Inspirasi Fajar Novario, Pemenang Logo HUT ke-81 RI Asal Padang
RADARGORONTALO.COM - Fajar Novario, co-founder Auman Design Bureau asal Padang, Sumatera Barat, baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan memenangkan desain logo HUT ke-81 RI. Keberhasilannya ini menjadi bukti nyata bahwa talenta kreatif dari luar Pulau Jawa memiliki kemampuan untuk bersaing di kancah nasional.
Pengumuman kemenangan Fajar dilakukan pada Rabu (15/7) setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat dan transparan. Seleksi tersebut meliputi kurasi portofolio, wawancara mendalam, serta masa pendampingan intensif selama empat minggu sebelum masuk ke tahap pemungutan suara publik.
Logo hasil karya tim Fajar berhasil mengungguli kandidat lain dengan perolehan suara yang cukup signifikan. Desain ini sukses meraih 44,73 persen suara dari total 68.569 pemilih yang berpartisipasi dalam periode pemilihan selama lima hari.
Mengangkat konsep "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh", desain ini dinilai merepresentasikan semangat bangsa Indonesia dengan sangat baik. Fajar mengaku sangat bersyukur, bahkan sejak masuk dalam lima besar finalis, ia sudah merasa pencapaian tersebut sangat istimewa bagi timnya.
Mendobrak Dominasi Desain dari Pulau Jawa
Fajar menyadari bahwa selama ini kompetisi desain tingkat nasional cenderung didominasi oleh peserta dari kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta dan Bandung. Keberhasilannya sebagai desainer asal Padang menjadi anomali positif yang memberikan harapan baru bagi komunitas kreatif di luar Jawa.
Pria berusia 27 tahun ini menegaskan bahwa setiap desainer, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi negara. Ia berpendapat bahwa visi Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) untuk memeratakan ekosistem desain di nusantara kini semakin relevan.
Pesan Fajar Novario untuk Desainer Daerah
Dalam pernyataannya, Fajar mengajak para desainer daerah untuk membuang jauh-jauh rasa minder atau skeptis terhadap kemampuan diri sendiri. Ia menekankan bahwa selama proses kompetisi memiliki legitimasi dan kredibilitas yang kuat, para desainer lokal harus berani tampil.
Menurut Fajar, kepercayaan diri adalah kunci utama untuk mulai berkontribusi pada ekosistem desain nasional. "Pede aja sih, yang penting apa yang kita kasih, kita berkontribusi ke ekosistem desain ini," ungkapnya untuk memotivasi rekan sejawatnya di berbagai daerah.
Selain memotivasi desainer, Fajar juga memberikan catatan penting bagi pemerintah daerah terkait pemberdayaan industri kreatif lokal. Banyak talenta berbakat di pelosok negeri yang saat ini belum mendapatkan ruang atau wadah yang layak untuk menunjukkan karyanya.
Pentingnya Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Talenta Lokal
Fajar menilai pemerintah daerah seharusnya mulai membangun basis data dan mempererat kolaborasi dengan pelaku industri kreatif di wilayahnya masing-masing. Langkah ini sangat krusial agar kebutuhan desain daerah tidak selalu harus bergantung pada penyedia jasa dari kota-kota besar.
Kemenangan ini sekaligus mengalahkan empat karya finalis hebat lainnya, yakni David Wirawan P (Surakarta), Kanda Putra (Denpasar), Rizkiawan (Malang), dan Tiffany Djohan (Batam). Masing-masing finalis membawa narasi kuat, mulai dari "8 Harapan, 1 Tujuan" hingga konsep "Demokrasi dan Kemandirian".
Ke depan, Fajar berharap keberhasilannya dapat menjadi pemantik bagi pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam menjangkau talenta lokal. Dengan sinergi yang tepat, ia yakin bahwa potensi kreatif di daerah akan semakin terlihat dan diakui secara luas.

Posting Komentar