Waspada Web SPMB Palsu di Solo, Ini Link Resmi PPDB 2026
RADARGORONTALO.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras bagi para orang tua dan calon peserta didik terkait munculnya situs web palsu yang mengatasnamakan layanan pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ancaman digital ini menyasar proses pendaftaran tingkat SMP dengan menggunakan situs tidak resmi sebagai sarana penipuan dan pencurian data pribadi atau scamming.
Temuan ini bermula saat pihak Disdik mengidentifikasi keberadaan alamat mencurigakan yakni smp.spmbsolo.com pada Kamis, 4 Juni 2026. Situs tersebut didesain sangat rapi dengan mencantumkan informasi fiktif mulai dari jadwal pendaftaran hingga detail kuota sekolah negeri untuk mengelabui calon pendaftar.
Bahaya Penipuan Data dalam Pendaftaran Online
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyatno, memberikan klarifikasi tegas bahwa seluruh informasi di situs smp.spmbsolo.com adalah hoaks. Pihak Disdik memastikan bahwa pendaftaran sekolah negeri hanya dilakukan melalui satu pintu akses resmi milik Pemerintah Kota Surakarta.
Praktik perekaman data secara ilegal melalui situs tiruan ini sangat berisiko bagi privasi masyarakat yang mendaftar. Data pribadi anak maupun wali murid yang diinput pada situs palsu berpotensi besar disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Akses Resmi PPDB Kota Solo 2026
Untuk menghindari jebakan kejahatan siber, masyarakat diminta hanya mengakses portal resmi yang dikelola pemerintah kota. Alamat resmi untuk pelayanan pendaftaran dan informasi SPMB yang sah adalah spmb.surakarta.go.id.
Pengulangan informasi mengenai alamat situs resmi ini dinilai sangat krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam kebingungan akibat perbedaan data. Laporan warga menjadi dasar awal tim teknis Disdik dalam melakukan pengecekan dan mengidentifikasi situs tersebut sebagai instrumen kejahatan siber.
Cara Mengenali Portal Pemerintah yang Aman
Masyarakat diharapkan mampu mengenali ciri-ciri portal resmi dengan memeriksa bagian akhir dari alamat domain yang digunakan. Situs pemerintah Indonesia yang valid wajib menggunakan akhiran .go.id sebagai standar identitas digital yang tidak bisa dimiliki sembarang orang.
Jika ditemukan alamat website yang menggunakan akhiran .com atau platform lain, Dwi Ariyatno menegaskan bahwa situs tersebut dipastikan palsu. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan informasi pribadi apa pun jika mengakses alamat yang tidak memiliki dasar hukum dan keamanan jelas.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh wali murid di Kota Solo untuk lebih teliti di tengah kemudahan teknologi digital. Selalu pastikan setiap langkah pendaftaran berasal dari kanal komunikasi resmi yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan atau Pemerintah Kota Surakarta.

Posting Komentar