Ad

Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat

Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat
Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat

RADARGORONTALO.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketangguhan sistem perlindungan sosial Indonesia dalam sebuah taklimat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026). Kebijakan ini merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam menjalankan program nol persen kemiskinan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyatakan bahwa program prorakyat ini adalah afirmasi bahwa Indonesia merupakan negara kuat yang tidak boleh dipandang remeh. Program bantuan pangan ini dirancang untuk menjangkau 33,24 juta keluarga yang berada di desil 1, 2, 3, dan 4.

Presiden Prabowo memaparkan bahwa setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama 3 bulan. "Tunjukkan negara mana seperti kita? Pasti ada yang lebih hebat, tapi untuk bangsa Indonesia, not bad, kita kuat dan akan lebih kaya," ungkap Presiden.

Detail dan Nilai Manfaat Bantuan Pangan

Pemerintah telah menghitung bahwa program bantuan pangan tahap pertama di tahun 2026 ini memiliki nilai ekonomi yang cukup signifikan bagi penerimanya. Paket bantuan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng tersebut diestimasikan setara dengan Rp 179.278 per bulan bagi setiap KPM.

Presiden Prabowo menekankan bahwa pencapaian sistem perlindungan sosial saat ini merupakan hasil akumulasi pembangunan dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Ia memandang transformasi bangsa sebagai sebuah proses panjang atau long march yang harus terus dilestarikan dan disempurnakan.

Evaluasi Program Tahap Pertama

Pelaksanaan program bantuan pangan tahap pertama, yang mencakup alokasi bulan Februari dan Maret, telah resmi dituntaskan pada akhir Juni lalu. Pemerintah berhasil menyalurkan total 664,88 ribu ton beras dan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng kepada masyarakat yang membutuhkan.

Implikasi positif dari penyaluran bantuan ini terlihat pada tingkat inflasi beras yang tetap terkendali hingga bulan Juni. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras secara tahunan (year-on-year/yoy) berada di angka 3,98 persen, melandai dibandingkan bulan Mei 2026 yang mencapai 4,55 persen.

Detail dan Nilai Manfaat Bantuan Pangan

Pergerakan harga beras di tingkat bulanan (month-to-month/mtm) hingga Juni 2026 juga tetap terjaga di level 0,45 persen. Indeks yang berada di bawah 1 persen ini mencerminkan stabilitas harga beras di pasar domestik yang relatif terkendali.

Kesiapan Badan Pangan Nasional dan Stok Bulog

Sebagai langkah keberlanjutan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) kini tengah mematangkan kesiapan pelaksanaan program bantuan pangan tahap kedua untuk alokasi Juli hingga September. Kesiapan ini didukung oleh ketersediaan stok beras pemerintah di Perum Bulog yang saat ini berada di level tertinggi sepanjang sejarah.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengonfirmasi bahwa stok beras pemerintah saat ini mencapai 5,2 juta ton. "Ini stok tertinggi sepanjang sejarah merdeka, dan atas arahan Bapak Presiden, kita akan segera gelontorkan untuk masyarakat," ucap Amran.

Amran juga menambahkan bahwa beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi dalam dua tahun terakhir berkat keberhasilan swasembada. Di saat harga dunia sedang melonjak akibat ketegangan di Selat Hormuz, Indonesia berhasil menjaga stabilitas harga beras domestik.

Target Penyaluran dan Anggaran Tambahan

Program bantuan pangan tahap kedua direncanakan mulai disalurkan secara sekaligus atau one shoot pada bulan Agustus mendatang. Sebanyak 997,2 ribu ton beras telah disiapkan untuk didistribusikan kepada 33,24 juta KPM dengan alokasi tiga bulan.

Jika dikalkulasikan, realisasi bantuan tahap pertama dan target tahap kedua akan menjadikan total bantuan pangan tahun 2026 mencapai 1,66 juta ton. Jumlah ini meningkat tajam hingga 133,83 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebanyak 710,78 ribu ton.

Pemerintah kini sedang menunggu proses transfer Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk memulai penyaluran di bulan Agustus. Bapanas sedang menantikan hasil reviu dari Kementerian Keuangan sebelum memberikan penugasan resmi kepada Perum Bulog sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat
  • Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat
  • Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat
  • Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat
  • Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat
  • Presiden Prabowo: Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga, Bukti Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Kuat

Posting Komentar