Waspada Ancaman El Nino: Risiko Stunting Anak Indonesia Melonjak Drastis
RADARGORONTALO.COM - Fenomena cuaca ekstrem El Nino membawa dampak serius bagi kesehatan anak dan ketahanan pangan di seluruh penjuru Indonesia. Riset terbaru memprediksi bahwa risiko stunting dan malnutrisi pada anak bisa melonjak hingga 25 persen akibat kondisi iklim ini.
Lonjakan ini diperkirakan terjadi karena terganggunya ketahanan pangan nasional serta penurunan kualitas sanitasi di berbagai wilayah terdampak kekeringan. Situasi tersebut menempatkan kesehatan anak-anak di posisi yang sangat rentan terhadap guncangan lingkungan.
Kaitan El Nino dengan Krisis Pangan Nasional
Kekeringan panjang yang dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem El Nino telah mengganggu stabilitas produksi pangan secara signifikan. Kondisi gagal panen massal ini secara otomatis berdampak langsung pada lonjakan harga pangan pokok di pasar-pasar tradisional dan modern.
Keterbatasan akses masyarakat terhadap nutrisi bergizi menjadi tantangan berat bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Padahal, posisi prevalensi stunting nasional sendiri sudah berada di angka 21,6 persen pada tahun 2022 sebelum fenomena ini memuncak.
Penjelasan IDAI Terkait Dampak Ekonomi dan Nutrisi
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Darmawan Budi Setyanto, memberikan peringatan keras mengenai dampak kesehatan jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa situasi ekonomi yang sulit akibat gagal panen berdampak langsung pada kemampuan keluarga dalam memenuhi gizi anak.
"Dengan adanya El Nino, kekeringan dan gagal panen, maka harga pangan naik, banyak masyarakat yang tidak mampu mencukupi kebutuhan gizinya," ujar Darmawan Budi Setyanto dalam seminar daring, Selasa (19/5). Situasi ini memicu malnutrisi, baik dalam keadaan akut maupun kronik, yang secara permanen mengancam kemampuan intelektualitas anak-anak.
Ancaman Penyakit Infeksi dan Sanitasi
Penurunan kualitas air bersih akibat kemarau panjang juga memicu maraknya penyakit infeksi berbahaya bagi balita di berbagai daerah. Diare dan pneumonia kini menjadi ancaman nyata yang dapat berujung pada peningkatan angka kematian anak jika tidak segera ditangani.
Anak-anak memiliki sistem imun dan kemampuan regulasi suhu tubuh yang belum sekuat orang dewasa dalam menghadapi cuaca ekstrem. "Anak kehilangan cairan lebih cepat per kilogram berat badannya dibandingkan orang dewasa," tegas Darmawan menjelaskan kerentanan fisiologis anak.
Dampak Polusi Udara terhadap Pertumbuhan Paru-Paru
Selain ancaman kekeringan, kondisi kemarau panjang ini sering diikuti oleh bencana kebakaran hutan yang merusak kualitas udara secara drastis. Partikel halus PM2.5 dari asap kebakaran berisiko menimbulkan kerusakan permanen pada paru-paru anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan aktif.
Paparan polusi udara jangka panjang ini memperburuk kondisi kesehatan anak yang sudah rentan akibat kekurangan nutrisi. Dampak kesehatan yang berlapis ini menciptakan tantangan ganda bagi tenaga kesehatan di lapangan.
Langkah Mitigasi dan Harapan Kedepan
IDAI mendesak pemerintah untuk segera memperkuat layanan kesehatan dasar di wilayah-wilayah yang paling terdampak oleh perubahan iklim. Menjamin keterjangkauan harga pangan dan memastikan pasokan air bersih bagi warga menjadi langkah mitigasi yang paling krusial saat ini.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk melindungi generasi mendatang. Kesadaran akan risiko kesehatan ini harus menjadi prioritas nasional demi menekan angka stunting yang saat ini semakin mengkhawatirkan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa El Nino dapat meningkatkan risiko stunting pada anak?
El Nino menyebabkan kekeringan panjang dan gagal panen, yang memicu kenaikan harga pangan. Kenaikan harga ini membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan gizi anak, yang pada akhirnya menyebabkan malnutrisi akut atau kronis dan meningkatkan risiko stunting.
Apa dampak kesehatan spesifik dari cuaca ekstrem El Nino pada anak?
Selain malnutrisi, El Nino memicu penurunan kualitas air bersih yang menyebabkan penyakit infeksi seperti diare dan pneumonia. Selain itu, kebakaran hutan yang sering menyertai kemarau menghasilkan polusi PM2.5 yang dapat merusak paru-paru anak.
Apa saran IDAI untuk menghadapi ancaman ini?
IDAI mendesak pemerintah untuk segera memperkuat layanan kesehatan di daerah terdampak, menjamin stabilitas harga pangan, dan memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat agar risiko kesehatan anak dapat dimitigasi.
Seberapa besar potensi lonjakan risiko stunting akibat El Nino?
Risiko stunting dan malnutrisi pada anak di Indonesia diprediksi dapat melonjak hingga 25 persen akibat dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem El Nino.

Posting Komentar