Jadwal Retensi Arsip IPB University Diperbarui: Kunci Tata Kelola Digital Unggul
RADARGORONTALO.COM - Bogor - Dalam upaya memantapkan manajemen informasi dan administrasi kampus yang akuntabel, IPB University kembali menunjukkan komitmennya melalui pelaksanaan Konsolidasi Jadwal Retensi Arsip (JRA) Tahap 2. Kegiatan lanjutan ini bertujuan untuk menyempurnakan kerangka kerja pengelolaan dokumen di seluruh unit kerja, seiring dengan perkembangan era digital.
Fokus pada Masa Simpan dan Nasib Akhir Arsip
Rabu (7/10) lalu, Oasis Room di Gedung B Perpustakaan IPB University menjadi saksi pertemuan strategis yang dihadiri oleh para arsiparis serta staf yang bertanggung jawab atas pengelolaan arsip dari berbagai fakultas dan direktorat di lingkungan universitas.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah sukses diselenggarakan pada Februari 2026.
Prioritas utama dalam konsolidasi kali ini tetap berpusat pada dua aspek krusial: penentuan masa simpan arsip, baik yang masih dalam kategori aktif maupun yang telah beralih menjadi arsip inaktif.
Lebih lanjut, forum ini juga membahas penetapan status akhir dari setiap arsip, yaitu apakah akan dimusnahkan sesuai ketentuan ataukah harus disimpan secara permanen demi nilai historis dan yuridisnya.
Sinergi Lintas Unit untuk Adaptasi Era Digital
Dr.
Adisti PP Hartoyo, Asisten Bidang Arsip Digital dan Pengelolaan Museum dari Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD) IPB University, dalam sambutannya menekankan urgensi kolaborasi.
"Kolaborasi antarunit kerja menjadi kunci utama dalam membangun penataan kearsipan yang terstruktur dan adaptif di era digital ini," ujar Dr.
Adisti, menegaskan pentingnya pendekatan kolektif dalam menghadapi tantangan pengelolaan informasi modern.
Keamanan Akses Menjadi Prioritas
Selain mendalami aspek JRA, diskusi juga merambah pada kebutuhan mendesak terkait implementasi Sistem Klasifikasi Keamanan Akses Arsip Dinamis di setiap unit kerja.
Penguatan sistem ini dinilai sebagai langkah vital untuk menjamin kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data instansi.
Perlindungan terhadap informasi sensitif menjadi garda terdepan dalam memastikan operasional universitas berjalan lancar dan aman dari potensi penyalahgunaan.
Dengan terlaksananya konsolidasi JRA tahap kedua ini, IPB University berambisi untuk mewujudkan sistem kearsipan yang tidak hanya tertib dan efisien, namun juga transparan.
Tujuannya adalah untuk secara signifikan mendukung terciptanya administrasi kampus yang unggul, modern, dan akuntabel, selaras dengan visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka.

Posting Komentar