TMH Sees Surge in Tallahassee E-Bike and E-Scooter Injuries: Waspada Bahaya Micromobility
RADARGORONTALO.COM - Data terbaru dari rumah sakit lokal di Tallahassee menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah cedera yang terkait dengan penggunaan e-bike dan e-scooter. Tren ini memicu kekhawatiran serius di kalangan tenaga medis, mengingat popularitas perangkat mobilitas mikro ini terus melonjak di ibu kota Florida tersebut.
Tallahassee Memorial HealthCare (TMH) telah secara aktif memantau data kecelakaan ini sejak tahun 2022, yaitu dua tahun setelah pemerintah kota meresmikan program e-scooter. Selama empat tahun terakhir, pihak rumah sakit telah mencatat setidaknya 67 pasien yang masuk ke unit gawat darurat akibat insiden yang melibatkan perangkat transportasi ini.
Hingga saat ini, ruang gawat darurat TMH telah menangani 19 kasus cedera yang berkaitan dengan e-scooter dan e-bike sepanjang tahun berjalan. Angka statistik ini menjadi indikator penting bagi masyarakat mengenai perlunya meningkatkan kewaspadaan saat mengoperasikan perangkat transportasi yang memiliki kecepatan tinggi tersebut.
Mengapa Perangkat Micromobility Berisiko Tinggi?
Dr. Fitz Blake, asisten direktur medis untuk layanan darurat di TMH, mengungkapkan bahwa banyak pengguna keliru dalam menilai tingkat bahaya saat berkendara. Mereka sering kali merasa bahwa mereka tidak memerlukan tingkat kehati-hatian yang sama seperti saat mengendarai sepeda motor, padahal perangkat ini adalah kendaraan bermotor yang mampu mencapai kecepatan signifikan.
Kecelakaan yang terjadi akibat penggunaan e-bike dan e-scooter memiliki variasi dampak yang sangat luas, mulai dari kondisi ringan hingga situasi yang mengancam nyawa. Pasien yang datang ke unit gawat darurat sering kali mengalami luka lecet dan laserasi, hingga kondisi yang lebih serius seperti patah tulang tengkorak, cedera otak traumatis, dan cedera perut yang parah.
Perbandingan Risiko: E-Bike vs E-Scooter
Berdasarkan pengamatan medis di lapangan, e-bike terbukti lebih sering terlibat dalam kecelakaan yang berakibat pada cedera serius dibandingkan dengan e-scooter. Hal ini terjadi terutama karena e-bike cenderung melaju pada kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan skuter listrik yang lebih kecil.
Selain faktor kecepatan, data dari TMH menunjukkan bahwa e-bike lebih sering menyebabkan apa yang disebut sebagai "multisystem injuries" atau cedera pada berbagai sistem tubuh secara bersamaan. Pihak medis menekankan bahwa selain kehilangan kendali atas perangkat, keberadaan mobil di jalan raya juga menjadi ancaman nyata bagi mereka yang mengoperasikan e-bike atau e-scooter.
Tren Demografi dan Insiden di Tallahassee
Data menunjukkan bahwa kelompok usia dewasa mendominasi statistik cedera, dengan sekitar 82% hingga 87% pasien berusia 18 tahun ke atas. Dr. Blake mencatat bahwa pasien usia dewasa lebih sering terlibat dalam tabrakan, sementara kelompok anak-anak dan remaja cenderung mengalami cedera akibat kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Risiko pada populasi orang dewasa yang lebih tua juga cukup tinggi, terutama karena mereka sering menggunakan perangkat ini untuk mobilitas melintasi kota dalam rangka menjalankan urusan sehari-hari. Sebagai contoh nyata dari bahaya di jalan raya, seorang remaja berusia 14 tahun yang mengendarai mini-motorbike menjadi korban tabrak lari di tenggara Tallahassee pada 15 Juli lalu.
Konteks Legislatif dan Keselamatan Jalan
Bahaya yang ditimbulkan oleh e-scooter dan e-bike telah menarik perhatian legislator Florida, yang sempat meloloskan rancangan undang-undang untuk mengatur kecepatan perangkat ini saat berada di dekat pejalan kaki. RUU tersebut juga bertujuan membentuk gugus tugas khusus untuk melacak insiden lalu lintas, cedera, dan angka kematian guna merekomendasikan pembatasan yang lebih ketat.
Namun, Gubernur Ron DeSantis akhirnya membatalkan langkah tersebut dengan alasan kekhawatiran bahwa regulasi itu dapat mengarah pada pengawasan berlebihan. Meskipun tanpa adanya kebijakan baru tersebut, pihak rumah sakit tetap menekankan bahwa tanggung jawab keselamatan tetap berada di tangan masing-masing individu saat berbagi jalan dengan kendaraan yang lebih besar.
Cara Mengurangi Risiko Cedera Saat Berkendara
Untuk meminimalkan tingkat keparahan cedera, Dr. Blake sangat merekomendasikan penggunaan perlengkapan pelindung yang memadai bagi setiap pengendara. Helm, bantalan siku, dan bantalan lutut merupakan komponen perlindungan wajib yang sangat disarankan untuk digunakan setiap kali berkendara.
Selain peralatan pelindung keras, mengenakan pakaian panjang seperti celana panjang atau baju lengan panjang dapat memberikan perlindungan tambahan jika terjadi jatuh atau tabrakan. Pengendara diingatkan untuk selalu sadar bahwa mereka tidak berada di dalam mobil, melainkan di atas kendaraan yang bergerak cepat di tengah lalu lintas yang terkadang tidak menyadari kehadiran mereka.

Posting Komentar