Ad

Departemen Keuangan AS Blokir $99 Juta Pembayaran kepada Orang Meninggal

US Treasury intercepts nearly $99M in payments to deceased people | Fox Business
Departemen Keuangan AS Blokir $99 Juta Pembayaran kepada Orang Meninggal

RADARGORONTALO.COM - Departemen Keuangan Amerika Serikat baru-baru ini berhasil mencegah pembayaran federal senilai hampir $99 juta yang seharusnya tidak didistribusikan kepada individu yang telah meninggal dunia. Langkah strategis ini dilakukan melalui implementasi sistem verifikasi pembayaran baru di bawah arahan langsung pemerintahan Presiden Donald Trump.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi keberhasilan sistem verifikasi tersebut saat tampil dalam program berita "Mornings with Maria". Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah yang lebih luas dalam menargetkan serta meminimalisir tindak penipuan, pemborosan, dan penyalahgunaan anggaran negara.

Landasan Kebijakan dan Mekanisme Verifikasi

Kebijakan ini berlandaskan pada Perintah Eksekutif 14249 yang berjudul "Protecting America's Bank Account Against Fraud, Waste, and Abuse". Departemen Keuangan bersama Biro Layanan Fiskal telah mengimplementasikan proses verifikasi yang cukup ketat untuk memantau aliran dana federal secara real-time.

Dalam pelaksanaannya, sistem baru tersebut telah meninjau lebih dari 885 juta transaksi pembayaran dengan nilai total mencapai kurang lebih $2,77 triliun. Peninjauan menyeluruh ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap sen uang pajak digunakan tepat sasaran sesuai dengan peruntukannya.

Hasil dari pemeriksaan sistematis tersebut berhasil menandai lebih dari 4.900 transaksi dengan total nominal hampir $99 juta yang berkaitan dengan individu yang sudah meninggal. Dana tersebut kemudian dikembalikan kepada lembaga federal asal untuk ditinjau kembali sebelum proses pencairan dana dilakukan.

Strategi Penghematan dan Modernisasi Sistem

Scott Bessent menekankan bahwa upaya ini baru merupakan langkah awal dalam misi pemerintahan untuk mengamankan anggaran nasional dari kebocoran. Pihaknya memproyeksikan dapat menghentikan pembayaran tidak sah hingga mencapai total $350 juta sebelum akhir tahun ini.

Landasan Kebijakan dan Mekanisme Verifikasi

Dalam wawancaranya, Bessent juga mengutip estimasi dari Government Accountability Office (GAO) mengenai potensi kerugian negara akibat pembayaran yang tidak tepat sasaran. GAO memperkirakan angka kebocoran ini bisa mencapai $500 miliar atau sekitar 1,66% dari PDB Amerika Serikat.

Pemerintah berargumen bahwa penghentian pembayaran di sumbernya adalah strategi yang paling efektif dibandingkan mencoba menarik kembali dana yang sudah terlanjur cair. Menarik kembali dana yang telah disalahgunakan dianggap sebagai proses yang sangat sulit, memakan waktu, dan menguras sumber daya.

Terdapat kritik yang dilontarkan mengenai kebijakan di masa pemerintahan sebelumnya terkait pengurangan personel pengawas fraud di HHS. Langkah tersebut dinilai melemahkan pengawasan, sehingga memicu perlunya sistem otomatis yang lebih tangguh di bawah pemerintahan saat ini.

Integrasi Data dan Payung Hukum Permanen

Secara teknis, inisiatif ini sangat bergantung pada akses permanen terhadap "Full Death Master File" milik Social Security Administration. Akses ini sebelumnya diberikan secara terbatas atau sementara selama tiga tahun pada tahun 2021 melalui Consolidated Appropriations Act.

Namun, status akses terhadap basis data kematian tersebut kini telah ditingkatkan menjadi permanen berkat legislasi baru yang disahkan oleh Kongres. Presiden Trump secara resmi menandatangani "Ending Improper Payments to Deceased People Act" pada bulan Februari lalu untuk melegalkan otorisasi ini secara penuh.

Undang-undang tersebut didasarkan pada proyeksi awal yang memperkirakan manfaat bersih sekitar $330 juta antara tahun 2024 hingga 2026. Dengan adanya payung hukum yang permanen, Departemen Keuangan memiliki landasan kuat untuk terus memodernisasi sistem pembayaran federal secara berkelanjutan.

Selain memperkuat perlindungan terhadap penipuan, pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dana publik. Langkah ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi negara untuk melunasi hutang serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Secara keseluruhan, sistem verifikasi ini menandai perubahan paradigma dalam bagaimana pemerintah menangani integritas pembayaran federal. Fokus utama saat ini adalah memastikan bahwa setiap dolar yang dibelanjakan pemerintah benar-benar mencapai penerima yang sah dan masih berhak.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Departemen Keuangan AS Blokir $99 Juta Pembayaran kepada Orang Meninggal
  • Departemen Keuangan AS Blokir $99 Juta Pembayaran kepada Orang Meninggal
  • Departemen Keuangan AS Blokir $99 Juta Pembayaran kepada Orang Meninggal
  • Departemen Keuangan AS Blokir $99 Juta Pembayaran kepada Orang Meninggal
  • Departemen Keuangan AS Blokir $99 Juta Pembayaran kepada Orang Meninggal
  • Departemen Keuangan AS Blokir $99 Juta Pembayaran kepada Orang Meninggal

Posting Komentar