Menhaj Mochamad Irfan Yusuf Dorong PTNU dan Diaspora NU Perkuat Industri Halal Indonesia
RADARGORONTALO.COM - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memberikan arahan strategis kepada jajaran Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dan diaspora Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU). Langkah ini bertujuan memperkuat posisi industri halal nasional dalam percaturan pasar global.
Arahan tersebut disampaikan di tengah pelaksanaan Halaqah Pendidikan Tinggi NU yang berlangsung dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8). Menhaj menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dan jaringan global dalam menggerakkan ekonomi umat.
Transformasi Indonesia dari Pasar Menjadi Produsen Global
Irfan menegaskan bahwa fenomena haji dan umrah bukan sekadar ritual ibadah bagi umat Islam. Ia memandang hal tersebut sebagai mata rantai ekonomi strategis yang mampu menjadi lokomotif penguatan pendidikan tinggi dan industri halal nasional.
Menurut Irfan, sudah saatnya Indonesia melakukan transformasi fundamental dalam perannya di ekonomi syariah. Indonesia harus bergerak maju dari sekadar menjadi pasar halal terbesar di dunia menjadi produsen produk dan jasa halal yang kompetitif di tingkat global.
Peran Krusial Jaringan Diaspora NU
Menhaj menyoroti bahwa jaringan akademik dan diaspora NU memiliki modal sosial yang sangat berharga. Modal tersebut berupa pengetahuan mumpuni, sumber daya manusia berkualitas, serta koneksi internasional yang luas untuk meningkatkan daya saing produk halal dalam negeri.
Ia berharap mahasiswa NU yang sedang menempuh studi di luar negeri tidak sekadar belajar secara akademis. Mereka diharapkan mampu membawa pulang jejaring dan ilmu untuk memperkuat kapasitas nasional serta membangun karakter bangsa yang unggul.
Kolaborasi Ekonomi dan Akademik PCINU
Menhaj secara khusus meminta agar PCINU tidak hanya menjadi wadah silaturahmi semata. Organisasi ini harus bertransformasi menjadi pintu masuk bagi kerja sama ekonomi dan akademik yang lebih konkret bagi Indonesia.
Bentuk kolaborasi yang diusulkan oleh Irfan meliputi riset bersama antarnegara, publikasi ilmiah internasional, hingga fasilitasi business matching. Kegiatan ini menghubungkan para pelaku usaha domestik dengan mitra potensial di pasar global.
Agenda Strategis Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama
Sementara itu, PTNU didorong untuk segera menjalankan tiga agenda utama guna mendukung inovasi nasional. Agenda tersebut mencakup perluasan riset bersama, mendorong inkubasi startup, serta melakukan hilirisasi hasil penelitian agar memiliki nilai ekonomi.
Selain itu, PTNU harus memperkuat pola link and match dengan dunia industri secara nyata. Langkah ini bertujuan agar perguruan tinggi menjadi bagian integral dan tidak terpisahkan dari ekosistem rantai inovasi nasional.
Peluang Besar dalam Ekosistem Haji dan Umrah
Ekosistem haji dan umrah yang sangat besar dinilai membuka peluang luas bagi pengembangan industri nasional. Sektor ini mencakup berbagai lini bisnis, mulai dari transportasi, layanan katering, hingga penyediaan teknologi digital bagi jemaah.
Irfan menekankan pentingnya posisi diaspora sebagai jembatan informasi bagi UMKM Indonesia terkait regulasi pasar internasional. Pengetahuan global ini sangat krusial agar pelaku usaha lokal mampu menembus pasar Arab Saudi dan negara lain dengan lebih mudah.
Di akhir sambutannya, Menhaj menegaskan bahwa seluruh pengetahuan dan jejaring global yang dibangun harus bermuara pada manfaat nyata. Manfaat tersebut harus dirasakan langsung oleh kalangan pesantren, UMKM, perguruan tinggi, serta industri Indonesia secara luas.
Posting Komentar