Yuniar Dwi Hantono: Dari PANGDIM Gorontalo Menjadi Danrem Diponegoro
RADARGORONTALO.COM - Brigadir Jenderal Yuniar Dwi Hantono, perwira menengah TNI AD jebolan Akademi Militer 1997, kini mengemban amanah baru sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas di Kodam IV Diponegoro. Penunjukan ini merupakan puncak karier gemilangnya yang sebelumnya dikenal luas di Gorontalo.
Selama menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 1304 Gorontalo, Yuniar Dwi Hantono mendapatkan julukan "PANGDIM Gorontalo" dari berbagai kalangan, termasuk mantan Gubernur Gorontalo periode 2012-2022, Rusli Habibie. Julukan ini diberikan sebagai apresiasi atas kegigihannya dalam memperbaiki akses jalan menuju Desa Pinogu.
Desa Pinogu sendiri merupakan wilayah terpencil yang terletak di tengah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Kabupaten Bone Bolango. Pembangunan akses jalan ini menjadi krusial untuk membuka isolasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Jejak Kinerja Yuniar Dwi Hantono di Gorontalo
Gorontalo terasa seperti rumah kedua bagi Yuniar Dwi Hantono. Selama masa kepemimpinannya di Kodim 1304 Gorontalo, berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat telah berhasil dilaksanakan berkat sinergi yang kuat.
Program-program tersebut mencakup perbaikan infrastruktur vital, seperti jalan menuju Desa Pinogu yang menjadi prioritas utama. Selain itu, upaya pelestarian lingkungan juga digalakkan melalui penghijauan kawasan Danau Limboto.
Dalam upaya penghijauan, tercatat lebih dari seribu pohon berhasil ditanam di sekitar Danau Limboto. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem dan meningkatkan kualitas lingkungan di salah satu ikon alam Gorontalo tersebut.
Dukungan dan Harapan Masyarakat Gorontalo
Tidak hanya fokus pada infrastruktur dan lingkungan, Yuniar Dwi Hantono juga berperan aktif dalam penguatan ketahanan pangan. Program swasembada pangan ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan para petani di wilayah tersebut.
Keberhasilan program-program tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Gorontalo. Banyak tokoh masyarakat yang merasa kehilangan sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat dan peduli terhadap pembangunan daerah.
“Kami sangat kenal dengan beliau, semoga setelah menjalani tugas sebagai Danrem Diponegoro, beliau bisa menjabat Danrem 133/NWB Gorontalo,” ujar sejumlah tokoh Gorontalo yang mengungkapkan harapan mereka.
Perjalanan Karier Sang Perwira
Sebelum dipercaya menjabat sebagai Danrem 072/PMK Kodam IV Diponegoro, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono memiliki rekam jejak karier yang cemerlang di lingkungan TNI Angkatan Darat. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1997.
Posisi strategis lain yang pernah dijabatnya adalah sebagai Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad (Perwira Pembantu Utama VIII/Bimbingan Hukum, Tau, Latihan, Tata Tertib, dan Profesi Staf Personalia Angkatan Darat). Penugasan ini menunjukkan kapabilitas dan pengalamannya dalam berbagai bidang tugas.
Penunjukan sebagai Danrem Diponegoro ini menandai babak baru dalam karier militer Yuniar Dwi Hantono. Perannya kini akan lebih luas dalam mengkoordinasikan kegiatan militer dan pembinaan wilayah di Jawa Tengah.
Keberhasilan Yuniar Dwi Hantono di Gorontalo menjadi bukti nyata kontribusinya dalam pembangunan daerah dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kepemimpinannya dinilai mampu membawa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Semangat juang dan dedikasi yang ditunjukkan selama menjabat sebagai Dandim 1304 Gorontalo akan menjadi bekal berharga dalam mengemban tugas barunya. Para tokoh Gorontalo pun optimis Yuniar Dwi Hantono akan terus mengukir prestasi di manapun ia bertugas.
Perjalanan karier Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono patut menjadi inspirasi bagi perwira muda TNI AD. Kisahnya dari Gorontalo hingga memimpin di Kodam Diponegoro menunjukkan bahwa kerja keras dan integritas senantiasa membuahkan hasil.
Secara keseluruhan, Yuniar Dwi Hantono telah membuktikan dirinya sebagai perwira yang tidak hanya cakap dalam tugas-tugas militer, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Penugasannya sebagai Danrem Diponegoro diharapkan dapat membawa dampak positif serupa di wilayah Kodam IV Diponegoro, melanjutkan tradisi pembangunan dan sinergi dengan pemerintah daerah serta elemen masyarakat lainnya.
Perubahan posisi ini juga menjadi momen refleksi bagi masyarakat Gorontalo yang pernah merasakan langsung dampak positif kepemimpinannya. Harapan agar ia kembali berkontribusi di tanah Gorontalo dalam kapasitas lain tetap tersimpan di hati banyak warga.
Ditulis oleh: Doni Saputra

Posting Komentar