Ad

Harga Perak Antam Terbaru 2026: Nilai Investasi Merosot Rp 1.150 per Gram

Harga Perak Antam Terbaru 2026: Nilai Investasi Merosot Rp 1.150 per Gram
Harga Perak Antam Terbaru 2026: Nilai Investasi Merosot Rp 1.150 per Gram

RADARGORONTALO.COM - Harga perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Penurunan nilai ini terjadi bersamaan dengan kondisi harga emas Antam yang juga sedang bergerak melemah di pasar domestik.

Berdasarkan informasi resmi yang diunggah melalui situs logammulia.com, nilai perak Antam terpantau merosot sebesar Rp1.150 per gram. Angka ini membawa harga perak ke level Rp48.600 per gram, setelah pada perdagangan sebelumnya sempat bertahan di posisi Rp49.750.

Dinamika Pasar Perak: Lokal vs Global

Fenomena penurunan harga di pasar domestik ini terlihat tidak sejalan dengan tren perak di pasar global. Perbedaan arah harga antara pasar lokal dan internasional ini menjadi sorotan utama bagi para investor logam mulia di Indonesia.

Berbanding terbalik dengan kondisi di dalam negeri, harga perak di pasar dunia justru mengalami kenaikan sebesar 1,42 persen menjadi US$73,71 per ounce. Nilai perak global ini diperdagangkan pada kisaran US$73 per ounce setelah sebelumnya sempat terpuruk hingga lebih dari 3 persen.

Geopolitik dan Kebijakan Moneter

Tekanan pada sesi sebelumnya dipicu oleh meningkatnya keyakinan bahwa bank sentral akan mengambil langkah tegas dalam menaikkan suku bunga. Langkah ini dianggap perlu untuk meredam lonjakan inflasi yang disebabkan oleh krisis energi akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Kondisi geopolitik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran membuat harapan akan tercapainya kesepakatan damai menjadi semakin tipis. Aksi saling serang antara kedua negara tersebut bahkan melibatkan wilayah Bahrain dan Kuwait dalam situasi eskalasi yang paling serius sejak April lalu.

Dinamika Pasar Perak: Lokal vs Global

Konflik yang terus berlanjut menimbulkan ancaman nyata terhadap stabilitas distribusi energi melalui Selat Hormuz yang sangat krusial bagi dunia. Akibatnya, harga komoditas energi tetap bertahan di level tinggi, yang memicu kekhawatiran inflasi global dan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, memberikan sinyal bahwa pihak The Fed mungkin tidak punya pilihan lain selain segera menaikkan suku bunga. Kebijakan ini akan diambil jika tekanan inflasi di Amerika Serikat terus merangkak naik dan sulit untuk dikendalikan.

Saat ini, para pelaku pasar di seluruh dunia sedang menaruh perhatian penuh pada rilis data laporan non-farm payrolls yang dijadwalkan pada hari Jumat. Data ketenagakerjaan tersebut akan menjadi indikator penting dalam memprediksi arah kebijakan moneter Amerika Serikat di masa depan.

Korelasi Emas dan Sentimen Pasar

Pasar komoditas emas juga menunjukkan tren penurunan pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, karena ekspektasi suku bunga tinggi. Melansir data dari CNBC, harga emas di pasar spot mengalami penurunan hampir 1 persen dan menyentuh angka US$4.440,27 per ounce.

David Meger, yang menjabat sebagai Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menyatakan bahwa kondisi ini berpotensi memicu kenaikan suku bunga yang memperkuat nilai tukar dolar Amerika Serikat. Penguatan dolar inilah yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan pada harga emas global karena aset tersebut menjadi lebih mahal.

Emas sering kali dianggap sebagai aset pelindung nilai atau safe haven di tengah ancaman inflasi yang tinggi. Namun, daya tarik emas biasanya menurun ketika suku bunga naik karena aset ini tidak memberikan imbal hasil berupa bunga seperti instrumen keuangan lainnya.

Fluktuasi nilai tukar mata uang asing memegang peranan kunci dalam menentukan harga jual logam mulia di tingkat konsumen. Oleh karena itu, para investor perlu memantau harga terkini secara cermat untuk mempertimbangkan keputusan investasi mereka di sektor logam industri ini.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Harga Perak Antam Terbaru 2026: Nilai Investasi Merosot Rp 1.150 per Gram
  • Harga Perak Antam Terbaru 2026: Nilai Investasi Merosot Rp 1.150 per Gram
  • Harga Perak Antam Terbaru 2026: Nilai Investasi Merosot Rp 1.150 per Gram
  • Harga Perak Antam Terbaru 2026: Nilai Investasi Merosot Rp 1.150 per Gram
  • Harga Perak Antam Terbaru 2026: Nilai Investasi Merosot Rp 1.150 per Gram
  • Harga Perak Antam Terbaru 2026: Nilai Investasi Merosot Rp 1.150 per Gram

Posting Komentar