Ad

Mengapa Suhu di Bandung Justru Semakin Dingin Saat Musim Kemarau?

Musim Kemarau, Mengapa Suhu di Bandung Justru Semakin Dingin?
Mengapa Suhu di Bandung Justru Semakin Dingin Saat Musim Kemarau?

RADARGORONTALO.COM - Sebagian besar wilayah Indonesia kini secara resmi telah memasuki fase puncak musim kemarau tahun 2026. Namun, fenomena unik justru terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Bandung yang merasakan suhu jauh lebih dingin dari biasanya.

Masyarakat mungkin bertanya-tanya, mengapa suhu di Bandung justru semakin dingin di tengah musim kemarau yang identik dengan terik matahari. Kondisi ini sebenarnya merupakan fenomena alam yang lazim terjadi dan dapat dijelaskan secara ilmiah oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Data Suhu Kota Bandung Selama Juni-Juli 2026

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Bandung, suhu minimum di wilayah Kota Bandung sepanjang Juni hingga awal Juli 2026 tercatat berkisar antara 17,4 hingga 20,2 derajat Celsius. Sementara itu, suhu maksimum pada siang hari berada di kisaran 30,2 hingga 30,8 derajat Celsius.

Penjelasan BMKG Terkait Suhu Dingin

Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Edi Wibowo, memastikan bahwa kondisi suhu dingin ini bukanlah peristiwa yang aneh. Ia menjelaskan bahwa pada bulan Juni Bandung memasuki awal musim kemarau, di mana peluang suhu dingin ekstrem memang lebih sering terjadi pada malam hingga pagi hari.

Faktor Utama: Minimnya Tutupan Awan

Penyebab utama dari udara dingin yang menusuk ini adalah minimnya tutupan awan selama puncak musim kemarau. Pada siang hari, permukaan bumi menyerap radiasi matahari secara maksimal karena langit cenderung lebih cerah tanpa penghalang awan.

Data Suhu Kota Bandung Selama Juni-Juli 2026

Sebaliknya, saat malam tiba, energi panas yang tersimpan di permukaan bumi justru dilepaskan kembali ke atmosfer tanpa ada tutupan awan yang menahannya. Akibatnya, permukaan bumi kehilangan panas dengan sangat cepat, yang kemudian menyebabkan suhu udara turun secara drastis di malam hari.

Pengaruh Angin Muson Australia

Selain faktor langit cerah, suhu dingin di Bandung juga dipengaruhi secara signifikan oleh fenomena angin muson Australia. Massa udara yang bergerak menuju Indonesia ini membawa karakteristik udara yang jauh lebih dingin dan kering dibandingkan biasanya.

Kombinasi antara pelepasan panas bumi dan aliran udara dingin dari Australia inilah yang menciptakan sensasi dingin ekstrem di Kota Kembang. Fenomena ini diperkirakan oleh BMKG akan terus bertahan hingga Agustus 2026 mendatang.

Rekomendasi Kesehatan untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk tidak perlu panik karena suhu dingin pada musim kemarau merupakan siklus iklim yang wajar. Namun, penting untuk tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh agar tidak rentan terhadap penyakit akibat perubahan suhu.

Warga disarankan untuk mengenakan pakaian yang lebih hangat, seperti jaket atau sweater, saat beraktivitas di pagi maupun malam hari. Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman hangat sangat dianjurkan untuk menjaga suhu inti tubuh tetap stabil.

BMKG juga menyarankan warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak ada keperluan yang mendesak. Masyarakat diminta untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan iklim terkini melalui laman web atau media sosial resmi BMKG.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Mengapa Suhu di Bandung Justru Semakin Dingin Saat Musim Kemarau?
  • Mengapa Suhu di Bandung Justru Semakin Dingin Saat Musim Kemarau?
  • Mengapa Suhu di Bandung Justru Semakin Dingin Saat Musim Kemarau?
  • Mengapa Suhu di Bandung Justru Semakin Dingin Saat Musim Kemarau?
  • Mengapa Suhu di Bandung Justru Semakin Dingin Saat Musim Kemarau?
  • Mengapa Suhu di Bandung Justru Semakin Dingin Saat Musim Kemarau?

Posting Komentar