Gempa Bumi M5,2 – 260 km BaratLaut KEP-SANGIHE-SULUT: Info Resmi BMKG
RADARGORONTALO.COM - Pada hari Rabu, 22 Juli 2026, wilayah Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara diguncang oleh peristiwa tektonik yang cukup signifikan. Fenomena Gempa bumi M5,2 – 260 km BaratLaut KEP-SANGIHE-SULUT ini tercatat terjadi tepat pada pukul 01.33.21 WIB.
Berdasarkan hasil analisis pemutakhiran data oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), parameter gempa mengalami penyesuaian dari laporan awal. Magnitudo gempa bumi kini tercatat sebesar M 4.9 dengan kedalaman hiposenter berada pada 30 kilometer.
Analisis Tektonik dan Lokasi Episentrum
Episentrum gempa bumi ini terletak pada koordinat 5.70° Lintang Selatan dan 125.42° Bujur Timur. Lokasi spesifik ini berada di laut, tepatnya pada jarak 211 kilometer ke arah Barat Laut dari Pulau Karatung.
Jika meninjau dari kedalaman hiposenter dan lokasinya, gempa ini dikategorikan sebagai jenis gempa bumi dangkal. Fenomena ini dipicu oleh adanya aktivitas deformasi batuan yang terjadi secara alami di dasar laut.
Analisis mendalam mengenai mekanisme sumber gempa juga menunjukkan adanya pergerakan lempeng tektonik di bawah laut. Hasil kajian teknis mengungkapkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme sesar naik geser atau dikenal dengan istilah oblique thrust fault.
Dampak Guncangan dan Status Tsunami
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap waspada meski tidak ada ancaman bencana ikutan yang membahayakan. Hasil pemodelan resmi dari BMKG mengonfirmasi bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI bagi wilayah pesisir sekitar.
Guncangan gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas yang berbeda-beda di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara. Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), wilayah Kepulauan Marore di Kepulauan Sangihe merasakan getaran dengan skala III MMI.
Pada skala III MMI tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk yang berlalu melintas. Selain itu, wilayah Miangas di Kepulauan Talaud melaporkan getaran skala II MMI yang menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Langkah Mitigasi dan Informasi Resmi
Hingga pukul 01.50 WIB, tim monitoring BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock di sekitar lokasi. Pihak BMKG terus melakukan pemantauan ketat terhadap aktivitas seismik di wilayah tersebut untuk memberikan pembaruan informasi terkini.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sangat penting untuk selalu menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa bumi guna mencegah risiko cedera.
Pastikan seluruh informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi keasliannya. Anda dapat mengakses data terbaru melalui media sosial @infoBMKG, situs resmi www.bmkg.go.id, atau aplikasi mobile Infobmkg dan WRS-BMKG.

Posting Komentar