Tragedi Pagi Gorontalo: Tabrakan Maut Renggut Nyawa, 3 Terluka
RADARGORONTALO.COM - Sebuah insiden tragis menggemparkan wilayah Gorontalo Utara pada Senin pagi, 12 Oktober 2026. Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan roda empat, sebuah Daihatsu Calya dan Mitsubishi Pajero Sport, terjadi di Desa Dumolodo, Kecamatan Gentuma Raya. Peristiwa mengerikan ini merenggut satu nyawa dan menyebabkan tiga orang lainnya mengalami luka-luka, selain kerugian material yang ditaksir mencapai Rp100 juta.
Kronologi Mengerikan di Jalur Trans Sulawesi
Menurut keterangan awal dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gorontalo Utara, insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 07.30 Wita di Jalan Trans Sulawesi.
Daihatsu Calya dengan nomor polisi DB 1709 CG, yang dikemudikan oleh Yoomi Gerly Kukus (43) warga Desa Senduk, Minahasa, Sulawesi Utara, melaju dari arah Kecamatan Atinggola menuju Kota Gorontalo.
Kendaraan ini tengah melintasi ruas jalan yang dilaporkan lurus, beraspal, dan menanjak di Desa Dumolodo.
Namun, situasi berubah drastis saat mobil tersebut dilaporkan kehilangan kendali.
Diduga kuat akibat kehilangan kontrol tersebut, Daihatsu Calya ini kemudian bertabrakan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan.
Kendaraan yang bertabrakan datang dari arah yang berlawanan, yaitu menuju Manado, Sulawesi Utara, diidentifikasi sebagai Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi B 1438 FJG, yang dikemudikan oleh Nisba Gunawan (40) asal Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Satu Meninggal Dunia, Tiga Korban Luka-luka
Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Gorontalo Utara, Aipda Irni Yusnita Kahar, membenarkan kejadian ini saat dikonfirmasi oleh TribunGorontalo.com pada Senin sore.
"Iya benar kalau ada tabrakan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Korban meninggal adalah seorang perempuan asal Sulawesi Utara," ujar Aipda Irni.
Dampak dari tabrakan yang sangat keras tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan tiga orang lainnya menderita luka-luka.
Ketiga korban luka tersebut segera dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gentuma Raya untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Berdasarkan laporan kepolisian, para korban luka teridentifikasi sebagai Cris Youce Pesumah (11 tahun), Calief (13 tahun), dan Aquina (11 tahun).
Detail Kondisi Korban Luka
Cris Youce Pesumah dilaporkan mengalami cedera pada kedua kakinya serta benturan di beberapa bagian tubuh.
Sementara itu, Calief mengalami cedera pada bagian punggung akibat kerasnya benturan.
Korban ketiga, Aquina, mengalami luka pada tangan kirinya.
Seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan medis awal di Puskesmas Gentuma Raya dan kondisinya sedang dipantau.
Faktor Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Gorontalo Utara telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan guna penyelidikan lebih lanjut.
Dugaan awal mengenai penyebab kecelakaan masih terus didalami.
Namun, keterangan dari pihak keluarga salah satu penumpang mengindikasikan adanya potensi faktor kelelahan.
Disebutkan bahwa salah seorang penumpang telah menunjukkan gejala pusing dan rasa mengantuk sebelum kecelakaan tragis itu terjadi.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kondisi fisik pengemudi saat berkendara, terutama di jalur yang panjang dan berpotensi berbahaya seperti Jalan Trans Sulawesi.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau tidak fit saat mengemudi untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Posting Komentar