Gorontalo Diguncang 4 Gempa dalam 48 Jam, Warga Diminta Tetap Waspada
RADARGORONTALO.COM - JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan empat kejadian gempa bumi melanda wilayah Provinsi Gorontalo dan perairan sekitarnya dalam kurun waktu 19 hingga 20 Oktober 2026. Getaran seismik ini bervariasi dengan magnitudo terkecil 1,7 dan terbesar mencapai 2,4. Hingga kini, belum ada laporan mengenai dampak signifikan dari rangkaian gempa tersebut, namun BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi.
Rincian Kejadian Gempa
Berdasarkan data yang dirilis oleh BMKG, empat gempa tersebut tersebar di beberapa titik, termasuk wilayah Boalemo, Pohuwato, dan Gorontalo Utara.
Kedalaman pusat gempa bervariasi, mulai dari 20 kilometer hingga yang terdalam 158 kilometer di bawah permukaan bumi.
Skala magnitudo yang tercatat berkisar antara 1,7 hingga 2,4, menunjukkan aktivitas seismik yang relatif kecil namun patut diwaspadai.
Gempa dengan kekuatan terbesar, yakni magnitudo 2,4, tercatat terjadi pada Senin (19/10/2026) pukul 06.18.26 WIB atau 07.18.26 Waktu Indonesia Tengah (Wita).
Pusat gempa ini berlokasi sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Pohuwato, dengan koordinat geografis 0,31 derajat Lintang Utara dan 122,04 derajat Bujur Timur.
BMKG mencatat kedalaman pusat gempa ini mencapai 148 kilometer, mengindikasikan sumber gempa berada di lapisan bumi yang cukup dalam.
Aktivitas Seismik Berlanjut di Hari Berikutnya
Memasuki hari Selasa (20/10/2026), aktivitas gempa bumi di wilayah Gorontalo terus tercatat.
Tiga kejadian gempa lainnya dilaporkan terjadi sepanjang hari tersebut.
Gempa pertama pada hari itu bermagnitudo 1,8, terjadi pada pukul 07.01.04 WIB atau 08.01.04 Wita.
Pusat gempa ini berada sekitar 15 kilometer di sebelah selatan Boalemo, pada koordinat 0,41 derajat Lintang Utara dan 122,30 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 158 kilometer.
Selanjutnya, gempa kedua pada Selasa tercatat bermagnitudo 1,7 pada pukul 07.59.55 WIB atau 08.59.55 Wita.
Lokasi pusat gempa ini dilaporkan berada sekitar 128 kilometer di sebelah barat laut Gorontalo Utara, tepatnya pada koordinat 1,79 derajat Lintang Selatan dan 122,29 derajat Bujur Timur.
Kedalaman gempa ini lebih dangkal, yaitu 35 kilometer.
Kejadian gempa keempat dan terakhir dalam periode dua hari ini terjadi pada pukul 15.46.02 WIB atau 16.46.02 Wita, dengan magnitudo yang sama, 1,7.
Gempa ini berpusat sekitar 42 kilometer di sebelah utara Pohuwato, pada koordinat 0,81 derajat Lintang Utara dan 122,08 derajat Bujur Timur.
Kedalaman pusat gempa ini terbilang paling dangkal di antara keempat kejadian, yaitu hanya 20 kilometer.
Konteks Geologis Gorontalo
Posisi geografis Gorontalo yang terletak di bagian utara Pulau Sulawesi menempatkannya pada kawasan dengan aktivitas tektonik yang tinggi.
Daerah ini dikenal sebagai zona pertemuan lempeng tektonik aktif dan memiliki banyak struktur sesar.
Pergerakan lempeng serta aktivitas sesar geologi inilah yang menjadi faktor utama pemicu seringnya terjadi gempa bumi di wilayah ini.
Namun, penting untuk dicatat bahwa data lokasi dan kedalaman gempa saja belum cukup untuk secara definitif menentukan sumber pasti dari setiap gempa, apakah berasal dari sesar tertentu atau dari patahan lain.
Analisis seismik yang lebih mendalam diperlukan untuk mengidentifikasi sumber gempa secara akurat.
Selain itu, kedalaman gempa memiliki pengaruh terhadap intensitas guncangan yang dirasakan di permukaan.
Gempa yang terjadi lebih dalam cenderung mengalami pelemahan gelombang saat merambat, berbeda dengan gempa dangkal yang berpotensi menghasilkan guncangan lebih kuat di area sekitarnya.
Kendati demikian, dampak aktual gempa sangat dipengaruhi oleh magnitudo, kondisi geologi lokal, jarak pusat gempa, serta ketahanan bangunan.

Posting Komentar