Gempa 5 Km Guncang Sulteng: M 1,5 Tak Terasa, Ini Penjelasan BMKG
RADARGORONTALO.COM - Parigi Moutong, Indonesia - Wilayah barat daya Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sore. Gempa berkekuatan magnitudo 1,5 ini tercatat terjadi pada pukul 16.53.29 WIB atau 17.53.29 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada pada kedalaman yang sangat dangkal, yakni hanya 5 kilometer di bawah permukaan bumi.
Lokasi dan Kedalaman Pusat Gempa
Data seismik BMKG menunjukkan episentrum gempa terletak pada koordinat 0,43 derajat Lintang Utara dan 120,52 derajat Bujur Timur.
Lokasi spesifiknya berjarak sekitar 36 kilometer dari pusat daratan Kabupaten Parigi Moutong.
Kedalaman 5 kilometer menjadikan gempa ini tergolong dalam kategori gempa dangkal.
Fenomena gempa dangkal seringkali memiliki energi yang tersalurkan lebih cepat ke permukaan.
Konteks Tektonik Sulawesi Tengah
Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang dinamis secara tektonik.
Kawasan ini berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik utama bumi, menjadikannya rentan terhadap aktivitas seismik.
Keberadaan sesar-sesar aktif di daratan maupun di bawah laut turut berkontribusi sebagai sumber utama terjadinya gempa bumi di wilayah tersebut.
Analisis Kekuatan Gempa dan Potensi Dampak
Meskipun memiliki kedalaman dangkal, gempa dengan magnitudo 1,5 tergolong memiliki kekuatan yang relatif kecil.
Menurut analisis BMKG, guncangan dari gempa sekecil ini umumnya tidak dirasakan oleh mayoritas masyarakat.
Jika ada yang merasakannya, intensitasnya biasanya sangat terbatas dan bersifat lokal di sekitar episentrum.
Dampak kerusakan bangunan atau korban jiwa jarang terjadi pada gempa dengan magnitudo ini.
BMKG menekankan bahwa besaran dampak sebuah gempa tidak semata-mata ditentukan oleh magnitudo dan kedalamannya saja.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah jarak lokasi penduduk dari pusat gempa, karakteristik jenis tanah di wilayah terdampak, serta kualitas dan kekuatan struktur bangunan yang ada.
Imbauan dan Protokol Keamanan BMKG
Menyikapi potensi kejadian gempa, BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan isu atau informasi yang belum jelas sumbernya.
Instansi ini secara konsisten mengingatkan pentingnya kewaspadaan tanpa kepanikan.
Jika guncangan gempa dirasakan, panduan keselamatan standar dari BMKG perlu diikuti.
Bagi yang berada di dalam bangunan, disarankan untuk segera mencari perlindungan di bawah meja yang kokoh, melindungi kepala, serta menjauhi jendela kaca dan benda-benda yang berpotensi jatuh.
Setelah guncangan mereda, keluar dari bangunan secara tertib melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan dan hindari area bangunan yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai gempa bumi, BMKG menganjurkan masyarakat untuk senantiasa memantau kanal resmi mereka, seperti situs web bmkg.go.id atau akun media sosial resmi @infoBMKG.
BMKG juga mengingatkan bahwa informasi awal gempa yang dirilis mengutamakan kecepatan, sehingga data yang dipublikasikan mungkin masih bersifat tentatif dan dapat mengalami pembaruan seiring dengan kelengkapan data yang masuk.

Posting Komentar