Ad

Proyeksi IHSG Bergerak Sideways: Tantangan Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini

IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways di Kisaran 5.800-6.000 | kumparan.com
Proyeksi IHSG Bergerak Sideways: Tantangan Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini

RADARGORONTALO.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan perdagangan lalu dengan catatan positif setelah ditutup menguat 0,20 persen ke level 5.924,36 pada Jumat (10/7). Memasuki awal pekan ini, tepatnya pada Senin (13/7), pasar modal Indonesia diperkirakan masih akan mengalami pergerakan terbatas dengan rentang konsolidasi di kisaran 5.800 hingga 6.000.

Analis Phintraco Sekuritas menilai bahwa fluktuasi pasar pada pekan ini sangat dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang cukup dinamis. Investor di pasar modal saat ini cenderung bersikap hati-hati dalam merespons perkembangan geopolitik maupun rilis data ekonomi makro yang akan muncul dalam beberapa hari ke depan.

Sentimen Global: Konflik Geopolitik dan Kebijakan Moneter AS

Dari sisi eksternal, para investor tengah mencermati perkembangan terkini mengenai konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang kembali memanas. Ketegangan di Timur Tengah tersebut dinilai memiliki potensi risiko yang dapat mengganggu stabilitas pasokan minyak global serta menekan sentimen pasar secara umum.

Selain faktor geopolitik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada dimulainya musim laporan keuangan kuartal II 2026 yang diawali oleh sejumlah bank besar di Amerika Serikat. Kinerja keuangan perbankan raksasa ini seringkali menjadi barometer kesehatan ekonomi AS yang berdampak langsung pada indeks saham global.

Pasar juga menantikan testimoni Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang dijadwalkan akan memberikan keterangan di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS pada 14 Juli mendatang. Selanjutnya, testimoni di Komite Perbankan Senat pada 15 Juli akan menjadi momen krusial bagi investor untuk menangkap arah kebijakan moneter The Fed ke depannya.

Data Ekonomi AS dan Tiongkok Menjadi Fokus Investor

Agenda ekonomi pekan ini dipenuhi oleh rilis data krusial dari Amerika Serikat yang meliputi tingkat inflasi atau Consumer Price Index (CPI) serta Michigan Consumer Sentiment. Selain itu, data mengenai penjualan ritel dan sektor perumahan AS juga akan menjadi indikator penting dalam mengukur daya beli serta kondisi ekonomi riil di Negeri Paman Sam tersebut.

Sementara itu, dari kawasan Asia, pasar global sedang menantikan rilis data ekonomi dari Tiongkok yang mencakup Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2026. Berbagai indikator lain seperti neraca perdagangan, produksi industri, penjualan ritel, tingkat pengangguran, hingga tren harga rumah di Tiongkok juga akan dipantau ketat untuk melihat laju pemulihan ekonomi di negara tersebut.

Sentimen Global: Konflik Geopolitik dan Kebijakan Moneter AS

Kondisi Pasar Domestik dan Agenda Pemerintah

Di dalam negeri, pemerintah Indonesia dijadwalkan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif sebesar Rp 10 triliun pada 14 Juli 2026. Lelang ini dilakukan dalam rangka memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.

Selain agenda lelang pemerintah, Bank Indonesia (BI) juga dijadwalkan untuk merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia periode Mei 2026 pada 13 Juli. Rilis data utang ini akan memberikan gambaran kepada pelaku pasar mengenai posisi fiskal dan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Analisis Teknikal dan Rekomendasi Saham

Melihat kondisi pergerakan pasar, Phintraco Sekuritas menegaskan pandangannya bahwa IHSG masih akan bergerak sideways pada kisaran level 5.800-6.000 selama pekan ini. Untuk mencermati dinamika pasar, Phintraco merekomendasikan sejumlah emiten seperti ADRO, ADMR, BRMS, INCO, ARCI, dan SRTG untuk diperhatikan oleh para investor.

Di sisi lain, MNC Sekuritas memiliki pandangan bahwa IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan meski pergerakannya tetap cenderung sideways dan saat ini berada di bawah garis MA20. Berdasarkan analisis teknikal, posisi IHSG saat ini diidentifikasi berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam.

Skenario dari MNC Sekuritas menunjukkan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk menguji level resistance di kisaran 6.083 hingga 6.203. Namun, investor tetap harus waspada dan mencermati potensi area koreksi yang berada pada level 5.752 hingga 5.797 agar dapat melakukan mitigasi risiko yang tepat.

Terkait strategi perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang patut dicermati, yakni ARCI, BMRI, MINA, dan TAPG. Penting bagi para pelaku pasar untuk tetap melakukan analisa mandiri sebelum mengambil keputusan transaksi, mengingat kondisi pasar yang masih berada dalam fase konsolidasi.

Sebagai catatan akhir, segala keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan analisis keputusan masing-masing pembaca. Informasi ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu di pasar modal.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Proyeksi IHSG Bergerak Sideways: Tantangan Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini
  • Proyeksi IHSG Bergerak Sideways: Tantangan Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini
  • Proyeksi IHSG Bergerak Sideways: Tantangan Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini
  • Proyeksi IHSG Bergerak Sideways: Tantangan Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini
  • Proyeksi IHSG Bergerak Sideways: Tantangan Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini
  • Proyeksi IHSG Bergerak Sideways: Tantangan Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini

Posting Komentar