Momen Akrab Purbaya Ajak Sekjen Baru Makan Ayam Cabe Ijo Depan Kemenkeu
RADARGORONTALO.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menunjukkan sisi humanisnya dengan menyantap makan siang di sebuah warung pinggir jalan kawasan Jakarta Pusat pada Senin (30/3/2026). Purbaya terlihat menikmati kuliner Ayam Cabe Hijau yang berlokasi tepat di area kuliner depan Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, rombongan Menteri Keuangan mulai beranjak menuju lokasi pada pukul 12.40 WIB dengan berjalan kaki bersama sejumlah staf. Agenda makan siang ini menjadi istimewa karena Purbaya mengajak Robert Marbun, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang baru saja dilantik secara resmi.
Robert Marbun baru saja menduduki kursi jabatan strategis tersebut setelah menjalani prosesi pelantikan pada Jumat, 27 Maret 2026 yang lalu. Ia kini mengemban tanggung jawab besar untuk menggantikan Heru Pambudi yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai Sekjen Kemenkeu sejak 12 Maret 2021.
Kehadiran Robert Marbun di lingkungan Kementerian Keuangan sebenarnya bukanlah hal baru mengingat ia merupakan figur senior yang telah lama meniti karier di lembaga tersebut. Pria kelahiran Medan, 23 Juni 1970 ini tercatat memiliki rekam jejak yang panjang di berbagai posisi krusial sebelum sempat bertugas di Kementerian Investasi/BKPM.
Profil dan Latar Belakang Pendidikan Robert Marbun
Kapasitas intelektual Robert Marbun didukung oleh latar belakang pendidikan yang sangat mumpuni dari berbagai universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Ia meraih gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di Jepang.
Pada tahun 2000, Robert berhasil menyelesaikan gelar Master of Policy Analysis (MPA) di Saitama University, yang kemudian disusul dengan pencapaian gelar Doctor of Philosophy in Economics. Gelar doktor tersebut ia peroleh dari Kobe University pada tahun 2004, yang semakin memperkuat keahliannya dalam bidang analisis kebijakan ekonomi dan keuangan negara.
Karier profesionalnya diawali dengan meniti tangga kesuksesan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), sebuah unit eselon I di bawah naungan Kementerian Keuangan. Pengalaman lapangan dan manajerial yang ia peroleh selama bertahun-tahun di DJBC menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya sebagai Sekretaris Jenderal.
Selama bertugas, Robert dikenal sebagai sosok yang disiplin dan memiliki pemahaman mendalam mengenai regulasi kepabeanan serta kerja sama internasional. Hal ini dibuktikan dengan berbagai posisi strategis yang pernah diembannya, termasuk saat ia dipercaya menjadi ujung tombak dalam koordinasi antar-lembaga pemerintah.
Analisis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)
Sebagai pejabat negara yang menjunjung tinggi transparansi, Robert Marbun secara rutin melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak awal kariernya. Data LHKPN mencatat bahwa pada tahun 2007, ia pertama kali melaporkan kepemilikan harta dengan nilai total mencapai Rp 1,48 miliar.
Seiring dengan kenaikan jabatan dan tanggung jawabnya, nilai kekayaan yang dilaporkan juga mengalami pertumbuhan yang stabil, di mana pada tahun 2008 nilainya naik menjadi Rp 2,3 miliar. Memasuki tahun 2011, saat menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai, hartanya tercatat sebesar Rp 3,14 miliar.
Karier Robert terus menanjak hingga ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi dengan laporan kekayaan sebesar Rp 3,67 miliar pada tahun 2012. Tren positif tersebut terus berlanjut hingga tahun 2014, di mana kepemilikan hartanya kembali meningkat dan menyentuh angka Rp 5,05 miliar.
Pada periode 2015 hingga 2016, saat mengemban tugas sebagai Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, terjadi lonjakan signifikan pada nilai asetnya dari Rp 5,55 miliar menjadi Rp 10,97 miliar. Namun, pada laporan periode 2017, angka tersebut sempat mengalami penyusutan menjadi Rp 5,86 miliar meskipun ia masih menduduki posisi jabatan yang sama.
Perjalanan Karier di Kementerian Investasi dan Kembali ke Kemenkeu
Perjalanan karier Robert Marbun tidak hanya terbatas di Kementerian Keuangan saja, namun juga merambah ke sektor investasi dan hilirisasi nasional. Pada tahun 2018, ia ditunjuk sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara dengan catatan harta kekayaan yang stabil di angka Rp 5,97 miliar.
Setelah sempat mengalami fluktuasi nilai kekayaan pada 2019 sebesar Rp 3,10 miliar, hartanya kembali merangkak naik ke posisi Rp 6,12 miliar pada tahun 2020. Pada akhir September 2020, ia memulai babak baru dengan menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Selama masa tugasnya di BKPM, Robert berperan aktif dalam memperkuat sinergi antara kebijakan investasi dan regulasi fiskal yang berlaku di Indonesia. Dedikasinya di kementerian tersebut terus berlanjut hingga laporan kekayaan terakhirnya pada 31 Desember 2024 menunjukkan nilai aset sebesar Rp 11,54 miliar.
Kini, dengan pelantikannya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Robert Marbun kembali ke "rumah lama" untuk mengawal birokrasi keuangan negara. Penunjukannya diharapkan mampu memperkuat koordinasi internal kementerian di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Simbolisme Kepemimpinan Melalui Kuliner Pinggir Jalan
Aksi makan siang Purbaya bersama Sekjen baru di warung Ayam Cabe Ijo ini dinilai banyak pihak sebagai simbol kepemimpinan yang merakyat dan inklusif. Tradisi makan di pinggir jalan ini memang sudah sering dilakukan oleh Purbaya sebagai sarana untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan staf tingkat bawah.
Dengan suasana yang lebih santai, proses transisi kepemimpinan dari Heru Pambudi ke Robert Marbun diharapkan dapat berjalan dengan lebih harmonis dan efektif. Langkah awal yang dilakukan di depan Gedung Djuanda I ini menjadi sinyal positif bagi masa depan tata kelola administrasi di Kementerian Keuangan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa Robert Marbun yang baru dilantik menjadi Sekjen Kemenkeu?
Robert Marbun adalah pejabat senior di lingkungan Kementerian Keuangan yang lahir di Medan, 23 Juni 1970. Sebelum menjabat sebagai Sekjen, ia memiliki pengalaman luas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta pernah bertugas sebagai Staf Ahli di Kementerian Investasi/BKPM.
Apa latar belakang pendidikan Robert Marbun?
Ia merupakan lulusan Sarjana Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, meraih gelar Master of Policy Analysis dari Saitama University (2000), dan gelar Doctor of Philosophy (PhD) in Economics dari Kobe University, Jepang (2004).
Berapa total harta kekayaan Robert Marbun berdasarkan LHKPN terakhir?
Berdasarkan laporan LHKPN tertanggal 31 Desember 2024, Robert Marbun memiliki total harta kekayaan senilai Rp 11,54 miliar.
Siapa yang digantikan oleh Robert Marbun dalam jabatan Sekjen Kemenkeu?
Robert Marbun menggantikan Heru Pambudi yang telah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan sejak 12 Maret 2021.
Mengapa Menteri Keuangan Purbaya mengajak Sekjen baru makan Ayam Cabe Ijo?
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi santai Menteri Purbaya untuk menyambut pejabat baru sekaligus menunjukkan gaya kepemimpinan yang merakyat dan membangun kedekatan dengan jajaran stafnya.
Ditulis oleh: Rizky Ramadhan

Posting Komentar