Muhammadiyah Sertifikasi Kompetensi Juru Masak Makan Bergizi Muhammadiyah demi Mutu Pangan
RADARGORONTALO.COM - Muhammadiyah, melalui Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), resmi menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi Juru Masak Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM). Kegiatan yang melibatkan 48 juru masak dari seluruh Indonesia ini berlangsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (SPPG UNISA) pada Sabtu (30/8).
Standarisasi ini bertujuan menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan nasional yang disalurkan melalui program MBM. Langkah ini memastikan bahwa setiap sajian yang sampai ke tangan penerima manfaat telah memenuhi standar kesehatan dan gizi yang ketat.
Menjamin Standar Keamanan Pangan Nasional
Wakil Direktur Keuangan BPPGM, Yuli Isnaeni, menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan upaya menjamin pilar keamanan pangan melalui tangan chef yang tersertifikasi. Menurutnya, program ini tidak hanya fokus pada rasa masakan, tetapi juga mengedepankan mutu gizi yang optimal bagi masyarakat penerima manfaat.
Selain uji kompetensi, BPPGM menerapkan mekanisme pengawasan lapangan yang ketat untuk memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) tetap dipatuhi. Pihak manajemen bahkan berkomitmen melakukan inspeksi mendadak demi menjaga konsistensi mutu dan keamanan pangan di seluruh lini penyelenggaraan.
Standar Profesional dalam Pengolahan Pangan
Dalam memastikan kualitas kelulusan peserta, Muhammadiyah berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gunadharma Utama sebagai mitra penguji profesional. Uji kompetensi ini merujuk secara teknis pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 125 yang mengatur kategori penyediaan akomodasi serta makan dan minum.
Direktur LSP Gunadharma Utama, Vera Damayanti, menjelaskan bahwa peserta harus melalui empat tahapan ujian yang sangat komprehensif. Proses ini dirancang untuk menguji tidak hanya kemampuan teknis memasak, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai standar kebersihan pangan secara detail.
Empat Tahapan Uji Kompetensi Juru Masak
Tahapan awal dimulai dengan penilaian mandiri yang mencakup ujian pernyataan dan evaluasi mandiri pada sesi pagi hari. Selanjutnya, peserta diwajibkan menyelesaikan ujian tulis terkait teori kompetensi selama durasi 60 menit.
Setelah menyelesaikan teori, para peserta masuk ke dalam Uji Praktik Memasak yang berlangsung selama 90 menit di dapur profesional. Di sini, kemampuan mereka dalam mengolah bahan makanan langsung dinilai di bawah pengawasan ketat tim penguji independen.
Rangkaian ujian diakhiri dengan uji wawancara yang berfokus pada pendalaman pemahaman mengenai aspek kebersihan dan keamanan pangan secara menyeluruh. Vera mengungkapkan bahwa standar ini menjamin para juru masak memiliki kompetensi holistik dari pengolahan hingga penyajian makanan yang aman.
Langkah strategis ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam membangun ekosistem kuliner sosial yang profesional, terukur, dan aman. Dengan sistem yang ketat dari hulu ke hilir, diharapkan program makan bergizi ini dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Posting Komentar