Ad

Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun Usai Perjuangan Panjang

Petinju Prichard Colon Meninggal di Usia 33 usai 11 Tahun Alami Cedera Otak
Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun Usai Perjuangan Panjang

RADARGORONTALO.COM - Dunia tinju internasional kembali diselimuti duka mendalam atas kepergian salah satu talenta berbakatnya, Prichard Colon. Petinju asal Puerto Rico tersebut mengembuskan napas terakhir pada usia 33 tahun, hampir 11 tahun setelah mengalami cedera otak parah dalam sebuah pertandingan.

Kabar duka tersebut disampaikan secara langsung oleh sang ayah, Richard Colon, melalui unggahan media sosial Facebook pada Kamis (13/8/2026). Hingga saat ini, penyebab spesifik kematian Colon belum diumumkan secara resmi oleh pihak keluarga, meskipun berbagai sumber seperti ESPN dan talkSPORT telah mengonfirmasi berita kehilangan ini.

Pesan Haru dari Keluarga

Dalam pesan yang menyentuh hati, Richard Colon mengungkapkan rasa kehilangannya yang sangat mendalam atas kepergian putranya. Ia menyampaikan bahwa Prichard kini telah berada di tempat yang lebih baik setelah menjalani masa-masa yang penuh dengan tantangan medis yang berat.

Richard mengaku sempat memiliki keinginan besar untuk membawa putranya berlibur ke Puerto Rico, sebuah mimpi yang sayangnya tidak dapat terwujud hingga akhir hayat Prichard. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama belasan tahun telah memberikan cinta dan doa bagi kesembuhan putranya.

Mengenang Karier Prichard Colon

Sebelum tragedi tersebut terjadi, Prichard Colon dikenal sebagai petinju muda yang memiliki masa depan sangat cerah di kancah profesional. Ia memasuki pertarungan terakhirnya dengan catatan karier yang mengesankan, yakni rekor sempurna 16 kemenangan tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Dominasi Colon di atas ring juga dibuktikan dengan catatan 13 kemenangan melalui knockout (KO) yang membawanya menjadi prospek panas di dunia tinju. Namun, pertarungan melawan Terrel Williams di Fairfax, Virginia, pada Oktober 2015 menjadi titik balik yang mengubah seluruh jalan hidupnya.

Tragedi di Atas Ring

Pertarungan tersebut berjalan dengan tensi tinggi dan melibatkan aksi jual beli pukulan yang cukup intens di antara kedua petinju. Dalam jalannya pertandingan, Colon berulang kali menerima pukulan telak di bagian belakang kepala yang sangat membahayakan kondisi saraf.

Akibat tindakan tersebut, wasit sempat memberikan pengurangan satu poin kepada Terrel Williams pada ronde ketujuh karena pelanggaran rabbit punch atau pukulan ke belakang kepala. Sayangnya, akumulasi dari pukulan-pukulan tersebut memberikan dampak traumatis yang fatal bagi kesehatan neurologis sang petinju.

Cedera Otak dan Masa Kritis

Pada ronde kesembilan, Colon terjatuh dan akhirnya dinyatakan kalah melalui diskualifikasi setelah terjadi kesalahpahaman instruksi di sudut ringnya. Sesaat setelah turun dari ring, kondisi fisik Colon menurun drastis, disertai gejala muntah sebelum ia akhirnya ambruk di ruang ganti.

Pesan Haru dari Keluarga

Tim medis segera melarikan Colon ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat karena kondisinya yang kian memburuk. Dokter mendiagnosis bahwa ia menderita hematoma subdural, yakni pendarahan serius di sekitar otak yang memerlukan tindakan operasi segera.

Perjuangan Panjang Pasca-Koma

Colon harus menjalani prosedur operasi darurat untuk mengurangi tekanan intrakranial yang mengancam nyawanya akibat pendarahan tersebut. Pasca-operasi, ia terpaksa menjalani masa koma yang sangat panjang, yakni selama 221 hari, yang sekaligus menandai berakhirnya karier profesionalnya dengan rekor 16-1.

Setelah berhasil terbangun dari koma, Colon harus menghadapi kenyataan pahit berupa kerusakan neurologis berat yang mengubah kesehariannya secara total. Ia kehilangan kemampuan untuk berjalan dan berbicara normal, sehingga membutuhkan perawatan medis intensif selama 24 jam penuh.

Dukungan Keluarga yang Tak Terputus

Selama hampir 11 tahun setelah kejadian tersebut, keluarga Colon menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendampingi masa pemulihannya. Pada tahun 2023, hampir delapan tahun setelah cedera, Colon dilaporkan masih menjalani perawatan dengan dukungan penuh dari orang-orang terkasihnya.

Kini, perjuangan panjang yang penuh dengan rasa sabar dan ketabahan tersebut akhirnya berakhir dengan kepergiannya di usia 33 tahun. Ia meninggalkan warisan tentang bagaimana seorang atlet menghadapi tragedi hidup dengan keberanian luar biasa.

Penghormatan dari Organisasi Tinju Dunia

Kepergian Prichard Colon memicu gelombang penghormatan dari berbagai organisasi tinju dunia yang mengakui ketangguhannya. Presiden WBO, Gustavo Olivieri, mengenang Prichard sebagai sosok yang memiliki semangat juang dan keberanian luar biasa dalam hidupnya.

Olivieri menyatakan bahwa kisah hidup Prichard telah melampaui batas-batas ring tinju dan menyentuh hati banyak orang di komunitas olahraga global. Ia menambahkan bahwa selama bertahun-tahun, dunia tinju terus memberikan rasa hormat dan harapan bagi perjuangan Colon.

Warisan Seorang Pejuang

Organisasi WBC juga memberikan penghormatan khusus kepada Colon dengan menyebutnya sebagai pejuang sejati yang kekuatannya menginspirasi banyak orang. Sementara itu, WBA memberikan pernyataan bahwa Prichard adalah seorang petarung dalam segala arti kehidupan, bukan hanya di atas ring.

WBA menegaskan bahwa Prichard meninggalkan pelajaran yang sangat mendalam tentang nilai kehidupan dan ketangguhan bagi semua orang. Komunitas tinju dunia saat ini tengah berduka atas kehilangan sosok yang kisahnya akan terus diingat oleh para penggemar olahraga bela diri di seluruh dunia.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun Usai Perjuangan Panjang
  • Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun Usai Perjuangan Panjang
  • Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun Usai Perjuangan Panjang
  • Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun Usai Perjuangan Panjang
  • Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun Usai Perjuangan Panjang
  • Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun Usai Perjuangan Panjang

Posting Komentar