Rumah Terbakar di Gorontalo: Korban di Hungabotu Butuh Bantuan Pakaian Mendesak
RADARGORONTALO.COM - Dua unit rumah di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, ludes dilalap api pada Senin (23/3/2026) sore. Peristiwa tragis ini menyebabkan para korban kehilangan seluruh harta benda mereka dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Kondisi darurat ini membuat kebutuhan mendesak, terutama pakaian, muncul sebagai prioritas utama bagi keluarga yang terdampak.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA tersebut berlangsung cepat, dipicu oleh kobaran api yang membesar dan diperparah oleh tiupan angin kencang. Warga sekitar berupaya keras memadamkan api secara mandiri sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Upaya evakuasi barang-barang penting sempat dilakukan, namun ganasnya api menghalangi banyak usaha.
Kronologi dan Dampak Kebakaran
Menurut penuturan salah satu korban, Irwan Husna (41), saat kejadian ia sedang berada di tempat kerjanya yang berjarak sekitar 50 meter dari kediamannya. Ia baru menyadari musibah tersebut setelah melihat gumpalan asap hitam membubung tinggi di kawasan tempat tinggalnya. Sesampainya di lokasi, api sudah melahap habis kedua rumah tersebut tanpa menyisakan apa pun.
"Kami sekarang tinggal di samping rumah, ikut keluarga. Orang tua juga ikut di situ, karena rumah sudah habis terbakar," ujar Irwan saat ditemui di lokasi pada Selasa (24/3/2026). Ia menambahkan bahwa tidak ada satu pun barang berharga yang berhasil diselamatkan, termasuk pakaian.
Irwan mengungkapkan rasa keprihatinannya atas kondisi yang dialami keluarganya. "Bahkan baju pun tidak sempat (dibawa) keluar. Kursi, apa saja, tidak ada yang bisa diselamatkan," katanya dengan nada lirih. Situasi ini menyoroti urgensi bantuan sandang bagi para korban.
Bantuan Pemerintah dan Respons Warga
Menanggapi musibah tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Ismail Madjid telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga kepada para korban. Bantuan diserahkan pada Selasa siang, sekitar pukul 13.00 WITA, sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban korban.
Pantauan di lokasi kebakaran menunjukkan bahwa kedua unit rumah tersebut kini hanya menyisakan puing-puing. Dinding bangunan masih berdiri namun atapnya sudah ambruk, sementara rangka kayu tampak menghitam legam bekas terbakar. Suasana di kawasan tersebut masih diselimuti kesedihan, menjadi saksi bisu keganasan api yang melalap pemukiman warga.
Sementara itu, warga sekitar juga menunjukkan solidaritas mereka. Para penghuni kos di sekitar lokasi bergegas membantu mengevakuasi barang-barang penting milik tetangga mereka demi mengantisipasi meluasnya api. Tindakan cepat ini menunjukkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah musibah.
Kondisi Psikologis Korban
Di tengah kekacauan pasca-kebakaran, insiden dramatis terjadi saat salah satu korban, Asma Musa, nekat berusaha menerobos masuk ke dalam rumah yang masih mengeluarkan asap tebal. Aksi ini diduga dipicu oleh rasa syok yang luar biasa melihat tempat tinggalnya musnah dalam sekejap mata.
Asma tampak kehilangan kendali emosi dan berusaha mendekati reruntuhan bangunan. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi bertindak sigap menahan tubuhnya agar tidak melakukan tindakan berbahaya. Peristiwa ini sempat mengalihkan perhatian petugas pemadam kebakaran yang tengah berjuang memadamkan sisa-sisa api.
Kondisi psikologis para korban yang terguncang akibat kehilangan tempat tinggal dan harta benda perlu mendapatkan perhatian khusus. Selain bantuan materiil, dukungan moril juga sangat dibutuhkan untuk membantu mereka bangkit kembali dari trauma.
Dukungan yang Dibutuhkan
Irwan Husna menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pakaian. Ia dan keluarganya, termasuk orang tua, tidak memiliki pakaian pengganti setelah rumah mereka rata dengan tanah. Bantuan sandang menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Selain pakaian, bantuan lain seperti perlengkapan mandi, selimut, dan kebutuhan pribadi lainnya juga sangat diharapkan. Komunitas dan pihak-pihak yang ingin menyalurkan bantuan dapat berkoordinasi dengan pihak kelurahan atau posko bantuan yang mungkin akan didirikan.
Pemerintah Kota Gorontalo telah menunjukkan langkah awal dengan memberikan bantuan pokok dan perlengkapan rumah tangga. Namun, pemulihan pasca-bencana memerlukan upaya berkelanjutan dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kondisi ini membutuhkan uluran tangan lebih banyak.
Kisah pilu di Huangobotu ini menjadi pengingat akan kerentanan permukiman warga terhadap bencana kebakaran. Kewaspadaan dini dan kesiapan menghadapi keadaan darurat perlu terus ditingkatkan di seluruh wilayah. Pencegahan kebakaran, seperti memastikan instalasi listrik yang aman dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, tetap menjadi kunci utama.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah ini. Proses investigasi diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas dan langkah-langkah preventif di masa mendatang. Fokus utama saat ini adalah memberikan dukungan penuh kepada para korban agar dapat segera pulih dan membangun kembali kehidupan mereka.
Ditulis oleh: Agus Pratama

Posting Komentar