Detik-detik Kecelakaan Kereta Api di Semarang, Siswa SD Tewas Usai Motor Tetap Melintas
RADARGORONTALO.COM - Jajaran kepolisian mengungkap detik-detik peristiwa kecelakaan antara sepeda motor dengan KA Barang Petikemas Cargo di Semarang. Insiden tragis tersebut terjadi di perlintasan sebidang No. 5 KM 1+5/6, petak jalan Stasiun Jerakah – Stasiun Semarang Poncol, pada Senin (20/7/2026).
Kecelakaan ini melibatkan kereta api yang tengah melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya. Akibat tabrakan tersebut, satu korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, sementara dua lainnya masih dalam perawatan intensif.
Kronologi Peristiwa Kecelakaan
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, memberikan keterangan mengenai situasi saat kecelakaan terjadi. Menurutnya, terdapat tiga korban yang terlibat dalam insiden tersebut, di mana dua di antaranya merupakan siswa SD yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah.
Sebelum kecelakaan terjadi, sepeda motor yang ditumpangi para korban sempat berada di tengah jalur hulu dan hilir. Namun, korban tetap memutuskan untuk melaju meskipun kereta api sudah mendekat ke perlintasan.
Upaya peringatan sebenarnya sudah dilakukan oleh petugas palang pintu di lokasi kejadian. Petugas telah meneriaki korban dan memberikan tanda dengan peluit, namun peringatan tersebut tidak terdengar atau diabaikan sehingga motor tetap melintas dan akhirnya tertabrak.
Saat ini, seluruh korban telah dilarikan ke RSUP Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, sementara satu korban dipastikan meninggal dunia saat dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Penjelasan Pihak Kereta Api Indonesia (KAI)
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, memberikan klarifikasi terkait operasional kereta api sesaat sebelum kejadian. Ia menjelaskan bahwa KA Petikemas tersebut sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Semarang Poncol pada pukul 06.54 WIB guna pemeriksaan sarana.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), kereta kembali diberangkatkan pada pukul 06.56 WIB. Pihak PT KAI Daop 4 Semarang secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam dan menyayangkan terjadinya kecelakaan tersebut.
Berdasarkan keterangan masinis, peringatan berupa semboyan klakson lokomotif telah dibunyikan berulang kali sebelum kejadian. Langkah ini diambil sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan raya agar segera menepi dan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api.
Pentingnya Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Peristiwa kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden di perlintasan sebidang yang sering kali dipicu oleh kelalaian pengendara. Banyak pengendara yang sering kali terburu-buru, seperti dugaan pengemudi motor dalam kasus ini yang hendak mengantar anak sekolah, tanpa memperhatikan keamanan di perlintasan.
KAI Daop 4 Semarang mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa disiplin dan patuh saat melintasi perlintasan sebidang. Sangat penting bagi pengendara untuk berhenti saat sinyal berbunyi serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum memutuskan untuk melintas.
Kesadaran akan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan sejatinya merupakan tanggung jawab bersama antar instansi dan masyarakat. Kedisiplinan sekecil apapun di jalan raya dapat mencegah hilangnya nyawa sia-sia akibat kecelakaan yang sebenarnya bisa dihindari.
Kabar mengenai kecelakaan ini sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial melalui unggahan akun Instagram @berita***. Dalam keterangannya, peristiwa di perlintasan Kokrosono ini menarik perhatian publik karena melibatkan anak-anak yang sedang bersekolah menggunakan motor Honda Supra nopol 4050 AF.
Kejadian ini diharapkan menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan pengendara untuk selalu memprioritaskan keselamatan di jalan. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan isyarat petugas di perlintasan kereta api adalah harga mati yang tidak bisa ditawar demi keselamatan bersama.

Posting Komentar