Ad

Gus Yahya Serukan Seluruh Pihak Sukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang

Gus Yahya Seru Semua Pihak Sukseskan Muktamar ke-25 Nahdlatul Ulama
Gus Yahya Serukan Seluruh Pihak Sukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang

RADARGORONTALO.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, menyerukan kepada seluruh pihak untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Imbauan ini disampaikan di tengah dinamika persidangan yang berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (30/8).

Pernyataan tersebut merupakan respons langsung atas aksi demonstrasi yang terjadi di depan ruang sidang pleno Gedung Serbaguna Pesantren Bahrul Ulum. Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah massa terkait tidak lolosnya Gus Yusuf Chudlori dalam proses pencalonan Ketua Umum PBNU.

Menjaga Kondusivitas dan Mekanisme Organisasi

Gus Yahya menekankan pentingnya bagi seluruh peserta dan pihak yang terlibat untuk menghormati proses sidang serta keputusan yang dihasilkan para muktamirin. Menurutnya, kelancaran muktamar adalah tanggung jawab bersama agar proses regenerasi kepemimpinan organisasi dapat berjalan dengan baik dan bermartabat.

Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan dan pilihan adalah hal lumrah dalam sebuah forum besar, namun harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang telah ditetapkan. Gus Yahya berharap seluruh pihak dapat menerima hasil akhir muktamar dan tetap menjaga persatuan organisasi setelah proses pemilihan selesai.

Potensi Kader dan Masa Depan Kepengurusan

Terkait nama Gus Yusuf Chudlori yang menjadi sorotan, Gus Yahya secara terbuka menyatakan apresiasinya terhadap kapasitas kader tersebut. Ia menilai Gus Yusuf memiliki kualitas unggul yang tidak kalah dibandingkan tokoh-tokoh lain yang muncul dalam bursa kepemimpinan PBNU.

Gus Yahya menyatakan komitmennya, jika kembali terpilih sebagai Ketua Umum, untuk memberikan tempat yang pantas bagi Gus Yusuf dalam struktur kepengurusan. Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya dapat memberikan ruang bagi Gus Yusuf untuk berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya.

Peran Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA)

Tahapan pemilihan Ketua Umum PBNU selanjutnya berada di bawah mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Forum ini memiliki kewenangan penuh untuk menentukan proses pemilihan sesuai tata tertib dan ketentuan yang berlaku dalam muktamar.

Menjaga Kondusivitas dan Mekanisme Organisasi

Gus Yahya mengingatkan bahwa keputusan mengenai susunan kepengurusan nantinya akan mengikuti mekanisme organisasi setelah proses pemilihan selesai. Ia menegaskan bahwa setiap kader potensial memiliki peluang untuk berkontribusi, namun tetap harus tunduk pada keputusan forum tertinggi organisasi.

Hasil Sidang dan Agenda Strategis NU

Di sela-sela dinamika tersebut, Muktamar ke-35 NU di Jombang mencatatkan hasil penting bagi struktur pimpinan. Sembilan anggota AHWA secara mufakat telah menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.

Selain pemilihan pimpinan, muktamar kali ini juga menjadi momentum untuk membahas transformasi organisasi. Gus Yahya menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama harus fokus memajukan umat, khususnya dalam penguatan bidang ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di abad kedua NU.

Respons Tokoh dan Agenda Penutupan

Berbagai tokoh nasional turut menyoroti jalannya muktamar, termasuk Yenny Wahid yang menegaskan bahwa demonstrasi anarkis bukanlah bagian dari kultur Nahdlatul Ulama. Ia mengajak seluruh muktamirin untuk kembali mengedepankan musyawarah dan politik kebangsaan dalam setiap pengambilan keputusan.

Rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang ini dijadwalkan akan ditutup secara resmi pada Senin (31/8). Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir untuk melakukan penutupan, melengkapi kehadirannya saat pembukaan acara yang menunjukkan dukungan negara terhadap peran strategis NU.

Transformasi Menuju Abad Kedua

Seiring dengan diterimanya Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PBNU 2022-2027 secara aklamasi, Gus Yahya telah mewariskan tiga legacy strategis untuk transformasi tata kelola organisasi. Fokus ini mencakup peran global NU yang lebih luas dan efektivitas pelayanan bagi umat di berbagai tingkatan.

Keberhasilan Muktamar ke-35 diharapkan menjadi titik tolak bagi NU untuk terus relevan di tengah perubahan zaman. Soliditas organisasi pasca-muktamar menjadi kunci utama dalam merealisasikan program-program besar yang telah direncanakan untuk kesejahteraan masyarakat luas.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Gus Yahya Serukan Seluruh Pihak Sukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang
  • Gus Yahya Serukan Seluruh Pihak Sukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang
  • Gus Yahya Serukan Seluruh Pihak Sukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang
  • Gus Yahya Serukan Seluruh Pihak Sukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang
  • Gus Yahya Serukan Seluruh Pihak Sukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang
  • Gus Yahya Serukan Seluruh Pihak Sukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang

Posting Komentar