Ad

Depot Bensin Eceran Pinggir Jalan Disorot Pemkot Gorontalo

Depot Bensin Eceran Pinggir Jalan Disorot Pemkot Gorontalo, Ini yang Dikhawatirkan
Depot Bensin Eceran Pinggir Jalan Disorot Pemkot Gorontalo

RADARGORONTALO.COM - Pemerintah Kota Gorontalo menyoroti maraknya aktivitas penjualan bahan bakar minyak (BBM) secara eceran di depot-depot pinggir jalan yang dinilai berkaitan erat dengan persoalan distribusi BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Fenomena ini mencuat di tengah situasi antrean panjang kendaraan yang masih kerap terjadi di beberapa SPBU wilayah Gorontalo.

Pelaksana tugas (Plt) Asisten II Pemerintah Kota Gorontalo, Abdulhafidz Daud, menegaskan bahwa keberadaan depot bensin eceran di pinggir jalan berpotensi menjadi cerminan dari penyaluran BBM yang tidak sesuai peruntukannya. Menurutnya, pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan setiap liter BBM yang disalurkan benar-benar sampai ke tangan konsumen yang berhak.

Kekhawatiran Penyalahgunaan Rekomendasi BBM Bersubsidi

Salah satu isu paling krusial yang disorot Pemkot Gorontalo adalah potensi penyalahgunaan BBM yang diperoleh melalui surat rekomendasi untuk sektor industri, pertanian, dan perikanan. Rekomendasi tersebut seharusnya menjadi fasilitas kemudahan bagi pelaku usaha di sektor produktif, bukan pintu masuk untuk praktik penyelewengan.

Abdulhafidz mengungkapkan kekhawatiran bahwa BBM yang diperoleh melalui jalur rekomendasi itu justru dijual kembali oleh oknum tertentu melalui depot-depot eceran di pinggir jalan. Praktik semacam ini tidak hanya merugikan konsumen yang membutuhkan BBM di SPBU resmi, tetapi juga menggerus kuota yang sudah ditetapkan secara nasional.

Untuk mencegah penyalahgunaan tersebut, pemerintah diminta bersikap lebih selektif dalam menerbitkan surat rekomendasi pembelian BBM. Proses verifikasi penerima rekomendasi perlu diperketat agar hanya pelaku usaha yang benar-benar bergerak di sektor yang dituju yang mendapatkan fasilitas tersebut.

Pengawasan Barcode Kendaraan di SPBU Akan Diperketat

Selain persoalan depot eceran, Pemkot Gorontalo juga menyoroti praktik penggunaan barcode kendaraan yang tidak sesuai saat pengisian BBM di SPBU. Setiap kendaraan yang melakukan pengisian diwajibkan menggunakan barcode miliknya sendiri, bukan barcode milik kendaraan lain.

Penggunaan barcode lintas kendaraan dinilai dapat merusak akurasi data kuota BBM yang telah ditetapkan. Jika dibiarkan, praktik ini akan mempersulit pemantauan distribusi dan membuka celah bagi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kuota secara tidak sah.

Kekhawatiran Penyalahgunaan Rekomendasi BBM Bersubsidi

Pemerintah Kota Gorontalo berkomitmen memperketat pengawasan penggunaan barcode tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketepatan sasaran penyaluran BBM. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan kebocoran kuota yang selama ini menjadi salah satu faktor pemicu kelangkaan di SPBU.

Pengelola SPBU Dorong Monitoring Kuota oleh Pertamina

Di sisi lain, para pengelola SPBU di Gorontalo turut menyuarakan perlunya monitoring kuota BBM secara berkala oleh pihak Pertamina. Pemantauan rutin ini dinilai penting untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi penyaluran BBM di masing-masing SPBU.

Dengan adanya monitoring berkala, Pertamina dan pemerintah daerah dapat lebih cepat mengidentifikasi anomali dalam distribusi, termasuk jika ada indikasi kuota yang terserap lebih cepat dari seharusnya. Data yang akurat dari proses monitoring tersebut juga akan mempermudah pengambilan keputusan terkait penambahan kuota di titik-titik yang memang membutuhkan.

Respons Pemkot: Tindak Lanjut Bersama Pihak Terkait

Merespons berbagai masukan dari pengelola SPBU dan laporan di lapangan, Abdulhafidz Daud memastikan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo akan segera menindaklanjuti seluruh persoalan tersebut bersama pihak-pihak terkait. "Harapan-harapan dari para pengelola SPBU itu insya Allah akan kita tindaklanjuti di tingkat Pemerintah Kota Gorontalo," ujar Abdulhafidz.

Tindak lanjut itu mencakup evaluasi mekanisme penerbitan rekomendasi BBM, penguatan sistem barcode, serta koordinasi dengan Pertamina untuk monitoring kuota yang lebih konsisten. Pemerintah berharap langkah-langkah ini dapat memulihkan kelancaran distribusi BBM dan menekan antrean di SPBU.

Stok BBM Gorontalo Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun

Di tengah berbagai persoalan distribusi yang sedang dibenahi, Abdulhafidz memastikan bahwa pasokan BBM di Kota Gorontalo, baik jenis bensin maupun solar, saat ini masih berada dalam kondisi aman. Persediaan tersebut bahkan diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026.

Pernyataan ini penting untuk meredam kekhawatiran masyarakat yang mungkin terpancing melakukan pembelian berlebihan akibat informasi simpang siur. Pemerintah mengimbau warga untuk tetap tenang dan melakukan pengisian BBM di SPBU resmi sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga kelancaran distribusi bagi semua pihak.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Depot Bensin Eceran Pinggir Jalan Disorot Pemkot Gorontalo
  • Depot Bensin Eceran Pinggir Jalan Disorot Pemkot Gorontalo
  • Depot Bensin Eceran Pinggir Jalan Disorot Pemkot Gorontalo
  • Depot Bensin Eceran Pinggir Jalan Disorot Pemkot Gorontalo
  • Depot Bensin Eceran Pinggir Jalan Disorot Pemkot Gorontalo
  • Depot Bensin Eceran Pinggir Jalan Disorot Pemkot Gorontalo

Posting Komentar