KPU Tetapkan 1,94 Juta Pemilih Luar Negeri untuk Pemilu 2029 dan Aktifkan Kembali 2 PPLN
RADARGORONTALO.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi mengungkapkan data terbaru mengenai jumlah pemilih luar negeri yang dipersiapkan untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Tercatat sebanyak 1.948.598 warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri telah masuk dalam daftar pemilih hasil sinkronisasi.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ketua Divisi Data dan Informasi KPU, Betty Epsilon Idrus, dalam rapat pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tingkat Nasional Semester I Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor KPU, Jakarta Pusat, pada Senin (20/7/2026).
Distribusi Data dan Pengaktifan Kembali PPLN
Data pemilih luar negeri tersebut nantinya akan tersebar di 131 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di berbagai negara. Betty menjelaskan bahwa terdapat penambahan jumlah PPLN dari yang sebelumnya hanya berjumlah 129 kantor perwakilan.
Penambahan tersebut terjadi karena KPU memutuskan untuk mengaktifkan kembali dua PPLN yang sempat tidak beroperasi. Dua wilayah tersebut adalah Sana'a di Yaman dan Pyongyang di Korea Utara.
Ketua KPU, Mochammad Afifuddin, menegaskan bahwa penambahan ini bukanlah pembentukan wilayah pemilihan baru bagi WNI. Langkah ini merupakan bentuk pemulihan fungsi PPLN yang sebelumnya sempat vakum karena situasi tertentu.
Afifuddin menjelaskan bahwa PPLN di Sana'a sempat tidak aktif karena adanya situasi konflik perang yang terjadi di wilayah Yaman saat itu. Meskipun demikian, KPU tetap berkomitmen untuk melayani hak pilih warga negara di mana pun mereka berada.
Terkait dengan PPLN di Pyongyang, Afifuddin tidak memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan pengaktifan kembali wilayah tersebut. Namun, ia memastikan bahwa keberadaan PPLN selalu mempertimbangkan jumlah WNI dan koordinasi dengan perwakilan diplomatik di negara terkait.
Sinkronisasi Data Pemilih Nasional
Selain data pemilih luar negeri, KPU RI juga telah menetapkan jumlah total pemilih dalam rekapitulasi PDPB tingkat nasional semester I tahun 2026. Total pemilih yang terdata secara keseluruhan mencapai 214.354.667 orang.
Betty Epsilon Idrus merinci bahwa jumlah pemilih tersebut terdiri dari 49,85 persen laki-laki dan 50,15 persen perempuan. Data ini menunjukkan komposisi pemilih yang cukup berimbang antara kedua gender.
Jika dibandingkan dengan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) pada semester II 2025, terjadi peningkatan jumlah pemilih sebesar 1,17 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan dinamika kependudukan yang terus diperbarui oleh KPU secara berkala.
Mayoritas pemilih dalam data tersebut, yakni sebanyak 212.406.069 orang, berada di dalam negeri. Para pemilih domestik ini tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.285 kecamatan, dan 83.737 desa atau kelurahan.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Pemilu 2029
Keberadaan PPLN di masa depan akan terus dimutakhirkan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Afifuddin menegaskan bahwa KPU akan terus memperbarui data sesuai dengan perkembangan diplomasi dan ketersediaan perwakilan RI di luar negeri.
Proses pemutakhiran data ini menjadi krusial untuk memastikan setiap WNI memiliki hak pilih yang terjamin pada Pemilu 2029. KPU berkomitmen untuk terus menjaga integritas data pemilih agar proses demokrasi berjalan dengan inklusif dan akurat.

Posting Komentar