Ad

Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok, Sekolah Tegaskan Tanpa Kekerasan Siswa

Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok dengan Siswa, Sekolah Beri Klarifikasi
Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok, Sekolah Tegaskan Tanpa Kekerasan Siswa

RADARGORONTALO.COM - Pihak Sekolah Menengah Atas Agama Negeri (MAN) 3 Nganjuk menyampaikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya seorang guru berinisial S (56) pascainsiden kesalahpahaman dengan siswanya di lingkungan sekolah. Peristiwa yang sempat memicu spekulasi publik tersebut dipastikan bukan merupakan tindakan kekerasan atau penganiayaan fisik oleh peserta didik.

Humas MAN 3 Nganjuk, Ihwanus Sofa, menegaskan bahwa mendiang guru asal Kota Kediri tersebut mengembuskan napas terakhir akibat kondisi kesehatannya yang memburuk pascaperistiwa tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian dan pemeriksaan medis awal, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit medis kronis berupa hipertensi dan stroke.

Kronologi Kesalahpahaman di Fasilitas Sekolah

Insiden salah paham ini bermula pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB di kompleks toilet siswa yang berdekatan dengan area ruang kelas. Saat itu, almarhum S sedang menggunakan salah satu bilik kamar mandi sebelum dijadwalkan masuk ke kelas untuk mengajar.

Pada waktu yang bersamaan, seorang siswa yang hendak menggunakan fasilitas saniter tersebut menggedor beberapa pintu kamar mandi yang tertutup. Suara gedoran keras pada pintu bilik yang sedang terisi tersebut rupanya memicu kekaget serta emosi dari sang guru di dalam toilet.

Merasa terganggu dengan aksi tersebut, almarhum S lantas keluar dari kamar mandi untuk mencari murid yang baru saja mengetuk pintu secara tidak sopan. Setelah menemukan siswa yang dimaksud, almarhum secara refleks berupaya memberikan teguran fisik ringan berupa gerakan hendak menjewer telinga sang siswa.

Namun, siswa tersebut merespons dengan cara menolak serta menangkis dorongan tangan guru tersebut untuk menghindari tindakan disiplin. Gerakan refleks tangkisan dari siswa itu menyebabkan almarhum S yang sudah berusia 56 tahun mendadak kehilangan keseimbangan hingga tubuhnya terhuyung.

Beruntung, sejumlah tenaga pendidik dan para siswa lain yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung sigap meredam situasi serta menahan tubuh almarhum. “Mungkin (S) mau menjewer atau gimana, tapi si anak itu menolak hingga akhirnya (S) terhuyung dan hampir jatuh sebelum ditolong,” jelas Ihwanus Sofa dalam keterangannya pada Rabu (9/9/2026).

Kronologi Kesalahpahaman di Fasilitas Sekolah

Kondisi Kesehatan Guru dan Upaya Pertolongan

Setelah situasi berhasil ditenangkan oleh para pendidik lainnya, almarhum S sempat didudukkan sejenak untuk memulihkan stamina serta mengontrol emosinya. Guru yang dikenal berdedikasi tinggi tersebut bahkan sempat menyatakan kondisinya cukup membaik dan melanjutkan aktivitas mengajar di dalam kelas.

Kendati demikian, kondisi fisik almarhum mendadak menurun secara drastis beberapa saat setelah kembali menjalankan tugas keguruannya. Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa riwayat penyakit darah tinggi dan serangan stroke sebelumnya disinyalir menjadi pemicu utama penurunan kondisi fatal korban.

Sikap Keluarga dan Penanganan Kepolisian

Menanggapi musibah duka ini, pihak keluarga almarhum guru S menyatakan telah menerima kepergian almarhum secara ikhlas sebagai sebuah musibah takdir. Keluarga secara resmi menolak dilakukannya tindakan otopsi maupun visum et repertum lanjutan terhadap jenazah tenaga pendidik tersebut.

Pihak manajemen MAN 3 Nganjuk juga memastikan bahwa proses mediasi internal antara keluarga guru dan orang tua murid telah berjalan dengan sangat tertib. Langkah ini diambil untuk mencegah timbulnya kesalahpahaman berkepanjangan serta meluruskan isu miring yang beredar liar di masyarakat luas.

Evaluasi Internal Pihak Sekolah

Manajemen sekolah mengimbau publik untuk tidak menyebarkan disinformasi yang menyudutkan salah satu pihak tanpa mengetahui fakta lapangan secara utuh. Peristiwa duka ini sekaligus menjadi bahan evaluasi mendalam bagi pihak madrasah dalam memperketat pengawasan serta tata krama penggunaan fasilitas umum sekolah.

Kepergian almarhum S meninggalkan duka mendalam bagi segenap civitas akademika MAN 3 Nganjuk dan jajaran pendidik di wilayah Nganjuk maupun Kediri. Kini seluruh proses administratif dan pemakaman almarhum telah diselesaikan secara kekeluargaan tanpa ada tuntutan hukum yang dilayangkan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok, Sekolah Tegaskan Tanpa Kekerasan Siswa
  • Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok, Sekolah Tegaskan Tanpa Kekerasan Siswa
  • Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok, Sekolah Tegaskan Tanpa Kekerasan Siswa
  • Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok, Sekolah Tegaskan Tanpa Kekerasan Siswa
  • Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok, Sekolah Tegaskan Tanpa Kekerasan Siswa
  • Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok, Sekolah Tegaskan Tanpa Kekerasan Siswa

Posting Komentar