Buku "Sang Musafir": Suara Pastor Soroti Masalah Lingkungan TPL di Toba
RADARGORONTALO.COM - Sebuah buku berjudul Perjuangan Sang Musafir yang ditulis oleh tiga tokoh agama dan pegiat lingkungan diluncurkan dan dibedah, menyoroti secara mendalam isu-isu lingkungan dan konflik yang terjadi di sekitar kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Peluncuran dan diskusi ini secara khusus mengangkat desakan penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL), yang selama ini menjadi sumber perhatian masyarakat dan para pendampingnya. Acara ini berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Perjuangan Pendampingan dan Tuntutan Penutupan TPL
Penulis buku tersebut adalah Pastor Walden Sitanggang OFMCap, Pastor Supriyadi Pardosi OFMCap, dan Ketua Yayasan JPIC Kapusin Medan, Moses Elias Situmorang OFMCap.
Melalui karya ini, mereka mendokumentasikan perjalanan panjang dalam mendampingi masyarakat adat dan memperjuangkan hak-hak lingkungan mereka.
Buku ini merekam berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi komunitas di sekitar Danau Toba, yang banyak di antaranya berkaitan erat dengan aktivitas industri PT TPL.
Dalam sesi diskusi yang menghadirkan berbagai pandangan, Simon Petrus Lili Tjahjadi, Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, memberikan tanggapan bahwa perjuangan yang diangkat dalam Perjuangan Sang Musafir sangat kental dengan tuntutan penutupan PT TPL. Menurutnya, persoalan lingkungan yang terus membelit kawasan Danau Toba tidak dapat dipisahkan dari dampak aktivitas industri yang telah lama menjadi fokus pengawasan masyarakat sipil dan para pastor yang mendampingi mereka.
Bencana Ekologis Picu Menguatnya Tuntutan
Simon Petrus Lili Tjahjadi juga mengaitkan menguatnya kembali tuntutan terhadap PT TPL dengan serangkaian bencana ekologis yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara pada akhir tahun 2025. Ia berpendapat bahwa peristiwa-peristiwa bencana tersebut menjadi pemicu penting bagi masyarakat dan kelompok-kelompok masyarakat sipil untuk kembali menyuarakan desakan yang sudah lama mereka sampaikan. "Itu yang kemudian menjadi trigger untuk kemudian apa yang selama ini diperjuangkan itu muncul, yaitu penutupan TPL," ujar Simon dalam diskusi, menekankan bahwa PT TPL kerap disebut dalam konteks perjuangan tersebut.
Pendekatan Multidimensi dalam Buku
Lebih lanjut, Simon menjelaskan bahwa Perjuangan Sang Musafir tidak hanya sekadar memuat refleksi spiritual semata. Buku ini juga menyajikan pengalaman konkret dalam mendampingi masyarakat yang menghadapi tantangan lingkungan dan sosial yang kompleks. "Jadi ini sebenarnya kaya sekali buku ini. Buku ini sangat kaya dengan pendekatan yang multilayers, yang multidimensional," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kisah perjuangan yang dipaparkan mencakup berbagai bentuk pendampingan.
"Berkaitan dengan kisah perjuangan, tentu saja cerita-cerita tentang pendampingan.
Ada juga pendampingan yang tidak hanya spiritual atau pendampingan hukum.
Ada juga pendampingan psikologi," tegas Simon, menggarisbawahi kedalaman dan cakupan penulisan dalam buku tersebut.
Arsip Sejarah: Niat Penutupan "Indorayon"
Dalam konteks sejarah penanganan isu lingkungan di Sumatera Utara, turut hadir pula Menteri Lingkungan Hidup era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alexander Sonny Keraf.
Ia berbagi pengalamannya mengenai upaya yang pernah dilakukan pemerintah sebelumnya terkait industri yang kini dikenal sebagai PT TPL, yang pada masa lalu kerap disebut sebagai "Indorayon".
Pengalaman ini memberikan dimensi historis pada diskusi mengenai konflik lingkungan yang terus berlanjut.

Posting Komentar