Ad

Lonjakan Proyek Carbon Capture di AS: Antara Subsidi Miliaran dan Ketakutan Warga Lokal

‘Huge wave’ of carbon storage projects causes alarm in small-town USA as oil firms eye billions in subsidies | Carbon capture and storage (CCS) | The Guardian
Lonjakan Proyek Carbon Capture di AS: Antara Subsidi Miliaran dan Ketakutan Warga Lokal

RADARGORONTALO.COM - Gelombang proyek penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS) kini melanda Amerika Serikat, didorong oleh insentif pajak yang sangat menggiurkan bagi perusahaan energi. Meskipun para pendukung mengklaim teknologi ini sebagai kunci untuk memerangi pemanasan global, puluhan proyek yang sedang dalam tahap pengembangan justru memicu ketegangan di berbagai kota kecil di seluruh negeri.

Salah satu titik api ketegangan berada di Clymers, Indiana, di mana warga lokal merasa keberadaan proyek penyimpanan karbon mengancam keselamatan dan masa depan kota mereka. Melissa Harrison, seorang penduduk setempat, khawatir bahwa rencana penguburan karbon di bawah tanah akan menjadi akhir dari komunitas tempat keluarganya menetap selama beberapa generasi.

Harrison menyoroti bahwa kota Clymers telah menanggung beban lingkungan yang berat akibat fasilitas pertanian industri, termasuk pabrik etanol yang kini mengusulkan proyek penyimpanan tersebut. Menurutnya, komunitas mereka sudah berjuang menghadapi masalah air sumur yang tercemar, kurangnya fasilitas saluran pembuangan, dan tingkat kemiskinan yang tinggi.

Di sisi lain, perusahaan pengusul proyek, The Andersons Renewables, bersikeras bahwa teknologi ini aman dan telah melalui proses perizinan serta pemantauan yang ketat. Dalam pernyataan resminya, mereka menjelaskan rencana untuk menangkap emisi CO2 dari proses produksi etanol, mengompresinya, dan menyuntikkannya hingga kedalaman lebih dari 3.000 kaki ke dalam formasi geologi.

Fenomena ini didukung oleh kebijakan federal Amerika Serikat yang memberikan subsidi besar-besaran untuk mendorong penggunaan CCS. Melalui Inflation Reduction Act, pemerintahan Biden melanjutkan program kredit pajak yang memungkinkan perusahaan menerima hingga $85 per ton karbon yang disimpan, sebuah insentif yang juga dipertahankan oleh pemerintahan Trump.

Brad Johnston, analis dari perusahaan data energi Enverus, menyebut lonjakan ini sebagai sebuah "gelombang besar" yang akan segera mendapatkan persetujuan untuk konstruksi. Banyak perusahaan berlomba-lomba mengajukan izin karena keuntungan dari kredit pajak tersebut seringkali menyaingi pendapatan utama mereka dari penjualan etanol itu sendiri.

‘Huge wave’ of carbon storage projects causes alarm in small-town USA as oil firms eye billions in subsidies | Carbon capture and storage (CCS) | The Guardian 2

Namun, kelompok lingkungan hidup mengkritik keras proyek-proyek ini karena dianggap hanya menjadi subsidi terselubung bagi industri minyak dan gas tanpa memberikan pengurangan emisi yang berarti. Kerwin Olson, direktur eksekutif Citizens Action Coalition di Indiana, menegaskan bahwa keuntungan finansial dari proyek ini sangat fantastis dan berisiko hanya mengejar uang semata.

Kekhawatiran publik semakin meningkat mengingat risiko lingkungan yang melekat pada teknologi CCS, seperti potensi gempa bumi dan kontaminasi tabel air. Para ahli mengingatkan bahwa penyimpanan karbon tidak bebas risiko, dan kegagalan dalam sistem ini dapat membawa konsekuensi kesehatan yang fatal bagi komunitas di sekitarnya.

Beberapa insiden di masa lalu telah memperkuat ketakutan warga, seperti kebocoran yang terjadi pada proyek penangkapan karbon komersial pertama di Illinois pada tahun 2024. Selain itu, pecahnya pipa karbon dioksida di Mississippi pada tahun 2020 menyebabkan evakuasi massal dan puluhan orang harus dilarikan ke rumah sakit karena keracunan massal.

Charles Harvey, seorang profesor teknik sipil dan lingkungan di MIT, secara terbuka menyatakan skeptisismenya terhadap strategi ini dan membandingkan rasa bersalahnya dengan penemuan bom atom. Ia berpendapat bahwa emisi CO2 akan jauh lebih efektif jika ditangani melalui investasi langsung pada energi terbarukan daripada sekadar menyubsidi praktik industri yang sudah ada.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, pihak operator proyek menekankan bahwa mereka sangat berhati-hati dalam merancang sistem untuk menghindari kegagalan teknis. Mereka berpendapat bahwa kegagalan lebih lanjut akan sangat merugikan industri CCS, sehingga para operator cenderung membangun infrastruktur dengan standar keamanan yang melampaui kebutuhan dasar.

Di Clymers, penolakan warga tetap kuat, terutama dengan adanya tekanan dari perusahaan agar pemilik tanah menerima pembayaran tahunan sebagai ganti penggunaan lahan mereka. Petani lokal seperti Dennis Crume menolak menandatangani kesepakatan tersebut karena ia sangat mengkhawatirkan keselamatan sumur air dan lingkungan bagi cucu-cucunya di masa depan.

Situasi di Clymers mencerminkan konflik nasional yang lebih luas mengenai bagaimana Amerika Serikat harus menyeimbangkan kebutuhan mendesak untuk mengatasi perubahan iklim dengan perlindungan terhadap hak-hak komunitas kecil. Masa depan teknologi penangkapan karbon kini bergantung pada apakah industri dapat membuktikan keamanan operasionalnya atau justru akan terus menghadapi penolakan keras dari masyarakat.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Lonjakan Proyek Carbon Capture di AS: Antara Subsidi Miliaran dan Ketakutan Warga Lokal
  • Lonjakan Proyek Carbon Capture di AS: Antara Subsidi Miliaran dan Ketakutan Warga Lokal
  • Lonjakan Proyek Carbon Capture di AS: Antara Subsidi Miliaran dan Ketakutan Warga Lokal
  • Lonjakan Proyek Carbon Capture di AS: Antara Subsidi Miliaran dan Ketakutan Warga Lokal
  • Lonjakan Proyek Carbon Capture di AS: Antara Subsidi Miliaran dan Ketakutan Warga Lokal
  • Lonjakan Proyek Carbon Capture di AS: Antara Subsidi Miliaran dan Ketakutan Warga Lokal

Posting Komentar