PWNU Jatim Tegaskan Gus Kikin Tidak Ingin Mengambil Keuntungan Finansial dari PBNU
RADARGORONTALO.COM - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara tegas menyatakan bahwa KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, tidak memiliki motivasi finansial dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU. Pernyataan ini disampaikan untuk menepis keraguan publik mengenai integritas para calon pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan hal ini dalam keterangannya di Surabaya pada Selasa (21/7/2026). Ia menekankan bahwa Gus Kikin telah mencapai kemapanan ekonomi sehingga tidak lagi membutuhkan pendapatan dari organisasi.
"Beliau ini urusan ekonomi sudah sangat kuat, jadi tidak ada rumus ingin hidup di NU tapi rumusnya adalah ingin menghidupkan NU karena sudah purna ekonomi," ujar KH Abdul Matin Djawahir. Pernyataan tersebut sekaligus menggarisbawahi komitmen Gus Kikin yang lebih berorientasi pada pengabdian sosial dibandingkan keuntungan materi.
Mengapa PWNU Jatim Menunjuk Gus Kikin?
Gus Kikin selama ini dikenal luas sebagai figur yang berpengalaman dalam tata kelola berbagai organisasi besar. Rekam jejaknya mencakup berbagai sektor penting, mulai dari bisnis profesional, pengelolaan pesantren yang kompleks, hingga kepemimpinan jemaah.
Pengalaman multidisiplin inilah yang menjadi alasan utama mengapa PWNU Jatim mengajukannya sebagai calon Ketua Umum PBNU. Pihak PWNU menilai bahwa kemampuan manajerial yang teruji sangat dibutuhkan untuk membawa PBNU menuju arah yang lebih progresif dan stabil di masa depan.
Visi Gus Kikin: Menghidupkan NU, Bukan Mencari Nafkah
Keinginan untuk mengabdi secara total menjadi poin penting dalam narasi yang dibangun oleh PWNU Jatim. Mereka ingin memastikan bahwa calon pemimpin masa depan PBNU memiliki dedikasi murni tanpa dibayangi oleh kepentingan ekonomi pribadi atau kelompok.
"Bukannya ingin mengambil uang dari NU tapi bahkan ingin menghidupkan NU secara sosial, secara ekonomi ini kita semuanya mengetahui beliau ini sudah purna dalam bidang ekonomi dan dalam memimpinnya itu penuh dengan keteduhan," tambah KH Abdul Matin Djawahir. Keteduhan dalam kepemimpinan inilah yang diharapkan dapat menjadi pemersatu di tengah dinamika organisasi yang menantang.
Harapan Kembalinya Pedoman Pendiri NU
Selain integritas personal, PWNU Jatim juga menaruh harapan besar agar Gus Kikin mampu mengembalikan pedoman organisasi ke jalur yang semestinya. Mereka merujuk pada qanun atau aturan dasar yang telah ditetapkan oleh pendiri NU, KH Hasyim Asyari, sebagai rujukan utama organisasi.
Harapan ini mencerminkan keinginan basis massa untuk kembali pada nilai-nilai tradisi dan ajaran yang kuat dan otentik. Gus Kikin dipandang sebagai sosok yang mampu menyeimbangkan antara kebutuhan modernisasi organisasi dengan pelestarian nilai-nilai fundamental para pendiri.
Respons Gus Kikin Terkait Penunjukan Dirinya
Menanggapi pencalonan ini, Gus Kikin secara terbuka mengakui bahwa ia tidak pernah mengajukan diri untuk posisi Ketua Umum PBNU. Dirinya justru menerima penunjukan ini sebagai sebuah amanah yang diberikan oleh PWNU dan PCNU se-Jawa Timur.
"Saya nyatakan saya tidak akan mencalonkan diri, kalau saya ditugaskan ya mau tidak mau memang harus terima," kata Gus Kikin memberikan klarifikasi. Ia menekankan bahwa posisi tersebut adalah bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan jika memang dipercaya oleh para ulama dan warga NU.
Menyongsong Masa Depan Organisasi
Oleh karena itu, ia menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses yang berlaku ke depannya. Meskipun terkesan enggan secara personal, sikapnya menunjukkan loyalitas tinggi terhadap organisasi yang telah membesarkannya.
Dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU memang selalu menjadi perhatian nasional mengingat peran strategis organisasi ini. Kepastian mengenai figur pemimpin yang memiliki visi pengabdian murni menjadi harapan besar bagi seluruh warga Nahdliyin di tanah air.

Posting Komentar