahan.
CAMG menjadi platform strategis bagi penggerak budaya dari seluruh unit kerja TelkomGroup untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi. Selain menjadi ruang diskusi, acara ini merupakan bentuk apresiasi nyata bagi mereka yang aktif menghidupkan nilai-nilai perusahaan.
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi perusahaan sangat bergantung pada konsistensi budaya. Menurutnya, strategi bisnis hanya akan efektif jika didukung oleh budaya organisasi yang kuat dan dijalankan dalam keseharian.
"Strategi sehebat apa pun akan runtuh jika budaya organisasinya tidak mendukung," ungkap Willy Saelan dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa prinsip "Culture eats strategy for breakfast" adalah kunci agar strategi tidak hanya sekadar rencana di atas kertas.
Membangun Ketangguhan di Era Perubahan Dinamis
Acara ini menghadirkan tokoh inspiratif untuk berbagi perspektif tentang ketangguhan diri dan saling menghargai. Mindfulness Practitioner dari Santosa Indonesia, Adjie Santosoputro, hadir bersama Founder & CEO of Choky Sitohang Speaking Incorporation (ChoSSI), Choky Sitohang.
Adjie Santosoputro menekankan pentingnya memahami bahwa perubahan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan profesional. Ia mengajak peserta untuk memilih sikap terbaik dalam menghadapi tantangan demi menjalankan peran dengan lebih optimal.
Choky Sitohang turut menambahkan bahwa perubahan adalah proses yang krusial bagi individu maupun organisasi. Kebiasaan saling menghargai disebut sebagai kunci memperkuat hubungan antar individu dan menciptakan kolaborasi tim yang lebih solid.
"Perubahan akan lebih mudah dijalani ketika kita saling mendukung, saling menghargai, dan tumbuh bersama sebagai satu tim," ujar Choky di hadapan para peserta. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya ekosistem yang suportif di tengah disrupsi industri telekomunikasi.
Apresiasi atas Konsistensi Budaya TelkomGroup
Sebelum puncak acara, Telkom telah melakukan Culture Assessment yang melibatkan seluruh unit kerja di lingkungan grup. Langkah ini merupakan bentuk evaluasi menyeluruh serta apresiasi terhadap unit yang berhasil menerapkan budaya perusahaan secara konsisten.
Hasil evaluasi tersebut diumumkan melalui ajang Culture Award: Best Corporate Culture Implementation dalam perayaan HUT ke-61 Telkom Indonesia. Witel Suramadu, Telkom Regional 2, Enterprise Business Strategy, Divisi Wholesale Service, dan PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) dinobatkan sebagai pemenang.
Selain pemenang utama, Telkom juga memberikan penghargaan bagi 1st Runner Up dan 2nd Runner Up kepada berbagai unit kerja. Hal ini dilakukan untuk mengapresiasi komitmen mereka dalam menanamkan nilai-nilai perusahaan sehingga memberikan dampak positif bagi bisnis.
Melalui Culture Festival 2026, Telkom menegaskan komitmen untuk menjaga budaya perusahaan agar tetap relevan dalam keseharian. Peran aktif dari para role model, Culture Agent, dan Culture Booster diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam setiap cara kerja dan kolaborasi ke depan.
Di penghujung rangkaian acara, Telkom memberikan penghargaan Best Culture Agent/Culture Booster sebagai bentuk apresiasi bagi individu yang konsisten selama tahun 2025. Penghargaan ini menjadi motivasi agar nilai-nilai perusahaan terus hidup dan diimplementasikan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Posting Komentar