Dorong Stimulus Pemerintah untuk Bangun Kapal di Dalam Negeri: Strategi Penguatan Maritim
RADARGORONTALO.COM - Industri galangan kapal nasional saat ini tengah mendesak pemerintah untuk segera memberikan stimulus konkret guna memacu pembangunan kapal baru di dalam negeri. Dukungan ini dinilai sangat krusial untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas galangan domestik sekaligus memperkuat ekosistem industri maritim nasional yang lebih berdaya saing.
Dalam gelaran Rapat Umum Anggota (RUA) Iperindo Tahun 2026 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, Ketua Umum Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Anita Puji Utami, menyampaikan urgensi dukungan kebijakan pemerintah. Ia menekankan bahwa industri galangan kapal masih menghadapi berbagai tantangan operasional yang memerlukan intervensi regulasi agar iklim usaha menjadi lebih kompetitif.
Salah satu poin utama yang disuarakan adalah kebutuhan mendesak akan kebijakan fiskal dan pembiayaan yang lebih ramah bagi pelaku industri perkapalan. Anita menjelaskan bahwa industri membutuhkan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN), usulan penerapan pajak penghasilan (PPh) final, serta dukungan fasilitas pembiayaan dengan suku bunga rendah untuk operasional.
Investasi di sektor galangan kapal diketahui memiliki karakteristik yang sangat padat modal. Fasilitas produksi dan pengembangan sumber daya manusia memerlukan pemeliharaan berkelanjutan, sehingga kepastian pesanan menjadi faktor vital bagi kesinambungan utilisasi industri tersebut.
Oleh karena itu, Iperindo mendorong agar kebutuhan pengadaan kapal di Indonesia semakin banyak dipenuhi oleh galangan nasional. Hal ini mencakup berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan pemeliharaan dan perbaikan, proses refurbishment, hingga pembangunan kapal baru untuk berbagai keperluan logistik.
Peningkatan pembangunan kapal di dalam negeri tidak hanya menuntut kesiapan sisi galangan, tetapi juga dukungan bagi perusahaan pelayaran. Pemerintah diharapkan mampu memberikan stimulus kepada perusahaan pelayaran yang memilih membangun kapal di Indonesia, misalnya melalui skema pembiayaan perbankan dengan bunga rendah atau program insentif seperti cash back.
Anita menilai bahwa stimulus tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan minat perusahaan pelayaran dalam membangun armada di galangan domestik. Dengan demikian, kebutuhan investasi armada dapat berjalan seiring dengan peningkatan tingkat utilisasi fasilitas galangan kapal nasional yang ada saat ini.
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan keterkaitan yang lebih kuat antara industri pelayaran dan sektor galangan kapal. Perusahaan pelayaran akan mendapatkan dukungan pembiayaan armada, sementara galangan kapal memperoleh kesinambungan pesanan untuk menjaga investasi, fasilitas produksi, dan penyerapan tenaga kerja.
Di sisi lain, Anita juga menegaskan bahwa dukungan pemerintah harus dibarengi dengan komitmen peningkatan daya saing dari pelaku industri galangan kapal itu sendiri. Pelaku industri dituntut untuk melakukan transformasi kualitas pekerjaan, mempercepat durasi pengerjaan, dan menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar.
Transformasi tersebut sangat penting untuk menjawab kepercayaan pemerintah dan meningkatkan profesionalisme industri galangan nasional. Dukungan fiskal yang diberikan harus diimbangi dengan peningkatan kapabilitas teknis agar produk kapal nasional memiliki standar yang lebih tinggi.
Potensi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki kebutuhan kapal sangat besar perlu dioptimalkan untuk penguatan ekonomi. Optimalisasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri penunjang, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan penguasaan teknologi maritim di dalam negeri.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa kapal-kapal milik perusahaan negara seperti PT Pertamina wajib dibangun di galangan kapal dalam negeri. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa penguatan kapasitas industri perkapalan nasional merupakan prioritas pembangunan strategis pemerintah saat ini.
Posting Komentar