Ad

Dolar AS Tembus Rp18.000, Mendag Siapkan Barter Dagang dengan Filipina

Dolar AS Tembus Rp18.000, Mendag Siapkan Opsi Barter Dagang Terbaru 2026 dengan Filipina
Dolar AS Tembus Rp18.000, Mendag Siapkan Barter Dagang dengan Filipina

RADARGORONTALO.COM - Pelemahan nilai tukar rupiah yang kini menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) telah memicu kekhawatiran baru bagi sektor perdagangan nasional. Merespons kondisi ini, pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa meski ada tekanan mata uang global, performa perdagangan Indonesia saat ini masih tergolong solid. Keyakinan ini didasari oleh tren positif yang terus terjaga pada kinerja ekspor nasional sepanjang tahun berjalan.

Budi memaparkan bahwa pertumbuhan ekspor Indonesia secara tahunan masih mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan sebesar 5,48 persen. Angka tersebut menjadi indikator bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah volatilitas pasar keuangan internasional.

Inovasi Barter Dagang Indonesia dan Filipina

Pemerintah mulai menyiapkan langkah strategis guna meminimalisir dampak fluktuasi nilai tukar terhadap aktivitas ekonomi nasional. Salah satu inovasi konkret yang kini sedang dijajaki adalah penerapan skema imbal dagang atau barter dengan Filipina.

Ide mengenai sistem barter ini muncul setelah pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha asal Filipina dalam rangkaian agenda ASEAN belum lama ini. Kedua negara diketahui menghadapi tantangan serupa, yakni pelemahan mata uang domestik mereka terhadap dolar AS.

Skema imbal dagang ini dirancang sebagai upaya untuk menekan ketergantungan terhadap dolar AS di tengah tren depresiasi nilai tukar rupiah dan peso. Kementerian Perdagangan dilaporkan sudah berhasil menemukan mitra pembeli yang menyatakan kesediaan untuk terlibat dalam kerja sama ini.

Inovasi Barter Dagang Indonesia dan Filipina

Tujuan dan Dampak Transaksi Nontunai

Penandatanganan kontrak resmi untuk skema imbal dagang tersebut dijadwalkan akan terlaksana pada tanggal 12 Juni mendatang. Inisiatif ini diharapkan mampu memastikan arus barang tetap berjalan lancar tanpa terbebani oleh biaya konversi mata uang yang tinggi.

Rencana kerja sama ini diharapkan menjadi solusi alternatif bagi para pengusaha untuk tetap menjalankan aktivitas perdagangan internasional secara efektif. Momen penandatanganan di pertengahan Juni nanti akan menjadi tonggak awal dimulainya mekanisme transaksi nontunai antar kedua negara.

Mitigasi Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Industri

Melemahnya nilai tukar rupiah secara otomatis berdampak pada naiknya biaya impor bahan baku industri, termasuk komponen pupuk, kedelai, hingga suku cadang. Mendag memastikan bahwa pemerintah terus memantau ketersediaan pasokan agar tetap mencukupi kebutuhan pasar domestik.

Kementerian Perdagangan kini secara intensif menjalin komunikasi dengan para produsen untuk menjaga kelancaran aktivitas produksi nasional. Langkah mitigasi ini diambil untuk mencegah terjadinya kelangkaan barang atau kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali di masyarakat.

Data dari Refinitiv menunjukkan bahwa depresiasi nilai tukar rupiah terjadi dalam waktu yang relatif sangat singkat di pasar keuangan. Hanya dalam kurun waktu 59 hari kalender, mata uang Garuda telah menyusut sekitar Rp1.000 per dolar AS hingga menembus level Rp18.000.

Meski tekanan eksternal cukup berat, pemerintah tetap optimis bahwa melalui diversifikasi metode transaksi seperti barter, beban industri dapat dikurangi secara signifikan. Fokus utama saat ini tetap tertuju pada memastikan ketersediaan bahan baku dalam negeri tidak terganggu akibat lonjakan harga impor.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dolar AS Tembus Rp18.000, Mendag Siapkan Barter Dagang dengan Filipina
  • Dolar AS Tembus Rp18.000, Mendag Siapkan Barter Dagang dengan Filipina
  • Dolar AS Tembus Rp18.000, Mendag Siapkan Barter Dagang dengan Filipina
  • Dolar AS Tembus Rp18.000, Mendag Siapkan Barter Dagang dengan Filipina
  • Dolar AS Tembus Rp18.000, Mendag Siapkan Barter Dagang dengan Filipina
  • Dolar AS Tembus Rp18.000, Mendag Siapkan Barter Dagang dengan Filipina

Posting Komentar