Ad

Perubahan Pimpinan BGN: Momentum Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis

The Change in BGN Leadership is Momentum for a Comprehensive Evaluation of the MBG Program, and Evidence of Improvement is Awaited.
Perubahan Pimpinan BGN: Momentum Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis

RADARGORONTALO.COM - Perubahan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik pasca pengunduran diri Naniek S Deyang dari jabatannya. Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru diharapkan membawa angin segar serta menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pergantian ini menarik perhatian berbagai pihak karena dianggap sebagai titik balik krusial bagi masa depan program prioritas pemerintah tersebut. Publik kini menanti bukti nyata mengenai peningkatan kualitas program, khususnya dalam menekan risiko keracunan dan praktik korupsi.

Pendiri dan CEO Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Diah S Saminarsih, menyoroti momentum ini sebagai peluang besar untuk melakukan pembenahan. Ia menyatakan di Jakarta pada Rabu (22/7/2026) bahwa pengangkatan lima pemimpin baru dengan peran yang jelas menunjukkan niat serius untuk memperkuat struktur organisasi.

Diah menegaskan bahwa jika para pemimpin terpilih benar-benar memiliki kompetensi di bidangnya, langkah ini tentu patut diapresiasi oleh masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa struktur kepemimpinan saja tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan perbaikan manajemen yang detail dan transparan.

Isu keracunan makanan menjadi catatan paling mendesak yang membutuhkan penanganan segera di lapangan. Peningkatan kualitas menu serta nutrisi harus diutamakan, dengan fokus khusus pada penerima manfaat di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) serta kelompok 3B (ibu hamil, menyusui, dan balita).

Selain masalah teknis, Diah mengingatkan bahwa praktik korupsi dalam program MBG tidak boleh terjadi lagi di masa depan. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta keterbukaan terhadap partisipasi masyarakat sipil, sangat diharapkan untuk meningkatkan akuntabilitas program.

Sebelumnya, BGN telah mengumumkan komposisi baru pejabat pimpinan tinggi madya untuk memperkuat lembaga. Deputi Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan pada Rabu (21/7/2026) bahwa lima posisi deputi telah diisi melalui penunjukan langsung oleh Presiden.

FAQ: Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Lima pejabat tersebut adalah Prima Yosephine Berliana Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, serta Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Distribusi. Prima sebelumnya bertugas di Kementerian Kesehatan, sementara Zainuri berpengalaman di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Posisi lainnya diisi oleh Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama yang sebelumnya berkiprah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ketut Sumedana, yang berpengalaman di Kejaksaan Agung, kini menjabat sebagai Deputi Bidang Pengawasan dan Monitoring.

Lili Familia dipercaya menempati posisi Sekretaris Utama berbekal pengalamannya di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Kehadiran para pejabat baru ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan BGN agar menjadi lebih solid dan efisien.

Terkait sektor keuangan, BGN telah melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp39 triliun untuk mengoptimalkan operasional program. Nilai anggaran program MBG saat ini mengalami penyesuaian dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun, meski angka tersebut belum bersifat final.

Efisiensi ini sejalan dengan proses revalidasi data terhadap 63,9 juta target penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia. Presiden Prabowo telah memberikan tenggat waktu satu bulan bagi BGN untuk memastikan seluruh perhitungan data dilakukan secara akurat.

BGN berkomitmen memprioritaskan tata kelola yang baik dan transparan dalam setiap tahapan implementasi program MBG di masyarakat. Setiap insiden yang terjadi akan diinvestigasi secara mendalam berdasarkan data empiris, bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan otoritas daerah terkait.

Hasil dari setiap investigasi tersebut nantinya akan menjadi fondasi utama bagi perbaikan sistem di masa depan. Pihak BGN menegaskan bahwa tidak ada visi baru yang diusung, melainkan fokus pada pelaksanaan mandat Presiden dengan cara yang lebih efektif.

FAQ: Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

  • Apa fokus utama perubahan pimpinan di BGN?
    Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih efektif dan bebas dari praktik korupsi.
  • Apa saja tantangan utama yang harus diselesaikan BGN?
    Tantangan mendesak meliputi pencegahan kasus keracunan makanan, peningkatan kualitas gizi menu, serta perbaikan akurasi data penerima manfaat di daerah 3T.
  • Berapa besar efisiensi anggaran yang dilakukan BGN?
    BGN melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp39 triliun, dari pagu awal Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun untuk optimalisasi program.
  • Berapa lama waktu yang diberikan Presiden untuk perbaikan manajemen?
    Presiden Prabowo memberikan tenggat waktu selama satu bulan kepada BGN untuk melakukan revalidasi data dan menyempurnakan manajemen program.
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Perubahan Pimpinan BGN: Momentum Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis
  • Perubahan Pimpinan BGN: Momentum Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis
  • Perubahan Pimpinan BGN: Momentum Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis
  • Perubahan Pimpinan BGN: Momentum Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis
  • Perubahan Pimpinan BGN: Momentum Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis
  • Perubahan Pimpinan BGN: Momentum Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis

Posting Komentar