Gorontalo Raih Predikat The Best 15 Nominees Pariwisata Ramah Muslim
RADARGORONTALO.COM - JAKARTA – Provinsi Gorontalo mencatat sejarah baru dalam pengembangan pariwisata nasional. Untuk pertama kalinya, Gorontalo berhasil lolos dalam penilaian pariwisata ramah Muslim dan masuk dalam daftar The Best 15 Nominees. Prestasi ini menegaskan komitmen Gorontalo dalam menyajikan destinasi yang inklusif dan nyaman bagi seluruh wisatawan.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain. Momen penting ini terjadi pada perhelatan The 7th International Halal Tourism Summit yang diselenggarakan di JIEXPO Convention Center pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Perjalanan Awal Gorontalo dalam Pariwisata Ramah Muslim
Keikutsertaan Gorontalo dalam ajang penilaian pariwisata ramah Muslim ini merupakan kali pertama. Berbeda dengan 13 provinsi lainnya yang telah berpartisipasi dalam Indeks Most Trustworthy Index (IMTI) sejak tahun 2018, Gorontalo menunjukkan progres yang sangat pesat dalam waktu singkat.
Keempat belas provinsi lain yang turut masuk dalam nominasi prestisius ini meliputi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Kehadiran Gorontalo di antara provinsi-provinsi yang telah berpengalaman menunjukkan potensi besar yang dimiliki.
The 7th International Halal Tourism Summit: Platform Strategis
The 7th International Halal Tourism Summit menjadi wadah strategis untuk membahas dan mengimplementasikan berbagai strategi pengembangan pariwisata yang ramah Muslim di Indonesia. Tema utama yang diusung, "Strategic Approaches to Advancing Muslim-Friendly Tourism in Indonesia: Standards, Certification, and Inclusive Economic Development", mencerminkan pentingnya standar, sertifikasi, dan dampak ekonomi yang inklusif.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Deputi Gubernur Bank Indonesia, serta tokoh-tokoh penting dari pemerintah, regulator, akademisi, dan praktisi industri pariwisata turut hadir. Mereka berbagi perspektif strategis guna memajukan sektor wisata ramah Muslim di tanah air.
Potensi Pasar Wisatawan Muslim Global
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi momentum awal yang sangat baik. Ia menekankan bahwa pariwisata ramah Muslim, yang juga dikenal sebagai wisata syariah atau halal tourism, telah menjadi pilihan utama bagi banyak wisatawan global.
Pasar perjalanan Muslim global terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Proyeksi Mastercard - CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025 menyebutkan potensi 176 juta kedatangan internasional pada tahun 2024, dan diperkirakan mencapai 245 juta pada tahun 2030. Proyeksi pengeluaran dari segmen ini bahkan diprediksi mencapai 230 miliar Dolar AS.
Peluang Emas bagi Pariwisata Gorontalo
Aryanto Husain melihat potensi pasar ini sebagai peluang emas bagi pariwisata Gorontalo. Dengan branding pariwisata ramah Muslim, Gorontalo berupaya keras untuk meyakinkan wisatawan dari negara-negara mayoritas Muslim agar menjadikan Gorontalo sebagai destinasi pilihan mereka.
“Ini menjadi potensi wisatawan yang besar sekaligus peluang bagi pariwisata Gorontalo. Dengan branding, pariwisata ramah muslim, kita harus berupaya meyakinkan wisatawan dari negara muslim untuk ke Gorontalo,” ujar Aryanto.
Konsep Pariwisata Ramah Muslim yang Inklusif
Pariwisata ramah Muslim bukanlah konsep yang eksklusif hanya untuk wisatawan Muslim. Inti dari konsep ini adalah peningkatan pelayanan dan pilihan yang beragam untuk seluruh wisatawan, tanpa memandang latar belakang mereka. Konsep ini diwujudkan melalui extended services, yang melampaui sekadar kebersihan.
Fokusnya adalah pada kenyamanan dan kemudahan yang dapat dinikmati oleh siapa saja yang berkunjung. Extended services ini mencakup berbagai aspek krusial dalam pengalaman berwisata.
Aspek Kunci dalam Pariwisata Ramah Muslim
Menurut Aryanto, extended services ini meliputi ketersediaan akses terhadap makanan halal yang terjamin. Selain itu, penyediaan fasilitas salat yang memadai juga menjadi prioritas utama. Akomodasi yang juga mempertimbangkan aspek keramahtamahan gender serta keramahan yang berwawasan budaya turut melengkapi.
“Ini tidak sekedar halal-haram tapi tentang pilihan dan kenyamanan pengunjung saat berkunjung ke Gorontalo seperti kenyamanan dalam beribadah, akses makanan halal, fasilitas yang sesuai syariat, serta suasana yang mendukung spiritualitas,” jelas Aryanto Husain.
Gorontalo Lampaui Provinsi Lain dalam Penilaian IMTI 2025
Dalam penilaian IMTI 2025, Gorontalo berhasil mencatat rekor tersendiri dengan melampaui beberapa provinsi yang sudah lebih dulu mengikuti penilaian. Provinsi seperti Kalimantan Selatan dan Bengkulu berhasil dilampaui oleh Gorontalo.
Bahkan, skor lingkungan atau environment score Gorontalo tercatat lebih tinggi dibandingkan provinsi-provinsi besar lainnya. Ini termasuk Jakarta, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kalimantan Selatan.
Dukungan dan Kolaborasi untuk Masa Depan Pariwisata Gorontalo
Aryanto Husain optimis bahwa pencapaian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang. Hal ini tentu memerlukan dukungan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta Bank Indonesia.
Pengembangan pariwisata merupakan salah satu program unggulan dari Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dan Wakil Gubernur Idah Syaidah Rusli Habibie. Program ini diharapkan dapat mempermudah konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Saya akan mendorong kerjasama lebih erat lagi dengan pihak terkait untuk bisa membumikan konsep pariwisata ramah Muslim di lapangan,” tutup Aryanto Husain, menegaskan komitmen Gorontalo dalam mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu Pariwisata Ramah Muslim (Muslim Friendly Tourism)?
Pariwisata Ramah Muslim adalah konsep pengembangan pariwisata yang bertujuan meningkatkan pelayanan dan pilihan bagi seluruh wisatawan, tanpa memandang latar belakang. Fokus utamanya adalah memberikan kenyamanan dan kemudahan melalui 'extended services' yang mencakup akses makanan halal, fasilitas ibadah, akomodasi yang ramah gender, dan keramahan budaya.
Kapan dan di mana Gorontalo menerima penghargaan The Best 15 Nominees Pariwisata Ramah Muslim?
Gorontalo menerima penghargaan tersebut pada hari Kamis, 9 Oktober 2025, di JIEXPO Convention Center, Jakarta, dalam acara The 7th International Halal Tourism Summit.
Siapa yang menyerahkan penghargaan kepada perwakilan Gorontalo?
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain.
Mengapa pariwisata ramah Muslim penting bagi Gorontalo?
Pariwisata ramah Muslim penting bagi Gorontalo karena pasar wisatawan Muslim global sangat besar dan terus berkembang pesat. Ini membuka peluang besar untuk menarik lebih banyak wisatawan internasional dan meningkatkan perekonomian daerah.
Apakah penilaian pariwisata ramah Muslim hanya untuk wisatawan Muslim?
Tidak. Konsep pariwisata ramah Muslim dirancang untuk meningkatkan pelayanan dan pilihan bagi semua wisatawan. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang nyaman dan mudah diakses oleh siapa saja, dengan penekanan pada kualitas layanan dan kenyamanan universal.
Ditulis oleh: Eko Kurniawan

Posting Komentar