Xiaomi Watch 5 Review: Baterai Jumbo, Fitur Canggih, dan Performa Wear OS
RADARGORONTALO.COM - Kehadiran Xiaomi Watch 5 di Indonesia menjadi sorotan utama bagi para penggemar teknologi, terutama setelah masalah daya tahan baterai menjadi 'tumit Achilles' bagi banyak smartwatch Wear OS. Dengan ambisi untuk mengatasi kendala ini, Xiaomi membekali Watch 5 dengan baterai silikon-karbon (Si-C) berkapasitas masif 930mAh. Klaim daya tahan hingga 6 hari penggunaan normal, yang bahkan bisa diperpanjang hingga 18 hari dalam mode hemat daya, menempatkan Watch 5 sebagai pemegang rekor runtime terlama di antara smartwatch berbasis Android.
Selain terobosan pada sisi baterai, Xiaomi juga tidak main-main dalam membenamkan fitur premium pada Watch 5. Layar sentuh AMOLED 1.54 inci yang besar dilindungi oleh kaca safir, sementara casingnya terbuat dari material stainless steel berkualitas tinggi. Yang lebih menarik, ini adalah smartwatch pertama yang kami uji dengan sensor electromyography (EMG) yang mampu membaca aktivitas otot, membuka potensi kontrol antarmuka berbasis gestur yang inovatif.
Desain Premium dan Konstruksi Solid
Xiaomi Watch 5 tampil dengan estetika jam tangan tradisional yang cukup bersahaja namun tegas. Sejak pertama kali dikenakan di pergelangan tangan, unit ini terasa substansial, sebuah kontras signifikan dibandingkan smartwatch yang lebih ringan seperti Huawei Watch Fit 3. Dengan berat 56 gram tanpa strap, jam tangan flagship Xiaomi ini bahkan lebih berat dari Huawei Watch GT 6 Pro, memberikan kesan premium dan kokoh.
Bobot dan ukuran yang besar ini justru memberikan rasa percaya diri berkat konstruksi perangkat yang terasa solid dan berkualitas tinggi. Casing stainless steel yang berkilau menambah aura premium, diperkuat dengan tombol putar crown bertekstur yang memberikan klik taktil yang memuaskan. Tombol pintasan terprogram di bawahnya juga merespons dengan klik yang tegas, secara default diluncurkan untuk aplikasi olahraga.
Layar AMOLED Memukau dengan Perlindungan Safir
Layar sentuh AMOLED 1.54 inci pada Watch 5 menawarkan sudut pandang yang luas dengan output gambar yang tajam dan cerah, didukung oleh bezel yang relatif tipis. Perlindungan kaca safir yang digunakan tidak hanya hadir di bagian depan, tetapi juga di sisi belakang tempat sensor-sensor terpasang. Ribuan pilihan tampilan jam (watch face) tersedia, baik yang gratis maupun berbayar, dengan sebagian besar juga mendukung fitur Always-On Display (AOD).
Pengalaman membuka kotak (unboxing) terbilang standar, hanya berisi unit jam tangan dan pengisi daya magnetik dua pin yang berujung pada konektor USB-A. Ada harapan agar Xiaomi dapat mempertimbangkan pengisi daya modular seperti pada OnePlus Watch 3 atau menyematkan konektor USB-C untuk kenyamanan yang lebih baik.
Watch 5 dilengkapi dengan strap silikon standar 22mm yang mudah diganti dengan desain lain sesuai selera. Unit ulasan kami hadir dalam warna Juniper Green, dengan pola tekstur yang menarik.
Dual Chipset dan Dual OS untuk Efisiensi Daya
Mirip dengan smartwatch flagship dari Oppo dan OnePlus, Xiaomi Watch 5 mengadopsi pendekatan dual chipset dan dual operating system untuk memperpanjang masa pakai baterai. Chipset utamanya adalah Qualcomm Snapdragon W5 Gen 1, sebuah SoC flagship lawas namun masih sangat mumpuni untuk perangkat wearable. Xiaomi melengkapinya dengan co-processor BES2800 yang teruji, yang mengambil alih tugas-tugas yang kurang intensif.
Yang menarik, Watch 5 juga memanfaatkan sistem operasi real-time (RTOS) sekunder yang melengkapi Google Wear OS 6. Saat mode hemat daya diaktifkan, Wear OS dan seluruh aplikasi pihak ketiga akan nonaktif, meninggalkan pengguna dengan Xiaomi Vela OS yang minimalis. Sistem operasi sekunder ini tetap menyediakan pengalaman smartwatch dasar, termasuk pelacakan kesehatan dan aplikasi proprietary, sembari secara signifikan memperpanjang daya tahan baterai.
Transisi Antar Mode Operasi
Penting untuk dicatat bahwa beralih kembali dari mode hemat daya ke mode 'Smart' memaksa jam tangan untuk melakukan reboot. Hal ini berarti akan ada jeda beberapa menit saat beralih antar kedua mode operasi tersebut. Meskipun demikian, fleksibilitas ini memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna dalam mengelola daya tahan baterai sesuai kebutuhan.
Wear OS 6: Kaya Fitur dan Integrasi Cerdas
Wear OS 6 tetap menjadi sistem operasi wearable yang paling kaya fitur di pasaran saat ini. Pengguna yang terbiasa dengan ekosistem Android akan merasa nyaman, dengan ribuan aplikasi favorit yang tersedia di Play Store. Meskipun tidak ada dukungan untuk iOS, hal ini sejalan dengan pendekatan Apple yang tidak mengintegrasikan Apple Watch dengan ponsel Android.
Di luar diskusi ekosistem, Wear OS 6 menampilkan desain Google Material 3 Expressive dengan tema warna sistemik, optimasi sentuh yang ditingkatkan, desain tile baru, dan integrasi native dengan Google Gemini. Proses pengaturan Watch 5 melibatkan pengunduhan aplikasi Mi Fitness Xiaomi di ponsel Android, melakukan pairing dengan Watch 5, dan menyetujui daftar izin yang panjang.
Kemampuan Aplikasi dan Hiburan di Pergelangan Tangan
Setelah terhubung, pengguna bebas memanfaatkan Watch 5 sepenuhnya. Anda dapat menonton cuplikan NBA, membaca berita teknologi terkini, atau bahkan memainkan mini-game langsung dari pergelangan tangan Anda. Potensi yang ditawarkan oleh Wear OS sangatlah luas, menjadikannya pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna yang beralih dari smartwatch dengan kapabilitas lebih rendah.
Secara umum, Wear OS berjalan dengan baik, meskipun terkadang mengalami sedikit lag saat membuka aplikasi yang lebih intensif, seperti memuat video YouTube melalui Samsung Internet Browser atau menavigasi halaman web yang kompleks. Penggunaan seperti ini tentu saja juga sangat menguras daya baterai.
Inovasi Sensor EMG dan Kontrol Gestur
Xiaomi Watch 5 menjadi pelopor di pasar smartwatch dengan sensor electromyography (EMG). Sensor ini mampu mendeteksi aktivitas otot di tangan dan menangkap sinyal saraf dari jari untuk mengontrol beberapa aspek antarmuka melalui gestur, seperti gerakan mencubit ibu jari dan telunjuk. Pengguna dapat menutup notifikasi, menjawab panggilan, mematikan alarm, atau mengambil foto pada ponsel yang terhubung tanpa menyentuh jam tangan secara fisik.
Perlu dicatat bahwa gestur ini memerlukan posisi tangan sejajar dengan dada, dan terkadang jam tangan tidak mengenali input dengan sempurna. Selain gestur mencubit, Watch 5 juga mendukung gerakan menjentikkan jari, mengocok pergelangan tangan, dan rotasi. Pengguna bebas menetapkan gestur-gestur ini sebagai shortcut untuk meluncurkan aplikasi apa pun di jam tangan, termasuk aplikasi pihak ketiga.
Potensi Gimmick atau Fitur Revolusioner?
Fitur kontrol gestur ini bisa sangat berguna, terutama saat tangan dalam kondisi kotor. Namun, tidak menutup kemungkinan sebagian pengguna akan menganggapnya sebagai gimmick dan memilih untuk tidak mengaktifkannya. Pengalaman pengguna dengan fitur ini sangat bergantung pada adaptasi dan kebiasaan.
Xiaomi Watch 5 juga mampu melakukan dan menerima panggilan telepon melalui koneksi Bluetooth dari ponsel yang terpasang. Namun, perlu dicatat bahwa Xiaomi tidak menawarkan opsi konektivitas seluler di luar Tiongkok, sehingga Anda harus tetap membawa ponsel Anda. Kualitas panggilan terbilang baik untuk sebuah jam tangan, dengan lawan bicara melaporkan penerimaan suara yang jelas.
Konektivitas dan Pembayaran Nirkontak
Berkat fitur NFC onboard, Watch 5 juga mendukung pembayaran nirkontak melalui Google Wallet, serta dapat menyimpan kartu transit yang kompatibel. Selama periode pengujian, kami tidak mengalami masalah konektivitas antara jam tangan dan ponsel Android yang terpasang.
Pelacakan Kesehatan dan Aktivitas Komprehensif
Seperti smartwatch modern pada umumnya, Xiaomi Watch 5 hadir dengan serangkaian fitur pelacakan kesehatan yang komprehensif. Pemantauan detak jantung, saturasi oksigen darah (SpO2), kualitas tidur, dan tingkat stres semuanya tersedia. Xiaomi juga menawarkan pemeriksaan kesehatan komprehensif dalam satu ketukan.
Penilaian 60 detik ini mempertimbangkan detak jantung, oksigen darah, tingkat stres, durasi tidur, detak jantung saat tidur, dan SpO2 saat tidur untuk memberikan penilaian cepat dan mudah terhadap kesejahteraan umum Anda. Perbandingan data kesehatan dengan smartwatch pesaing menunjukkan hasil yang konsisten, meskipun penting untuk diingat bahwa ini adalah wawasan kesehatan umum dan bukan penilaian medis.
Akurasi Pelacakan Tidur dan Bantuan Perbaikan
Dalam hal pelacakan tidur, Watch 5 menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan smartwatch sebelumnya, dengan catatan waktu tidur dan bangun yang lebih akurat. Jam tangan ini juga berhasil mendeteksi instance terbangun di malam hari, yang menjadi masalah pada model Xiaomi Watch sebelumnya. Pengguna juga mendapatkan akses ke analisis tidur yang terperinci, termasuk tahapan REM, tidur nyenyak, dan tidur ringan.
Xiaomi juga menawarkan rencana perbaikan tidur yang dikembangkan bersama dengan World Sleep Society, Asian Society of Sleep Medicine, dan Chinese Sleep Research Society. Program 21 hari ini bertujuan memandu pengguna untuk meningkatkan kualitas tidur mereka dengan menetapkan target waktu tidur dan bangun, serta memberikan tips untuk istirahat yang lebih baik.
Analisis Mendalam untuk Penggemar Olahraga
Xiaomi Watch 5 menawarkan data yang melimpah untuk pelacakan olahraga. Xiaomi mengklaim algoritma profesional baru untuk lari, bersepeda, dan mendaki. Pelari akan menemukan metrik umum seperti kecepatan, detak jantung, elevasi, dan detail dinamika lari. Latihan juga dilengkapi dengan nilai intensitas latihan, VO2 Max, dan perkiraan waktu pemulihan.
Sayangnya, opsi variabilitas detak jantung (HRV) tidak tersedia pada model ini. Meskipun demikian, cakupan mode olahraga yang lebih dari 150+ di aplikasi Mi Fitness menawarkan fleksibilitas yang luar biasa bagi para pengguna yang aktif.
Spesifikasi Teknis Xiaomi Watch 5
Dimensi: 47 x 47 x 12.3 mm
Material: Kaca kristal safir, bingkai stainless steel (316L)
Berat (tanpa strap): 56 gram
Strap: Strap 22mm yang dapat dilepas, panjang yang dapat disesuaikan 135-205mm
Layar: Layar sentuh AMOLED 1.54 inci, resolusi 480 x 480 piksel, refresh rate 60Hz, kecerahan maksimum 1.500 nits, Always-On Display (AOD), Kaca Safir, tingkat Mohs 9
Chipset: Qualcomm Snapdragon W5 Gen 1 (4nm), co-processor BES2800 (6nm)
Memori: 32GB internal; 2GB RAM
Sistem Operasi: Google Wear OS 6, Xiaomi Vela OS
Fitur: Peringkat 5ATM (kedalaman 50m), Monitor detak jantung real-time, Monitor kadar oksigen darah 24/7, Pelacakan tidur, Pemantauan stres, Pelacakan olahraga, Penghitung langkah, Meditasi, Notifikasi, Peringatan tidak aktif, Pencari ponsel, Prakiraan cuaca, Kontrol musik dan kamera, Alarm, Stopwatch, motor getar linier
Mode Olahraga: Lari Luar Ruangan, Lari Dalam Ruangan, Jalan Luar Ruangan, Bersepeda, Mendaki, Berenang di Kolam Renang, Lompat Tali, Gaya Bebas (150+ lagi di aplikasi Mi Fitness)
Sensor: Sensor detak jantung optik, Akselerometer, Giroskop, Sensor cahaya sekitar, Sensor kompas elektronik, Sensor barometer, Sensor IMU, Sensor EMG
Konektivitas: Kompatibel dengan Android 6.0+, Bluetooth 5.4, Wi-Fi 2.4GHz, NFC, GNSS L1+L5 dual-band, mikrofon dan speaker
Baterai: 930mAh Si-C
Warna: Hitam, Juniper Green
Verdict: Pilihan Kuat di Segmen Smartwatch Premium
Xiaomi Watch 5 menawarkan kombinasi menarik antara daya tahan baterai yang luar biasa, desain premium, layar memukau, dan ekosistem Wear OS yang kaya fitur. Sensor EMG yang inovatif dan kontrol gestur menambah nilai unik pada perangkat ini, meskipun efektivitasnya mungkin bervariasi antar pengguna. Bagi pengguna Android yang mencari smartwatch andal dengan performa tinggi dan masa pakai baterai yang memecahkan rekor, Xiaomi Watch 5 adalah kandidat yang sangat kuat untuk dipertimbangkan di pasar Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Xiaomi Watch 5
1. Berapa lama daya tahan baterai Xiaomi Watch 5?
Xiaomi Watch 5 diklaim mampu bertahan hingga 6 hari dalam penggunaan normal dan dapat diperpanjang hingga 18 hari dalam mode hemat daya berkat baterai 930mAh.
2. Apakah Xiaomi Watch 5 kompatibel dengan iPhone?
Tidak, Xiaomi Watch 5 dirancang untuk kompatibel dengan ponsel Android 6.0+ dan tidak memiliki dukungan resmi untuk iOS.
3. Apa itu sensor EMG dan fungsinya pada Xiaomi Watch 5?
Sensor EMG (electromyography) mampu mendeteksi aktivitas otot dan sinyal saraf di tangan, memungkinkan kontrol antarmuka jam tangan melalui gestur seperti mencubit jari tanpa sentuhan fisik.
4. Apakah Xiaomi Watch 5 bisa digunakan untuk menelepon?
Ya, Xiaomi Watch 5 dapat melakukan dan menerima panggilan melalui koneksi Bluetooth dari ponsel yang terpasang. Namun, jam tangan ini tidak memiliki opsi konektivitas seluler mandiri di luar Tiongkok.
5. Bisakah saya menggunakan Xiaomi Watch 5 untuk pembayaran nirkontak?
Ya, berkat fitur NFC onboard, Watch 5 mendukung pembayaran nirkontak melalui Google Wallet dan dapat menyimpan kartu transit yang kompatibel.
6. Apakah data kesehatan yang dihasilkan oleh Xiaomi Watch 5 akurat secara medis?
Tidak, data kesehatan yang dihasilkan oleh Xiaomi Watch 5 adalah wawasan kesehatan umum dan tidak dimaksudkan sebagai penilaian medis profesional. Untuk diagnosis medis, selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan.
7. Berapa banyak mode olahraga yang didukung oleh Xiaomi Watch 5?
Xiaomi Watch 5 mendukung lebih dari 150 mode olahraga, termasuk lari, bersepeda, mendaki, berenang, dan banyak lagi, dengan detail metrik yang kaya untuk setiap aktivitas.
Ditulis oleh: Rudi Hartono

Posting Komentar