Ad

Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Tapin: Menembus Pasar Ekspor Kopi Jepang

Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Tapin Rambah Pasar Ekspor Kopi
Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Tapin: Menembus Pasar Ekspor Kopi Jepang

RADARGORONTALO.COM - Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mencatatkan prestasi membanggakan dengan berhasil menembus pasar ekspor kopi ke Jepang. Terobosan ini dilakukan setelah koperasi tersebut resmi menjalin nota kesepahaman (MoU) untuk pengiriman perdana komoditas kopi lokal yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Ketua Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama, Fery Setyawan, mengungkapkan optimisme yang tinggi terhadap potensi pasar ekspor komoditas kopi yang dinilai sangat terbuka lebar. Selain Jepang, permintaan terhadap kopi lokal asal Kalimantan Selatan juga mulai berdatangan dari berbagai negara lain seperti Malaysia dan kawasan Timur Tengah.

Lembaga ekonomi ini tergolong baru, yakni berdiri pada Maret 2026, namun telah berhasil menghimpun puluhan petani dari enam desa strategis di Kabupaten Tapin. Para anggota berasal dari Desa Matang Batas, Asam Rendah, Burakai, dan Bagak di Kecamatan Hatungun, serta Desa Puncak Harapan dan Ayunan Papan yang berada di Kecamatan Lokpaikat.

Transformasi Petani Karet Menjadi Petani Kopi

Ide pembentukan koperasi ini lahir dari keprihatinan mendalam atas kondisi nasib petani karet lokal yang produktivitasnya terus menurun akibat pohon yang sudah berusia tua. Selain itu, fluktuasi harga karet yang tidak menentu mendorong Fery, seorang Sarjana Pertanian lulusan 2024 dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, untuk mencari alternatif komoditas ekonomi yang lebih menjanjikan.

Fery menyadari bahwa wilayahnya memiliki potensi kopi yang besar meskipun selama ini sering terabaikan, hal ini dibuktikan dengan penemuan banyak pohon kopi tua di lahan warga. Dengan mengoptimalkan kembali komoditas kopi, koperasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut melalui pengelolaan yang lebih terstruktur dan modern.

Saat ini, total lahan kebun kopi milik anggota koperasi telah mencapai 25 hektare dan ditargetkan untuk terus dikembangkan hingga mencapai 50 hektare ke depannya. Adapun varietas kopi yang dibudidayakan meliputi jenis robusta, liberika, dan ekselsa yang memiliki karakteristik unik untuk memenuhi standar permintaan pasar internasional.

Dukungan Korporasi dan Modernisasi Sektor Pertanian

Keberhasilan koperasi ini tidak lepas dari dukungan nyata perusahaan PT Kalimantan Prima Persada (KPP) Mining yang berkomitmen memajukan ekonomi lokal. Bantuan yang diberikan mencakup penyediaan bibit unggul, peralatan pengolah lahan, hingga pendampingan intensif bagi petani anggota agar mampu meningkatkan kualitas produk kopi mereka.

Transformasi Petani Karet Menjadi Petani Kopi

Fery mengakui bahwa banyak kendala teknis yang dihadapi di lapangan, namun kolaborasi dengan pihak KPP Mining menjadi kunci keberlanjutan pengembangan usaha tani kopi di Kabupaten Tapin. Sinergi ini mencerminkan pentingnya peran sektor swasta dalam memfasilitasi transformasi hulu kopi guna mengatasi stagnasi produksi dan meningkatkan taraf ekonomi desa.

Potensi Masa Depan dan Pengembangan Agrowisata

Selain fokus pada ekspor, Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama juga memiliki visi jangka panjang untuk mengembangkan agrowisata berbasis kebun kopi. Inisiatif ini dipadukan dengan rencana penerapan pasar karbon di masa depan, yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi para petani anggota.

Kehadiran infrastruktur pendukung seperti Bendungan Tapin yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo juga memberikan optimisme bagi sektor pertanian di wilayah tersebut. Bendungan ini memiliki potensi penyediaan irigasi seluas 5.472 hektare dan penyediaan air baku sebesar 500 liter/detik, yang sangat krusial bagi keberlanjutan ekosistem pertanian di Kalimantan Selatan.

Pelajaran dari Daerah Lain dalam Pengolahan Pascapanen

Keberhasilan Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama sejalan dengan tren nasional di mana daerah lain mulai serius membenahi sektor kopi untuk kebutuhan ekspor. Contohnya di Sawahlunto, PT Bukit Asam (PTBA) aktif mendampingi kelompok tani dalam pengolahan pascapanen, sementara di Garut, Program Desa Sejahtera Astra terbukti mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan hingga menembus pasar ekspor.

Penting bagi petani kopi di berbagai daerah untuk terus mendapatkan pelatihan teknologi terkini, seperti transfer teknologi mesin huller yang dilakukan oleh mahasiswa FHIS Undiksha di Kintamani. Penguatan praktik budidaya, modernisasi desa kopi, dan peningkatan kualitas pascapanen harus dilakukan secara terstruktur agar kopi Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

Fery Setyawan kini membuka pintu selebar-lebarnya bagi petani kopi di daerah lain untuk bekerja sama dalam pengembangan komoditas ini demi memenuhi tingginya permintaan pasar. Selain kopi, koperasi ini juga tengah melakukan diversifikasi dengan mengembangkan komoditas rempah yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Langkah nyata Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama dalam memajukan ekonomi masyarakat melalui kopi adalah inspirasi bagi daerah lain dalam memanfaatkan potensi lokal. Dengan manajemen yang tepat dan dukungan berbagai pihak, petani di pedesaan mampu bertransformasi menjadi eksportir yang tangguh di kancah global.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Tapin: Menembus Pasar Ekspor Kopi Jepang
  • Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Tapin: Menembus Pasar Ekspor Kopi Jepang
  • Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Tapin: Menembus Pasar Ekspor Kopi Jepang
  • Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Tapin: Menembus Pasar Ekspor Kopi Jepang
  • Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Tapin: Menembus Pasar Ekspor Kopi Jepang
  • Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama Tapin: Menembus Pasar Ekspor Kopi Jepang

Posting Komentar